Berita
Membedah Teknologi PID di Ruang Kelas PAUD, Persiapkan Generasi Emas 2045 Berdaya Saing Global dan Melek Digital
Berita 2026-02-28 | 10:15:00
SERPONG, PAUDPEDIA — Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan langkah akselerasi dalam memperkecil celah literasi teknologi di tingkat pendidikan dasar paling awal anaknusia dini. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran PAUD 2026 Angkatan ke-2 yang digelar di Serpong, Tangerang Selatan, 25-28 Februari 2026, pemerintah mengintegrasikan Papan Interaktif Digital (PID) dan platform "Rumah Pendidikan" ke dalam kurikulum keseharian satuan PAUD.
Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang merupakan representasi guru dan kepala sekolah dari 82 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Fokus utamanya bukan sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang ramah anak, interaktif, dan sesuai dengan prinsip Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
Transformasi Media Ajar
Rusmanto, narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bengkulu, menegaskan bahwa bantuan perangkat keras kali ini dirancang untuk menjawab tantangan operasional di lapangan. Papan Interaktif Digital (PID) yang diperkenalkan kepada para guru memiliki fitur yang jauh melampaui proyektor konvensional. PID ini berfungsi sebagai pusat kendali pembelajaran yang memungkinkan interaksi multi-arah antara guru, murid, dan konten digital.
Secara teknis, PID tersebut didukung oleh perangkat laptop berspesifikasi tinggi guna menjamin kelancaran navigasi konten berat. Berdasarkan dokumen teknis, laptop yang didistribusikan memiliki spesifikasi setara Intel Core i5 atau AMD Ryzen 5 7000 series, RAM 8GB DDR4, serta penyimpanan SSD 256GB. Pemerintah menargetkan estimasi kebutuhan barang sebanyak 23.651 unit laptop dengan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 25 persen.
"Digitalisasi di jenjang PAUD seringkali terkendala oleh infrastruktur internet. Oleh karena itu, setiap paket bantuan dilengkapi dengan media penyimpanan eksternal atau hard disk berkapasitas 500 GB yang sudah berisi paket aplikasi Rumah Pendidikan versi luring (offline)," ujar Rusmanto dalam sesi diskusi materi pengenalan fitur dan operasional dasar.
Strategi ini memastikan bahwa guru di wilayah terluar tetap bisa menghadirkan konten interaktif tanpa bergantung pada stabilitas sinyal internet.
Platform Ruang Murid
Sejalan dengan penguatan perangkat keras, pemerintah juga meluncurkan platform "Rumah Pendidikan", sebuah layanan pendidikan terpadu yang dirancang sebagai pusat sumber belajar inspiratif.
Lela Foni Sulistiyowati dari BPMP Banten menjelaskan bahwa salah satu fitur unggulan bagi guru adalah "Ruang Murid". Platform yang dapat diakses melalui situs rumah.pendidikan.go.id ini merupakan portal pembelajaran digital interaktif untuk semua jenjang usia.
Dalam paparannya, Lela menyebutkan bahwa Ruang Murid berfungsi sebagai pemantik pertanyaan dan mediator pengalaman belajar bagi anak. Melalui platform ini, guru dapat memilih beragam materi yang mencakup buku digital, video praktik, hingga gim edukasi yang menanamkan nilai-nilai prososial.
"Guru kini memiliki fleksibilitas untuk mengimprovisasi media pembelajaran. Mereka dapat melakukan filtrasi materi berdasarkan usia anak, tema, atau tipe konten yang dibutuhkan saat itu," jelas Lela. Penggunaan platform ini juga mengedepankan prinsip pembelajaran yang menyenangkan dan selaras dengan Pembelajaran Mendalam (PM).
Para guru diajarkan langkah-langkah praktis dalam mengeksplorasi Ruang Murid, mulai dari memilih kategori usia anak hingga mencari materi spesifik yang relevan dengan topik pembelajaran harian.
Dengan ribuan konten yang tersedia, guru didorong untuk lebih kreatif dalam menyusun bahan ajar tanpa harus terbebani oleh pembuatan media peraga fisik yang memakan waktu lama.
Pengalaman Praktisi di Lapangan
Bagi Tia Widiyanti, guru dari TK Haraki Preschool Depok, pelatihan ini memberikan solusi konkret terhadap hambatan administratif dan kreatif yang selama ini dialami guru. Kehadiran PID dan Ruang Murid dianggap mampu memangkas waktu persiapan mengajar secara signifikan.
"Fitur pada PID, seperti kemampuan menyimpan hasil coretan atau aktivitas anak di papan ke dalam format digital, memudahkan kami dalam melakukan dokumentasi pembelajaran. Selain itu, konten gim edukasi dari Ruang Murid membuat anak-anak lebih antusias karena mereka bisa terlibat langsung menyentuh papan interaktif tersebut," kata Tia.
Tia juga menambahkan bahwa kemampuan PID untuk melakukan mirroring dari laptop dan berbagi layar menjadi nilai tambah dalam menunjukkan visualisasi yang lebih luas kepada anak didik.
Hal ini selaras dengan tujuan besar bimbingan teknis ini, yakni memastikan peserta mampu memanfaatkan platform digital tersebut secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Keberlanjutan dan Literasi Digital
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini tidak hanya berhenti pada paparan teori. Para peserta diwajibkan melewati enam tahap materi utama: Pengenalan PID, Strategi Platform Rumah Pendidikan, Pemanfaatan Konten Digital, Penyusunan Perencanaan Pembelajaran, Praktik Langsung, serta Diskusi Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Pemerintah menekankan bahwa kunci sukses digitalisasi PAUD terletak pada perubahan pola pikir pendidik. Teknologi tidak diposisikan sebagai pengganti interaksi sosial, melainkan sebagai alat bantu untuk memperkaya imajinasi dan pengetahuan anak.
Dengan penyediaan panduan lengkap melalui tautan khusus, diharapkan para guru dapat terus melakukan pengembangan diri secara mandiri setelah kembali ke daerah masing-masing.
Direktorat PAUD Kemendikdasmen berharap, 160 pendidik yang telah dilatih ini akan menjadi agen perubahan di 82 kabupaten/kota. Melalui standarisasi perangkat dan konten yang bermutu, visi
"Pendidikan Bermutu untuk Semua" diharapkan bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan oleh setiap anak di seluruh pelosok tanah air.
Peliput : Eko B Harsono dan Herry Hartawan