Berita
Mendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi 11.000 Sekolah di Daerah Bencana dan 3T, Pidie Jaya Targetkan 72 Satuan Pendidikan
Berita 2026-03-10 | 07:17:00
PIDIE JAYA, PAUDPEDIA — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak bencana. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 11.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia menjadi sasaran utama revitalisasi dengan alokasi anggaran mencapai Rp 14 triliun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka meresmikan selesainya sejumlah proyek revitalisasi satuan pendidikan yang sempat lumpuh akibat bencana alam.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban.
Ia menekankan bahwa arahan Presiden sangat jelas: penanganan bencana harus mencakup masa darurat hingga rekonstruksi yang tuntas.
"Kami berkomitmen pada tahun 2026 ini, revitalisasi diprioritaskan pada tiga kategori utama. Pertama, daerah yang terdampak bencana. Kedua, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, dan ketiga, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," ujar Mu’ti di hadapan jajaran Forkopimda Pidie Jaya dan para pendidik.
Skala Prioritas
Data kementerian menunjukkan bahwa anggaran sebesar Rp 14 triliun lebih telah disiapkan untuk tahap awal guna menyasar sekitar 11.000 satuan pendidikan. Namun, angka ini diproyeksikan akan bertambah seiring dengan pengajuan tambahan anggaran ke DPR RI.
"Sesuai janji Bapak Presiden, kami sedang memproses tambahan anggaran agar dapat menyentuh 60.000 satuan pendidikan di tahun 2026. Untuk tahap pertama yang sudah masuk dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), kami targetkan selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya agar tahun ajaran baru sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar yang ideal," tambah Mu’ti.
Khusus untuk sekolah yang memerlukan relokasi akibat kerawanan lahan pascabencana, Mendikdasmen meminta pemerintah daerah segera memberikan kepastian lahan. Hal ini krusial agar alokasi anggaran 2026 dapat langsung diserap tanpa kendala administrasi pertanahan.
Guna mempercepat proses pembangunan di lapangan, Kemendikdasmen juga memperkuat sinergi lintas sektoral. Mu’ti mengungkapkan adanya Nota Kesepahaman (MoU) dengan Panglima TNI untuk melibatkan personel TNI dalam pembangunan fisik sekolah, terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami menggunakan semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Kerjasama dengan TNI-Polri ini diharapkan membuat akselerasi pembangunan di Sumatera bisa tuntas lebih cepat," katanya.
Capaian Daerah
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya dalam laporannya menyampaikan bahwa pemulihan pendidikan di wilayahnya menunjukkan tren positif. Setelah melewati masa-masa sulit pascabencana, proses pembangunan kembali fasilitas pendidikan dilakukan secara bertahap namun pasti.
Pada tahun 2025, Pidie Jaya telah menyelesaikan revitalisasi sebanyak 30 satuan pendidikan yang terdiri dari 3 Taman Kanak-kanak (TK), 16 Sekolah Dasar (SD), 4 SMP, 5 SMA, dan 2 SMK.
"Tahun 2026 ini, perjuangan belum usai. Saat ini kami sedang dalam proses merevitalisasi 32 TK, 21 SD, 3 SMP, 7 SMK, 8 SMA, dan 1 Sekolah Luar Biasa (SLB). Kami berharap fasilitas yang lebih layak ini meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Pidie Jaya yang merupakan harapan masa depan daerah," papar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari guru hingga orang tua, untuk terus memperkuat semangat gotong royong. Menurutnya, meski daerah pernah dilanda bencana, semangat belajar dan mutu pendidikan tidak boleh surut.
Dalam kunjungan yang berlangsung hangat tersebut, Mendikdasmen juga memberikan suntikan motivasi bagi para siswa dan guru. Mengutip nilai-nilai spiritual, ia mengingatkan bahwa setiap kesulitan selalu dibarengi dengan kemudahan.
"Musibah adalah cara untuk meningkatkan harkat dan martabat kita. Bersama kesulitan itu ada kemudahan. Mari kita semua bangkit dan percaya diri bahwa dengan sinergi, semua masalah dapat kita selesaikan," tutur Mu’ti menutup sambutannya sebelum waktu berbuka puasa tiba. Revitalisasi sekolah di daerah bencana seperti Pidie Jaya diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi gedung, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman (safe school) dan tangguh terhadap potensi bencana di masa depan.
Peliput: Eko Widodo dan Aldo Nurhuda
Penyunting : EB Harsono