Berita
Dr Nia Nurhasanah M.Pd: “Setiap Anak Adalah Ilmuwan Cilik, Lingkungan Sekitar Jadi Laboratorium STEAM Terbaik Bentuk Anak Berpikir Kritis Sejak Usia Dini”
Berita 2026-02-05 | 18:00:00
PAUDPEDIA Jakarta – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggelar webinar bertajuk “STEAM Untuk Ilmuwan Cilik: Pembelajaran Inovatif Sejak Usia Dini” yang disiarkan secara langsung melalui YouTube. Dalam sambutannya sekaligus sebagai keynote speaker, Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd – Direktur PAUD menyatakan bahwa setiap anak memiliki potensi sebagai ilmuwan cilik yang penuh rasa ingin tahu dan gemar mengeksplorasi dunia sekitarnya.
“Pada dasarnya, setiap anak adalah Ilmuwan Cilik. Anak adalah penjelajah yang tidak takut bertanya ‘Mengapa?’ dan ‘Bagaimana?’. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar melakukan eksplorasi terhadap dunia di sekitarnya,” ujar Dr. Nia dalam sambutannya, yang juga menyampaikan salam hormat sesuai dengan beragam keyakinan di Indonesia.
Webinar yang menghadirkan Dr. Widia Winata, S.Pd.I, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai narasumber ini bertujuan untuk membahas penerapan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) pada anak usia dini. Acara yang dipandu oleh moderator M. Akbar Julianto, S.Pd dari TPA Mekar Asih ini diikuti oleh berbagai kalangan.
Peserta dari webinar ini meliputi pendidik, pengelola, tenaga kependidikan PAUD dari seluruh Indonesia, maupun masyarakat umum yang memiliki minat dalam pembelajaran anak usia dini.
Dr. Nia menjelaskan bahwa konsep STEAM kerap dianggap rumit atau berat, namun bagi anak usia dini, pembelajaran ini bukan tentang menghafal rumus atau teori sulit.
Bangun Keterampilan Berpikir Kritis
“Pembelajaran STEAM mengajak anak-anak untuk mengintegrasikan pengetahuan secara menyeluruh sehingga dapat memecahkan masalah sederhana di sekitar mereka. Melalui STEAM, kita tidak hanya mengajarkan muatan pembelajaran, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi yang merupakan bekal penting bagi mereka di masa depan,” jelasnya.
Direktur PAUD menekankan bahwa penerapan pembelajaran STEAM tidak memerlukan biaya mahal atau alat canggih. Lingkungan sekitar menjadi laboratorium terbaik bagi anak-anak untuk belajar secara langsung. Beberapa contoh yang diberikan antara lain saat anak bermain air dan minyak di dapur, mereka belajar tentang berat jenis; saat menyusun ranting dan batu di halaman, mereka mempelajari rekayasa dan matematika; serta saat menggambar imajinasi mereka, mereka belajar seni.
“Menghadirkan pembelajaran STEAM tidak perlu biaya mahal atau alat yang canggih. Lingkungan sekitar kita adalah laboratorium terbaik bagi para Ilmuwan Cilik ini,” tegasnya.
Selain itu, peran pendidik dan orang tua dijelaskan sebagai fasilitator yang hangat yang bertugas menyalakan rasa ingin tahu anak, bukan memadamkannya dengan jawaban instan. Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk bertanya, mencoba, dan bahkan melakukan kesalahan karena dari proses trial and error lah terjadi pembelajaran yang sejati.
“Peran kita, baik sebagai pendidik maupun orang tua, adalah menjadi fasilitator yang hangat. Tugas kita adalah ‘menyalakan’ rasa ingin tahu itu, bukan memadamkannya dengan jawaban-jawaban instan,” ucapnya.
Untuk mendukung implementasi pembelajaran STEAM di tingkat PAUD, Direktorat PAUD telah menyusun Pedoman Ilmuwan Cilik dan Panduan Pembelajaran STEAM. Dokumen ini diharapkan dapat membantu pendidik dan orang tua menciptakan suasana belajar yang bermakna, menggembirakan, dan berpusat pada anak.
Dr. Nia juga mengajak kolaborasi antara sekolah dan rumah sebagai satu kesatuan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan kerja sama yang kuat, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan inovatif sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan Indonesia.
“Mari kita bergandengan tangan. Sekolah dan rumah harus menjadi satu kesatuan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan kolaborasi yang kuat, kita akan mampu mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan inovatif,” pungkasnya.
Pada akhir sambutan, Dr. Nia Nurhasanah mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti webinar dan berharap diskusi yang dihadiri dapat menjadi bekal berharga bagi semua pihak dalam mendukung pembelajaran inovatif sejak usia dini.
Peliput : Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting: Eko B Harsono