Berita
Menteri Abdul Mu’ti: Pendidikan Harus Bangkit di Tengah Mitigasi Bencana, Peletakan Batu Pertama TK Mujahidin Simbol Kebangkitan Pendidikan Bireuen
Berita 2026-03-10 | 15:45:00
BIREUEN, PAUDPEDIA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah pascabencana melalui program revitalisasi sekolah. Hal itu disampaikan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru di TK Negeri Pembina Mujahidin, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (10/3/2026).
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat infrastruktur pendidikan nasional. Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dihadapkan pada tantangan bencana alam yang kerap melanda wilayah tersebut.
Pendidikan di Tengah Mitigasi Bencana
Dalam sambutannya di hadapan jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik, Abdul Mu’ti mengapresiasi semangat masyarakat Bireuen untuk bangkit. Ia menyebutkan bahwa bantuan revitalisasi tahun anggaran 2026 ini merupakan respons nyata pemerintah terhadap kerusakan sarana pendidikan akibat musibah banjir yang sempat melanda daerah tersebut.
"Ini merupakan realisasi dari revitalisasi tahun 2026 yang alhamdulillah sebagian sudah kita tetapkan dan sudah bisa dimulai pembangunannya. Mudah-mudahan dengan revitalisasi ini, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih baik lagi," ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah yang kuat secara fisik merupakan pondasi bagi kebangkitan psikologis masyarakat. "Masyarakat yang terdampak oleh musibah banjir juga dapat bangkit untuk maju lagi dengan sarana pendidikan yang lebih baik," tuturnya.
Proyek di TK Negeri Mujahidin sendiri mencakup pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi bangunan lama, area bermain luar, hingga pembangunan pagar sekolah dengan total nilai bantuan mencapai Rp1.032.000.000. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari atau sekitar lima bulan dengan sistem swakelola yang melibatkan masyarakat setempat.
Revitalisasi Berbasis Komunitas
Salah satu poin penting yang ditekankan Abdul Mu’ti adalah transparansi dan keterlibatan warga dalam pembangunan fisik sekolah. Di TK Negeri Mujahidin, ia menginstruksikan agar pengerjaan dilakukan sesuai rencana agar manfaatnya segera dirasakan oleh anak-anak didik.
"Sistemnya swakelola ya, Bu. Ini yang mengerjakan masyarakat setempat kan? Ya, nanti Bapak kerjakan dengan baik sesuai dengan rencana dan bisa selesai tepat waktu," kata Menteri kepada pengelola sekolah dan pekerja bangunan di lokasi.
Dalam kunjungan ini, Abdul Mu’ti didampingi oleh sejumlah pejabat teras Kemendikdasmen, antara lain Dirjen Paud Dasmen Gogot Suharwoto, Direktur PKPLK Saryadi, serta staf khusus bidang manajemen dan media, Ma'ruf El Rumi.
Kehadiran rombongan besar ini menandakan keseriusan kementerian dalam mengawal setiap rupiah anggaran pendidikan agar tepat sasaran, terutama di wilayah yang memiliki risiko geografis tinggi.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki gedung yang rusak, tetapi juga meningkatkan standar keamanan bangunan sekolah terhadap potensi bencana di masa depan.
"Mudah-mudahan semua proses pembangunan dan ikhtiar kita untuk melaksanakan revitalisasi sebagai program prioritas Bapak Presiden Prabowo dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya," pungkas Abdul Mu’ti mengakhiri sambutannya.
Peliput : Eko Widodo dan Aldo Nurhuda
Penyunting: EB Harsono