Berita
Petualangan Kecil dari Berbagai Penjuru Dunia: Cara Keluarga Menemani Buah Hati dengan Aktivitas Sederhana Setiap Hari
Berita 2026-02-03 | 06:00:00
PAUDPEDIA Jakarta - Di tengah rutinitas yang kadang terasa melelahkan, para orang tua di berbagai negara menemukan kebahagiaan dalam aktivitas sederhana bersama buah hati. Dari ruang tamu yang disulap menjadi kemah kecil, hingga halaman belakang yang berubah menjadi kebun dapur, setiap keluarga punya cara unik mempererat hubungan. Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa parenting bukan soal aktivitas besar dan mahal—tetapi soal waktu, kehadiran, dan kreativitas.
Di Uganda, Odyeny Ivan Eddy setiap hari menciptakan ruang imajinasi baru di rumahnya. Ia menyembunyikan camilan atau mainan di berbagai sudut rumah dan membuat peta harta karun sederhana untuk membantu anak-anak menemukannya.
“Mereka selalu bersemangat setiap kali melihat peta baru,” ungkapnya. Rumah pun berubah menjadi sebuah pulau petualangan, di mana setiap sofa, meja, atau lemari bisa menjadi petunjuk penting menuju “harta karun”. Pada hari-hari tertentu, ia memasang tenda di ruang tamu. Dengan lampu kecil dan bantal yang menumpuk, anak-anak merasakan sensasi berkemah di hutan tanpa perlu keluar rumah. Dan ketika hari cerah, ia menyiapkan keranjang piknik berisi camilan favorit keluarga sebelum pergi ke taman terdekat untuk makan bersama di bawah pepohonan.
Di Kuwait, keluarga Kavita Sarvesh menemukan kebahagiaan mereka lewat musik. “Kami senang bernyanyi bersama,” tuturnya. Anak perempuan sulungnya memainkan gitar, sementara yang bungsu mengikuti irama dengan piano kecilnya. Kavita menyebut mereka sebagai band keluarga—bukan hanya karena mereka memainkan alat musik, tetapi karena harmoni kecil yang tercipta di antara mereka. Irama, tawa, dan suara anak-anak memenuhi ruang keluarga, menciptakan suasana yang hangat setiap hari.
Di Inggris Raya, Karen dan anak-anaknya menjadikan kreativitas sebagai bahasa utama mereka. Kegiatan seni dan kerajinan tangan menjadi rutinitas harian yang tak pernah membosankan. Cat air, kertas warna, lem, dan glitter selalu siap di meja. “Biarkan imajinasi Anda berkeliaran bebas,” katanya. Selain itu, permainan papan, kartu, hingga permainan tradisional seperti
‘Sembunyi-Sembunyi’ dan ‘Menancapkan Ekor pada Kuda’ menjadi favorit keluarga. Ada pula sesi memanggang kue, di mana anak-anak bebas menghias hasilnya sesuai kreativitas—meski kadang topping lebih banyak daripada kuenya.
Di Saint Kitts dan Nevis, Cleo memilih pendekatan yang menenangkan: membaca buku. Ia sering meminta anak laki-lakinya membawa tumpukan buku favorit mereka ke ruang keluarga. “Kami hanya membaca, membaca, dan membaca,” ujarnya sambil tertawa. Aktivitas ini bukan hanya mengembangkan kemampuan literasi, tetapi juga memberikan ruang relaksasi. Di antara halaman-halaman buku, mereka membangun hubungan yang hangat dan mendalam.
Berpindah ke India, Jyoti menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian penting dalam rutinitas bersama anak-anaknya. “Kami memiliki sesi tari harian yang disertai musik,” katanya. Musik mengalun, kaki bergerak, dan tawa memenuhi ruangan.
Setelah puas menari, mereka bermain sembunyi-sembunyi atau mengamati langit, mencari burung, pesawat, hingga bentuk awan yang unik. Aktivitas kecil ini membantu anak-anak melatih pengamatan sekaligus meluangkan waktu berkualitas bersama orang tua.
Di Kenya, Patricia memilih untuk menghabiskan waktu dengan berkebun. Ia bersama anak-anak membuat kebun dapur kecil dari awal dan menanam sayuran favorit mereka. Aktivitas ini sekaligus menjadi pembelajaran sederhana tentang merawat tanaman, kesabaran, dan cinta terhadap lingkungan.
Sedangkan Vincent, juga dari Kenya, menemukan cara lain untuk terhubung dengan anak-anaknya. Ia suka berdiskusi tentang buku yang telah mereka baca atau film yang baru saja mereka tonton.
“Kami membicarakan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka pelajari,” jelasnya. Percakapan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan pikiran serta membangun kemampuan refleksi.
Di Afrika Selatan, Jennifer membagikan rutinitas keluarga yang sederhana namun berarti: berjalan-jalan panjang di luar ruangan, sesi kuis keluarga, dan malam menonton film. Jalan santai membantu anak-anak menyegarkan pikiran, sementara kuis keluarga menciptakan suasana kompetitif yang menyenangkan. Malam film, tentu saja, menjadi penutup yang hangat bagi hari yang panjang.
Di India, Mahek memilih cara yang lebih lembut untuk melibatkan buah hatinya yang masih balita. Ia memberinya ember kecil dan cangkir untuk membantu menyirami tanaman hias. “Dia suka bermain dengan air,” katanya. Aktivitas sederhana ini mengajarkan rasa tanggung jawab sembari memberikan kesempatan eksplorasi sensorik.
Di Zimbabwe, Vee merayakan momen sederhana: menonton film sambil menikmati popcorn bersama keluarga. Meskipun terlihat kecil, momen seperti ini menciptakan kenangan hangat yang akan diingat anak-anak ketika mereka dewasa nanti.
Kisah-kisah keluarga ini, dari benua Afrika hingga Asia, dari Eropa hingga Karibia, menunjukkan bahwa aktivitas parenting tidak harus rumit. Yang terpenting adalah keterlibatan orang tua—hadir, mendengar, bermain, dan tertawa bersama buah hati. Dalam kesederhanaan itulah, masa kecil yang bahagia dibangun, satu hari demi satu hari.
Penulis Eko B Harsono
Sumber
https://www.unicef.org/parenting/parenting-tips-sign-up