Berita
Mendikdasmen Pastikan 95% Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Utara Beroperasi, Revitalisasi 897 Sekolah di Sumut Senilai Rp 852 Miliar Diresmikan
Berita 2026-01-06 | 06:18:00
PAUDPEDIA Medan - Di awal tahun 2026, wajah pendidikan di Provinsi Sumatera Utara mulai menunjukkan transformasi yang signifikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, secara resmi meresmikan sekolah-sekolah penerima bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Sumatera Utara.
Didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto, Ph.D., kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen pemerintah pusat terhadap kualitas infrastruktur pendidikan di daerah.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan bagian dari desain besar pemerintah dalam menyongsong visi Indonesia Emas melalui penguatan sumber daya manusia.
Pilar Asta Cita Menuju SDM Unggul
Dalam pidato arahannya, Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tahun 2025 dan 2026 merupakan tahun kolaborasi besar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga kota untuk bergotong-royong menyukseskan program prioritas Presiden RI yang tertuang dalam Asta Cita keempat, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
"Pilihan utama untuk membangun SDM yang berkualitas adalah melalui pendidikan yang berkualitas. Tidak ada jalan pintas untuk mencapai keunggulan bangsa selain dengan memperbaiki sarana, sistem, dan kesejahteraan pendidiknya," ujar Abdul Mu’ti.
Mendasmen menjelaskan bahwa terdapat tiga amanah prioritas yang saat ini tengah dijalankan oleh kementeriannya. Pertama, program revitalisasi satuan pendidikan. Kedua, program digitalisasi pendidikan yang mencakup pembagian sarana teknologi pembelajaran. Ketiga, peningkatan kualitas serta kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Secara nasional, program revitalisasi ini didukung dengan anggaran fantastis mencapai Rp16,9 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk revitalisasi dan pembangunan unit sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari total tersebut, Mendasmen melaporkan bahwa lebih dari 85% pekerjaan fisik telah selesai dilaksanakan dan manfaatnya kini sudah mulai dirasakan langsung oleh jutaan murid di berbagai pelosok tanah air.
Detail Revitalisasi di Provinsi Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian besar dalam alokasi anggaran pendidikan tahun ini.
Berdasarkan data yang dipaparkan, total anggaran yang dikucurkan untuk Bumi Mulia Raja ini mencapai Rp852.490.307.954 (delapan ratus lima puluh dua miliar empat ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh ribu sembilan ratus lima puluh empat rupiah).
Dana tersebut menyasar 897 satuan pendidikan dengan rincian yang sangat spesifik antar-jenjang:
- PAUD: 34 satuan pendidikan
- SD: 400 satuan pendidikan
- SMP: 240 satuan pendidikan
- SMA: 119 satuan pendidikan
- SMK: 88 satuan pendidikan
- Sekolah Luar Biasa (SLB): 11 satuan pendidikan
- PKBM/SKB (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat): 5 satuan pendidikan
Terkait progres pengerjaan di tingkat provinsi, Abdul Mu’ti memaparkan data yang transparan. Sebanyak 349 satuan pendidikan atau sekitar 39% telah rampung 100%. Sementara itu, 117 sekolah (13,4%) berada pada progres 95% hingga 99%, dan sisanya sebanyak 431 sekolah (48,5%) masih berada dalam tahap penyelesaian di bawah 95%.
Pemerintah optimis sisa pekerjaan ini akan segera tuntas dalam waktu dekat.
Fokus Khusus di Kota Medan
Kota Medan, sebagai ibu kota provinsi, mendapatkan alokasi revitalisasi pada 48 satuan pendidikan dengan total nilai pembangunan mencapai Rp47.407.362.200. Revitalisasi di Kota Medan mencakup 3 PAUD, 6 SD, 6 SMP, 20 SMA, 11 SMK, dan 2 SLB.
Dari 48 sekolah tersebut, progresnya menunjukkan tren positif:
- 21 satuan pendidikan (44%) telah selesai 100%.
- 3 satuan pendidikan (6,3%) dalam tahap finishing (95-99%).
- 24 satuan pendidikan (50%) masih dalam proses pembangunan di bawah 95%.
17 Ribu Papan Interaktif Digital di Sumut
Selain perbaikan fisik gedung, program digitalisasi juga menjadi sorotan. Mendasmen menjelaskan bahwa tahun 2025 ini, pemerintah membagikan 288.865 papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke seluruh Indonesia.
Di Sumatera Utara sendiri, sebanyak 17.073 unit IFP telah dialokasikan. "Saat ini hanya tersisa 8 unit yang masih dalam proses pengiriman. Kami menargetkan pada semester kedua, tepatnya tanggal 5 Januari besok, seluruh papan interaktif ini sudah dapat dipergunakan secara maksimal untuk meningkatkan interaktivitas pembelajaran di kelas," tambah beliau.
Resiliensi Pendidikan Pasca-Bencana
Acara peresmian ini juga menyentuh aspek kemanusiaan terkait dampak bencana alam yang menimpa Sumatera Utara baru-baru ini. Tercatat sebanyak 1.215 sekolah terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Namun, melalui kerja keras pemerintah daerah dan pusat, sebanyak 1.157 sekolah (95,23%) dinyatakan siap kembali beroperasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada 5 Januari 2026.
Masih terdapat 19 sekolah (1,6%) yang terpaksa belajar menggunakan tenda darurat dan 29 sekolah (2,4%) yang masih dalam proses pembersihan material sisa bencana. Menghadapi situasi ini, Kemendasmen telah menerbitkan Surat Edaran khusus mengenai mekanisme pembelajaran dan asesmen bagi sekolah terdampak.
"Kami merancang kurikulum yang fleksibel untuk situasi darurat ini. Sekolah-sekolah yang sarana-prasarananya belum ideal tetap diberikan ruang untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem yang adaptif. Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit dan memastikan hak belajar anak-anak tidak terhenti," tegas Abdul Mu’ti.
Apresiasi dan Harapan Masa Depan
Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Mendasmen menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Bobby Nasution serta jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh. Sinergi ini dianggap kunci suksesnya program nasional di tingkat daerah.
Beliau juga menitipkan pesan menyentuh kepada para siswa yang hadir. "Selamat belajar kembali setelah libur panjang. Bawalah semangat baru, gairah baru untuk mengejar cita-cita. Kalian adalah harapan bangsa, generasi yang kelak akan memimpin Indonesia di masa depan."
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyambut baik bantuan masif ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan agar dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas lulusan di Sumatera Utara.
Dengan diresmikannya bantuan ini, Sumatera Utara kini memiliki fondasi fisik dan digital yang lebih kuat untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi pusat-daerah mampu menjawab tantangan pendidikan di tengah kondisi apapun.
Peliput : Eko B Harsono dan Inne Zahra
Sumber YouTube Kemendikdasmen
InfoTerkini
Peran Guru PAUD Meningkatkan Aktivitas Fisik Anak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-01-06 | 06:15:00
...
selengkapnya