Berita
Mempertegas Partisipasi Semesta: Wamen Dikdasmen Buka Pameran Konsolidasi Nasional 2026 di Sawangan, Depok
Berita 2026-02-09 | 13:00:00
DEPOK, 9 Februari 2026 – Gema transformasi pendidikan nasional kembali bergaung dari sudut Sawangan, Depok. Bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, sebuah perhelatan strategis bertajuk Pameran Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 resmi dibuka.
Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (9–11 Februari 2026), ini menjadi panggung besar bagi bertemunya inovasi pusat dengan kebutuhan praktis di daerah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa pameran ini merupakan manifestasi dari semangat "Partisipasi Semesta". Ia menekankan bahwa pendidikan bermutu bukan sekadar tugas birokrasi, melainkan hasil dari orkestrasi gotong royong seluruh elemen bangsa.
Kebijakan yang Membumi
Dalam sambutan yang penuh semangat, sebelum melakukan pemotongan pita Dr. Fajar Riza Ul Haq menyoroti tantangan komunikasi yang sering menjadi sekat antara kebijakan di Jakarta dengan implementasi di pelosok nusantara. Ia memosisikan pameran ini sebagai jembatan informasi untuk memastikan setiap capaian kementerian dapat dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan paling bawah.
"Banyak hal yang sudah dicapai oleh kementerian ini dalam satu tahun terakhir. Tentu apa yang sudah dicapai perlu ditunjukkan, perlu dipamerkan, termasuk banyak praktik baik yang sudah ditolehkan. Namun, mungkin ada beberapa kebijakan kita yang sudah cukup baik, tapi kurang tersampaikan secara baik ke para stakeholder kita di daerah," ungkap Dr. Fajar di hadapan ratusan peserta konsolidasi nasional.
Ia menggarisbawahi bahwa momen ini harus dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan dan mitra-mitra pendidikan untuk melakukan pertukaran informasi secara intensif. Menurutnya, tanpa komunikasi yang efektif, transformasi pengetahuan akan terhambat, dan tujuan besar pendidikan bermutu untuk semua hanya akan menjadi slogan di atas kertas.
Anatomi Inovasi dalam 24 Stan
Melengkapi visi Wamen, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Dr. Suharti, M.Sc., memaparkan laporan teknis mengenai penyelenggaraan pameran. Dr. Suharti menjelaskan bahwa pameran ini secara arsitektural dirancang untuk mencakup seluruh aspek ekosistem pendidikan dasar dan menengah.
Total terdapat 24 stan utama yang mengisi area pameran, ditambah dengan gerai-gerai layanan terpadu. Partisipasi ini melibatkan unit-unit strategis di lingkungan Kemendikdasmen, antara lain:
- Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah: Menampilkan inovasi aksesibilitas dan mutu pembelajaran.
- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK): Fokus pada pengembangan kompetensi dan kesejahteraan pendidik.
- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan PKLK: Memamerkan link-and-match dunia usaha dengan pendidikan luar biasa.
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP): Memberikan edukasi terkait pembaruan kurikulum.
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa: Menampilkan penguatan literasi nasional.
- Pusat Penguatan Karakter, Puspresnas, dan Pusdatin: Menunjukkan integrasi teknologi dan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan.
Selain unit internal, Dr. Suharti juga menyoroti keterlibatan aktif mitra pembangunan internasional dan yayasan filantropi. Program Inovasi (kerjasama Indonesia-Australia), program Kreasi (bersama Save the Children), dan Tanoto Foundation hadir untuk menunjukkan bahwa model kolaborasi publik-swasta telah memberikan dampak nyata pada literasi dan numerasi siswa di berbagai daerah.
Tiga Pilar Strategis Pameran
Dr. Suharti merinci bahwa pameran ini mengusung tiga tujuan utama yang menjadi fondasi kegiatan:
Pertama, Menampilkan Capaian dan Praktik Baik: Menjadi etalase atas inovasi kebijakan yang telah dilaksanakan agar bisa direplikasi oleh daerah lain.
Kedua, Meningkatkan Sinergi Antar-Unit Kerja: Memperkuat koordinasi internal kementerian agar layanan pendidikan yang diberikan merata, bermutu, dan berkeadilan.
Ketiga, Memperluas Aspirasi dan Kolaborasi: Menjadi ruang bagi publik dan mitra untuk memberikan masukan demi perbaikan kebijakan di masa depan.
"Kami berharap pameran ini menjadi ruang interaksi dan ruang belajar bagi para peserta untuk berdialog, berbagi pengalaman, serta memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam mengimplementasikan kebijakan secara lebih efektif dan berkelanjutan," tegas Dr. Suharti.
Sentuhan Rekreatif dalam Seriusnya Konsolidasi
Salah satu poin menarik yang ditekankan oleh Dr. Fajar Riza Ul Haq adalah suasana pameran yang tidak kaku. Mengingat para peserta konsolidasi nasional berasal dari seluruh penjuru Indonesia dan akan berada di Sawangan selama tiga hari penuh, Wamen mendorong agar pameran ini juga memiliki makna rekreasi.
"Selama tiga hari ke depan, peserta diharapkan tidak pergi ke Menteng, Monas, apalagi ke Taman Mini. Fokus di sini, tapi memang butuh rekreasi," ujar Dr. Fajar dengan nada berkelakar yang disambut tawa hadirin.
Panitia secara cerdik menyediakan fasilitas kafe kopi, area refleksi, dan ruang-ruang diskusi santai di area pameran. Hal ini dimaksudkan agar para pejabat Dinas Pendidikan dan mitra dapat menyerap informasi kebijakan sambil melepas penat.
"Ada kopi, ada layanan pijat refleksi, semua diarahkan ke stan. Jadi, mereka terinformasi bahwa ada ruang rekreasi dan refleksi di pameran kita ini," tambahnya.
Harapan pada Sinergi Media
Wamen Dikdasmen juga menitipkan pesan khusus kepada media massa yang hadir. Beliau meminta agar awak media tidak hanya meliput seremoni pembukaan, tetapi mendalami substansi yang ada di setiap stan.
"Kami berharap teman-teman media bisa membantu menyampaikan apa yang ada di pameran ini kepada audiens yang lebih luas. Jika ada yang kurang jelas, silakan wawancara ke masing-masing penjaga stan, atau jika perlu data lebih kuat, wawancara Ibu Sekjen dan pejabat terkait," pinta Dr. Fajar.
Baginya, pemberitaan yang representatif dan positif akan membantu membangun kepercayaan publik terhadap proses transformasi pendidikan yang sedang dijalankan pemerintah. Media dianggap sebagai mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai keberhasilan-keberhasilan kecil di tingkat sekolah yang dipamerkan dalam ajang konsolidasi ini.
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Sebagai penutup, pembukaan pameran ini menjadi pengingat bahwa jalan menuju pendidikan berkualitas masih panjang, namun dapat ditempuh lebih cepat dengan kebersamaan.
Pesan Menteri yang disampaikan kembali oleh Dr. Fajar menjadi benang merah: tanpa semangat gotong royong, mustahil mencapai tujuan besar pendidikan nasional.
Pameran Konsolidasi Nasional 2026 di Sawangan bukan sekadar tumpukan brosur dan pajangan digital. Ia adalah bukti nyata dari kementerian yang mau mendengar, mau menunjukkan hasil kerja, dan mau membuka diri bagi masukan dari seluruh pelosok negeri.
Selama tiga hari ke depan, Sawangan akan menjadi pusat gravitasi pemikiran pendidikan Indonesia, tempat di mana ide-ide besar diterjemahkan menjadi langkah-langkah nyata untuk anak cucu bangsa.
Dr. Suharti menutup laporannya dengan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berkontribusi. "Terima kasih kepada seluruh dukungan. Kami berharap pelaksanaan pameran ini berjalan lancar dan memberikan hasil sesuai harapan kita bersama," pungkasnya.
Pameran resmi dibuka, kopi telah diseduh, dan dialog pendidikan baru saja dimulai. Dari Sawangan, masa depan pendidikan Indonesia sedang ditenun melalui kolaborasi semesta.
Peliput : Aldo Nuhuda , Aufa Azriel dan Wisnu
Penyunting: Eko Widodo dan EB Harsono