Berita
Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Presiden Tekankan Pentingnya Karakter dan Akhlak Bangsa Dibangun Sejak Anak Usia Dini
Berita 2026-01-14 | 06:36:00
PAUDPEDIA MALANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat kebangkitan kepemimpinan nasional melalui perluasan akses pendidikan menengah unggulan yang berbasis pada penguatan karakter, integritas, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peresmian kampus yang berdiri di atas lahan seluas 29,6 hektare tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden. Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan bahwa keberadaan sekolah unggulan bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan instrumen vital dalam mencetak kader bangsa yang memiliki etos kerja tinggi dan jiwa patriotik.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang," ujar Presiden di hadapan para siswa, pamong, dan pejabat negara yang hadir.
Kawah Candradimuka Bentuk Karakter
Poin krusial yang digarisbawahi Presiden dalam sambutannya adalah mengenai penanaman akhlak. Di tengah tantangan zaman, Presiden menginginkan institusi pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin yang bersih.
"Kita ingin menanamkan akhlak, kita ingin menanamkan kepribadian yang baik, yang bersih menjadi pemimpin-pemimpin yang jujur, pemimpin-pemimpin yang tidak akan korupsi, pemimpin-pemimpin yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya," tegas Presiden Prabowo.
Ia secara khusus meminta seluruh unsur pimpinan lembaga, kepala sekolah, dan para guru atau pamong untuk menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi. Presiden menuntut adanya inovasi dalam metode pembelajaran yang berorientasi pada pembinaan karakter.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya sekadar transfer ilmu, tetapi harus menyentuh aspek pengembangan jati diri peserta didik secara utuh. Pembangunan karakter dan integritas seseorang harus dilakukan sejak anak berusia dini di jenjang PAUD.
Presiden menekankan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus ditanamkan sejak usia dini melalui sistem pendidikan yang terstruktur. Menurut beliau, kecerdasan akademis tanpa landasan akhlak yang kokoh hanya akan melahirkan individu yang pintar namun tidak memiliki empati dan integritas terhadap bangsa.
Oleh karena itu, kehadiran SMA Taruna Nusantara Kampus Malang diharapkan menjadi model percontohan bagaimana nilai-nilai disiplin, cinta tanah air, dan kejujuran diinternalisasi sejak masa remaja. Presiden meyakini, dengan memprioritaskan karakter sebagai pilar utama, Indonesia akan memiliki generasi emas yang tidak hanya kompetitif di kancah global, tetapi juga tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Ekspansi Sekolah Unggulan
Presiden Prabowo memaparkan visi besar pemerintah untuk menduplikasi model pendidikan unggulan ke seluruh penjuru tanah air. Mengacu pada sejarah pendirian SMA Taruna Nusantara di Magelang pada awal 1990-an, pemerintah kini tengah melakukan akselerasi pembangunan kampus serupa di beberapa wilayah.
Selain di Malang dan Cimahi yang sudah berjalan, pemerintah sedang merampungkan pembangunan kampus di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, Minahasa di Sulawesi Utara, dan Pagar Alam di Sumatera Selatan. Presiden menargetkan kampus-kampus tersebut sudah dapat beroperasi pada akhir Desember 2026.
Tak berhenti di sana, Presiden juga memperkenalkan rencana pembangunan SMA Garuda. "Rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 sekolah ini bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan," ungkapnya optimis.
Langkah ini diambil berkaca pada pengalaman negara-negara maju. Presiden mengamati bahwa bangsa yang memiliki peradaban tinggi dan pertumbuhan ekonomi pesat biasanya didukung oleh jaringan sekolah unggulan yang luas, bahkan mencapai lebih dari 100 sekolah serupa di setiap negara.
Meski fokus pada sekolah unggulan, Presiden menegaskan bahwa kualitas pendidikan umum tidak akan dikesampingkan. Pemerintah berkomitmen memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh melalui program renovasi besar-besaran. Dari sekitar 300.000 sekolah yang ada di Indonesia, pemerintah menargetkan renovasi terhadap 60.000 sekolah pada tahun ini.
"Saya berharap dalam empat tahun kita bisa selesaikan semua kampus sekolah-sekolah di Indonesia, dan juga kualitasnya akan kita tingkatkan di setiap bidang," tambahnya.
Baginya, pendidikan dan kesehatan adalah instrumen utama untuk menghapuskan kemiskinan dan memperkuat demokrasi. Hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Indonesia dapat memberikan kualitas hidup yang layak bagi rakyatnya.
Kurikulum Terintegrasi
SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang mulai dibangun sejak November 2023 ini kini menampung 706 siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk menunjang daya saing global, sekolah ini menerapkan tiga kurikulum sekaligus: kurikulum nasional, kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara yang menitikberatkan pada aspek kenusantaraan, serta kurikulum internasional Cambridge.
Integrasi ketiga kurikulum ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya mencintai tanah air, tetapi juga mampu berdiri tegak di kancah internasional. Fasilitas yang tersedia mencakup 30 ruang kelas modern dan sarana pendukung lainnya yang dirancang untuk mendukung pembelajaran inovatif.
Penegasan Presiden di Malang ini mengirimkan pesan kuat bahwa di bawah kepemimpinannya, pendidikan karakter dan penguasaan teknologi ditempatkan sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan bermartabat.
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber Berita : Siaran Pers Biro Pers dan Media Sekretariat Negara