Berita
Kick Off Lomba Bahan Ajar PAUD 2026: Membangun Literasi Digital Sejak Usia Dini
Berita 2026-03-12 | 09:30:00
PAUDPEDIA Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai rangkaian Lomba Bahan Ajar Digital Interaktif Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2026. Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional sekaligus menjawab tantangan zaman di mana anak-anak usia dini kini tumbuh sebagai digital natives yang terpapar teknologi sejak lahir.
Peluncuran kompetisi berskala nasional tersebut dilakukan melalui kegiatan webinar bertajuk "Kick Off Lomba Bahan Ajar Digital Interaktif PAUD Tahun 2026" yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube PAUDPEDIA.
Agenda ini menjadi momentum penting bagi para pendidik, praktisi, dan pengembang teknologi pendidikan untuk berkontribusi dalam menyediakan konten edukasi yang aman, menarik, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Urgensi Digitalisasi di Abad 21
Dalam sambutan kuncinya, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Ditjen PAUD Dikdasmen, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., menekankan bahwa dunia tengah berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemajuan teknologi, kehadiran internet berkecepatan tinggi, hingga ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia persekolahan.
"Perangkat pembelajaran konvensional seperti buku fisik, papan tulis, hingga absensi manual mulai digantikan dengan e-book, multimedia text book, smart board, hingga sistem pengenalan wajah (face recognition). Kehadiran Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom merupakan bukti nyata digitalisasi sekaligus transformasi dalam pendidikan kita," ujar Nia.
Menurut Nia, digitalisasi pendidikan kini bukan lagi sebuah pilihan atau kemewahan, melainkan kebutuhan mutlak. Era digital menuntut sistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan ketidakpastian masa depan.
Selain itu, digitalisasi menjadi fondasi utama untuk membekali murid dengan literasi digital agar mereka menguasai keterampilan abad ke-21, yaitu berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), dan komunikasi (communication).
"Di era Industri 4.0 dan Society 5.0, keterampilan ini sangat dibutuhkan. Melalui digitalisasi, kita juga mampu menciptakan pembelajaran yang berkelanjutan (sustainable) dan dapat ditingkatkan skalanya (scalable). Satu bahan ajar digital yang berkualitas dapat digunakan oleh ribuan murid di pelosok negeri tanpa penurunan kualitas dan dengan biaya produksi yang lebih terjangkau," tambahnya.
Menyeimbangkan Teknologi dan Eksplorasi Fisik
Nia juga menyoroti fenomena anak usia dini yang secara alami memiliki kemampuan intuitif dalam berinteraksi dengan perangkat layar sentuh. Karakteristik ini menciptakan tantangan ganda bagi pendidik dan orang tua.
Di satu sisi, penyediaan bahan ajar seperti aplikasi gamifikasi, buku cerita berbasis Augmented Reality (AR), dan multimedia interaktif menjadi sangat relevan agar pembelajaran tetap menarik (engaging).
Namun, Nia memberikan peringatan keras agar teknologi tidak menggantikan esensi dasar pendidikan anak usia dini. "Penggunaan teknologi harus dikelola secara bijak. Jangan sampai ia menggantikan pengalaman eksplorasi langsung anak dengan lingkungan fisik, interaksi sosial tatap muka, dan aktivitas sensorimotor yang sangat penting untuk perkembangan holistik mereka," tegasnya.
Lomba tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD Tahun 2025. Pada tahun lalu, Direktorat PAUD telah berhasil menjaring 56 konten digital terbaik yang kini telah ditayangkan pada Sumber Belajar di Ruang Murid Rumah Pendidikan. Tahun ini, pemerintah berupaya memperkaya kembali khazanah tersebut untuk mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan.
Pilar Transformasi Asta Cita
Senada dengan hal tersebut, narasumber praktisi pendidikan, Ahmad Zakky Habibie, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari visi besar transformasi pendidikan di bawah Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus, yakni transformasi karakter, transformasi sarana prasarana, dan transformasi pembelajaran.
"Digitalisasi pembelajaran, penguatan computational thinking, dan pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan inti dari transformasi pembelajaran tersebut. Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk memperluas praktik baik dan mendorong inovasi yang bermanfaat langsung bagi murid," jelas Zakky.
Zakky memberikan apresiasi kepada para peserta yang antusias mengikuti kick off ini. Menurutnya, mereka adalah para pionir yang berkomitmen menghadirkan solusi bagi generasi Z. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Guru tetap memegang kendali utama dalam proses pendidikan.
"Peran guru justru semakin besar di era digital. Teknologi hadir untuk memperkaya proses belajar, bukan menggantikan aktivitas fisik dan interaksi alami. Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan dan bimbingan seorang guru," imbuhnya.
Wadah Kolaborasi Nasional
Dari sisi teknis, Mochamad Jimat Prihatin selaku pengembang laman Direktorat PAUD menjelaskan bahwa seluruh karya terbaik yang terpilih nantinya akan diintegrasikan ke dalam ekosistem digital Ruang Murid Rumah Pendidikan. Platform ini menjadi pusat layanan digital yang menyatukan peran guru, murid, sekolah, orang tua, hingga mitra masyarakat dalam satu ekosistem yang padu.
Pemerintah berharap melalui lomba ini, muncul kolaborasi dan jejaring nasional di mana para pendidik dari berbagai daerah dapat saling berbagi ide dan inspirasi. Konten yang terpilih dipastikan harus memenuhi standar keamanan dan kesesuaian prinsip pembelajaran PAUD.
Menutup arahannya, Dr. Nia Nurhasanah berharap webinar ini dapat memberikan gambaran detail mengenai kriteria, alur, dan lini masa lomba kepada calon peserta. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang teknologi pendidikan untuk ikut serta.
"Kami nantikan karya-karya terbaik bapak dan ibu sekalian sebagai bukti nyata dukungan kita untuk kemajuan masa depan anak-anak Indonesia. Dengan mengucap bismillah, kegiatan ini resmi dibuka," pungkas Nia.
Rangkaian lomba ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terciptanya materi edukasi yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga bermakna secara pedagogis, demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang unggul di kancah global.
Peliput : Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Kick Off Lomba Bahan Ajar PAUD 2026: Membangun Literasi Digital Sejak Usia Dini
Berita 2026-03-12 | 09:30:00
...
selengkapnya