Berita
Direktorat PAUD Siapkan 100 Narasumber Nasional Kawal Digitalisasi Pembelajaran PAUD 2026, Bimtek Luring Untuk 960 Satuan PAUD di 38 Provinsi Disiapkan
Berita 2026-02-11 | 07:10:00
PAUDPEDIA Tangerang — Pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan penguatan kapasitas 100 calon narasumber nasional untuk mengawal digitalisasi pembelajaran tahun 2026. Langkah ini menjadi krusial guna memastikan ribuan perangkat teknologi yang telah disalurkan ke berbagai pelosok negeri tidak sekadar menjadi artefak fisik, melainkan mampu mengtransformasi ekosistem belajar anak usia dini secara bermakna.
Pada tahun 2026, Direktorat PAUD telah merancang peta jalan penguatan kapasitas yang masif. Skema tersebut mencakup bimbingan teknis (bimtek) luring bagi 960 satuan PAUD di 38 provinsi, bimtek kolaboratif bersama 34 Unit Pelaksana Teknis (UPT) PAUD Dasmen untuk 3.060 satuan, serta pendampingan intensif bagi 4.080 satuan PAUD di 32 provinsi.
Peningkatan kompetensi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, pemerintah telah mendistribusikan perangkat digital—termasuk Papan Interaktif Digital (PID), laptop, dan konten pembelajaran—ke lebih dari 288.000 sekolah, di mana 64.191 di antaranya adalah satuan PAUD.
Direktur PAUD Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Calon Narasumber Digitalisasi Pembelajaran PAUD di Jakarta, Selasa (10/2/2026), menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan pada pengadaan alat, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia.
"Perangkat digital seperti PID bukanlah pengganti guru. Guru tetap menjadi penentu arah pembelajaran. Teknologi harus menjadi alat bantu untuk memperkaya interaksi dan membangkitkan rasa ingin tahu anak," ujar Nia. Menurutnya, digitalisasi harus tetap berlandaskan pada kepentingan terbaik anak (best interest of the child) dengan menempatkan pedagogi di atas teknologi.
Tantangan Implementasi
Meskipun pada 2025 telah dilakukan penguatan terhadap 5.336 satuan PAUD, jumlah tersebut masih kecil dibandingkan total penerima bantuan. Masen kesenjangan kompetensi antarwilayah menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, 100 narasumber yang dilatih saat ini—berasal dari unsur Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), akademisi, dan praktisi—dipersiapkan menjadi agen perubahan di daerah.
Materi pelatihan tidak hanya berkutat pada aspek teknis operasional PID, tetapi juga strategi integrasi konten digital dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Para peserta juga dilatih mengoptimalkan Platform Rumah Pendidikan (Ruang Murid) agar materi yang disampaikan tetap inklusif dan sesuai dengan tahap perkembangan psikologis anak usia dini.
Pemerintah menyadari bahwa kecanggihan teknologi tanpa pendampingan yang tepat justru berisiko mendistorsi makna bermain sambil belajar. Dengan hadirnya narasumber nasional yang kompeten, diharapkan tercipta efek domino dalam pelatihan pendidik di tingkat daerah.
"Keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan SDM. Perangkat yang canggih tanpa pendidik yang kompeten berisiko tidak memberikan dampak optimal terhadap kualitas lulusan kita," tambah Nia.
Melalui perluasan jangkauan bimtek dan pendampingan di 38 provinsi pada tahun ini, pemerintah optimistis digitalisasi dapat memperkecil celah akses pengetahuan antara sekolah di perkotaan dan daerah tertinggal. Target akhirnya adalah mewujudkan pendidikan anak usia dini yang bermutu, adil, dan berkesadaran di seluruh pelosok negeri.
Peliput : Herry Hartawan dan Firmansyah
Penyunting : Eko B Harsono