Berita
Mendikdasmen Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman di Garut, Saatnya Sekolah Kembali Menjadi Rumah Kedua Aman dan Nyaman Bagi Murid
Berita 2026-01-09 | 06:30:00
PAUDPEDIA GARUT — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi meluncurkan "Gerakan Rukun Sama Teman" sebagai bagian dari penguatan karakter siswa dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Deklarasi yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026), ini menjadi penanda dimulainya transformasi budaya sekolah yang lebih inklusif dan aman di awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh berhenti pada tataran teori di dalam kelas. Menurut dia, kualitas generasi masa depan Indonesia sangat bergantung pada pembiasaan dan budaya baik yang dimulai sejak dini, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.
"Untuk menjadi generasi hebat, para murid harus memulai hari dari sebuah pembiasaan dan budaya yang baik. Salah satunya yaitu dengan melakukan '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat'. Ini harus diimplementasikan secara konsisten," ujar Mu’ti di hadapan seribuan siswa, guru, dan jajaran pejabat daerah Kabupaten Garut.
Adab sebagai Fondasi Ilmu
Dalam orasinya, Mendikdasmen menjabarkan filosofi pendidikan yang ingin dicapai pemerintah. Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menuju visi emas 2045. Dibutuhkan keseimbangan antara kesehatan mental, kekuatan raga, dan keluhuran budi pekerti.
"Dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak-anak Indonesia memiliki mental yang sehat dan raga kuat. Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari; dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia," tutur Mu’ti.
Pernyataan ini menjadi landasan filosofis bagi "Gerakan Rukun Sama Teman". Gerakan ini bertujuan untuk menekan angka perundungan (bullying) yang belakangan masih menjadi rapor merah dalam ekosistem pendidikan nasional.
Dengan mengedepankan kerukunan, sekolah diharapkan kembali kepada fungsi asalnya sebagai tempat persemaian bakat yang aman tanpa rasa takut.
Amanat Presiden dan Disiplin Nasional
Kunjungan kerja ke Garut ini juga menjadi sarana bagi Mendikdasmen untuk menyosialisasikan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Mengacu pada arahan Presiden saat retreat Kabinet Merah Putih beberapa waktu lalu, penguatan jiwa nasionalisme kembali menjadi prioritas di satuan pendidikan.
Salah satu langkah nyata yang diinstruksikan adalah kewajiban bagi setiap sekolah untuk melaksanakan upacara bendera satu kali dalam sepekan. Presiden mengingatkan bahwa upacara bendera bukan sekadar seremoni fisik, melainkan sarana untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan disiplin kolektif.
Selain itu, untuk menciptakan suasana belajar yang positif, Mendikdasmen meminta seluruh sekolah menerapkan program "Pagi Ceria". Program ini mengedepankan penyambutan siswa dengan keramahan dan kegembiraan di setiap pagi sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
Hal ini dinilai mampu membangun kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik, sehingga potensi konflik antarsiswa dapat diredam sejak dini.
Kolaborasi Empat Pesan
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa "Gerakan Rukun Sama Teman" adalah turunan langsung dari empat pesan utama Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak Indonesia. Keempat pesan tersebut meliputi: belajar dengan baik, mencintai ayah dan ibu, menghormati guru, serta rukun dengan teman.
Rusprita menekankan bahwa menciptakan sekolah sebagai "rumah kedua" bukan tugas yang ringan dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan nilai kolaboratif yang kuat antara kepala sekolah, guru, murid, dan seluruh warga satuan pendidikan.
"Kita harus saling menjaga untuk saling bermain, saling berkembang, dan tumbuh menjadi generasi Indonesia Hebat. Gerakan ini adalah komitmen bersama untuk memastikan tidak ada lagi jarak dan permusuhan di antara sesama murid," kata Rusprita.
Komitmen Daerah dan Harapan Siswa
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyambut baik dipilihnya Kabupaten Garut sebagai lokasi deklarasi nasional ini. Ia memandang gerakan ini sangat relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi remaja di daerahnya.
Putri mengingatkan para siswa agar tetap menjaga batasan dalam bergaul, terutama dalam hal bercanda yang berpotensi menyakiti perasaan atau fisik teman.
"Anak-anak harus mulai serius belajar dan punya kebiasaan baik. Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman. Sesama teman boleh untuk bercanda, tetapi tidak boleh saling menyakiti," tegas Putri Karlina.
Respons positif juga datang dari para siswa yang menjadi subjek utama gerakan ini. Rifki Aidil Adha, Wakil Ketua OSIS SMPN 1 Tarogong Kaler, menilai sosialisasi ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana membangun hubungan sosial yang sehat di sekolah.
"Puji syukur dapat mengikuti acara ini dan mendengarkan langsung pesan baik dari Pak Menteri. Gerakan Rukun Teman menjadi motivasi bagi kami untuk membangun sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar," ungkap Aidil.
Senada dengan Aidil, Regina Calsabila, salah seorang siswi yang hadir, merasa bangga bisa terlibat dalam deklarasi tersebut. Menurutnya, pesan rukun sama teman sangat menyentuh kebutuhan siswa saat ini akan lingkungan belajar yang minim tekanan sosial dan bebas dari intimidasi.
Revitalisasi Fisik Mendukung Karakter
Selain penguatan dari sisi psikis dan budaya, pemerintah juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung. Sebagai penutup rangkaian acara, Mendikdasmen bersama Wakil Bupati Garut menandatangani prasasti peresmian 31 sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Garut.
Pembangunan dan renovasi gedung-gedung sekolah tersebut merupakan hasil dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Peresmian secara kolektif ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas belajar yang layak.
Menteri Mu’ti berharap, gedung-gedung yang baru direvitalisasi ini bukan sekadar bangunan megah, melainkan ruang-ruang fisik yang mendukung terciptanya interaksi sosial yang sehat.
"Melalui revitalisasi ini, kita ingin mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman secara fisik, yang nantinya akan mendukung sepenuhnya jalannya Gerakan Rukun Sama Teman," tutup Menteri.
Acara ditutup dengan prosesi haru saat seluruh jajaran kementerian, pejabat daerah, dan ribuan siswa menyanyikan lagu "Hari Baru". Lagu ini menjadi simbol optimisme dalam menatap pelaksanaan semester genap tahun ajaran 2025/2026, dengan harapan baru bahwa kerukunan bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas harian di setiap koridor sekolah di Indonesia.
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers BKHM Kemendikdasmen