Berita
Direktorat PAUD Pastikan Lentera Satuan PAUD di Aceh Tamiang Tetap Menyala, Senyum Anak Usia Dini Terus Mengembang
Berita 2026-01-07 | 06:27:00
PAUDPEDIA ACEH TAMIANG — Suara tawa anak-anak terdengar samar di antara aroma lumpur yang mulai mengering di sudut-sudut kelas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Setelah terjangan banjir dan longsor melumpuhkan aktivitas pada Desember 2025 lalu, hari itu menjadi penanda babak baru: dimulainya semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 di tengah keterbatasan yang masih mengepung.
Di tengah upaya warga sekolah memulihkan diri, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd. dan Tim Direktorat PAUD hadir di Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah dan Pidie membawa misi kemanusiaan memenuhi hak pendidikan generasi emas anak Indonesia.
Kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan upaya memastikan bahwa fondasi pendidikan paling dasar—anak usia dini—tetap tegak meski diterpa bencana. Tim Direktorat PAUD juga memberikan layanan psikosial dan trauma healing bagi ekosistem satuan PAUD terdampak.
Sentuhan bagi Fondasi Bangsa
Nia Nurhasanah mengunjungi sejumlah titik satuan PAUD yang terdampak cukup parah. Dalam kunjungannya, ia menyerahkan bantuan stimulan yang diharapkan dapat menghidupkan kembali gairah belajar anak-anak.
Di Sekolah Inspirasi Bangsa 1, Direktur PAUD menyerahkan paket bantuan berupa playmate, Alat Peraga Edukasi (APE), 20 paket perlengkapan sekolah (school kit), serta dana tunai sebesar Rp 5 juta.
Langkah serupa dilakukan di TK Adhyaksa XLI dan TK Islam Nasrullah. Di TK Islam Nasrullah, yang memiliki 53 peserta didik, setiap anak menerima school kit baru untuk menggantikan peralatan mereka yang hanyut atau rusak terendam air.
Sementara itu, di TK ABA Kuala Simpang dan TK Bhayangkari, masing-masing mendapatkan dukungan playmate, APE, serta 50 paket school kit dan dana bantuan operasional masing-masing Rp 5 juta.
"Pendidikan anak usia dini adalah masa keemasan yang tidak boleh terputus, apa pun kondisinya. Bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan anak-anak kita tetap bisa bermain dan belajar, meski dalam suasana transisi pascabencana," ujar Nia di sela-sela kunjungannya.
Belajar di Atas Terpal
Kondisi di lapangan memang belum sepenuhnya pulih. Gambaran nyata terlihat di SD Negeri 1 Karang Baru. Meja dan kursi banyak yang rusak, sementara ruang kelas masih dalam proses pembersihan dari sisa material sedimen banjir. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dengan sarana seadanya.
Di beberapa kelas, guru dan siswa terpaksa duduk lesehan beralaskan terpal.
Absensi pun belum penuh. Sebagian peserta didik masih berada di pengungsian atau ikut orang tua mereka yang mengungsi ke luar daerah karena rumah mereka belum layak huni. Namun, semangat tidak surut.
Hari pertama sekolah diisi dengan sesi berbagi cerita (storytelling). Anak-anak berkisah tentang pengalaman mencekam saat banjir datang—sebuah metode pemulihan psikososial sederhana namun krusial untuk menyembuhkan trauma mereka.
Kebersamaan juga terpupuk di ruang-ruang darurat itu. Saat jam istirahat tiba, para guru memastikan tidak ada siswa yang kelaparan. Mereka berbagi bekal kepada anak-anak yang keluarganya belum sempat menyiapkan makanan karena dapur rumah yang masih berlumpur.
Skala Dampak yang Luas
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan betapa masifnya dampak bencana kali ini. Sebanyak 2.756 satuan pendidikan di seluruh Aceh terdampak banjir dan longsor. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 2.226 sekolah telah berhasil kembali beroperasi, meski mayoritas masih tertatih dalam tahap pemulihan.
Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen tidak tinggal diam. Hingga saat ini, dukungan masif telah disalurkan, meliputi:
- 15.500 paket school kit.
- 78 unit tenda darurat sebagai ruang kelas pengganti.
- 100 unit ruang kelas darurat.
- Dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp 11,3 miliar.
- Dana dukungan psikososial sebesar Rp 300 juta.
- 90.000 buku pelajaran.
Selain dukungan fisik, kesejahteraan para pendidik juga menjadi perhatian. Pemerintah menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana dengan total alokasi yang mencapai miliaran rupiah: Rp 758 juta untuk guru PAUD, Rp 8,2 miliar untuk guru pendidikan dasar, dan Rp 6,7 miliar untuk tingkat pendidikan menengah.
Kurikulum Adaptif: Dari Darurat ke Resiliensi
Langkah pemulihan ini tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui peta jalan kurikulum penanggulangan dampak bencana yang sistematis.
Pada fase Tanggap Darurat (0–3 bulan), sekolah-sekolah di Aceh Tamiang kini menerapkan kurikulum "Minimum Esensial". Fokusnya bukan pada penuntasan materi akademik berat, melainkan literasi dan numerasi dasar, kesehatan dini, serta edukasi mitigasi bencana agar anak-anak tahu apa yang harus dilakukan jika bencana serupa berulang.
Memasuki fase Pemulihan Dini (3–12 bulan), kurikulum akan berubah menjadi kurikulum adaptif berbasis krisis. Di sini, mitigasi bencana mulai diintegrasikan ke dalam mata pelajaran reguler dengan asesmen yang lebih fleksibel.
Harapannya, dalam jangka panjang (1–3 tahun), pendidikan kebencanaan akan menjadi bagian permanen dari sistem pendidikan di Aceh, menciptakan generasi yang lebih tangguh dan inklusif.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian dan Lembaga terkait terus berkomitmen mendampingi Aceh Tamiang. Kehadiran pejabat negara seperti Dr. Nia Nurhasanah menjadi simbol bahwa di tengah duka akibat alam, masa depan anak-anak di Serambi Mekkah tidak boleh tenggelam.
Di ruang-ruang PAUD yang baru saja dibersihkan, pendidikan Aceh sedang merajut kembali asanya. Meski pelan, langkah itu pasti. Sebab, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar paling permanen dari setiap krisis yang melanda bangsa.
Peliput : Aldo Nurhuda dan Firmansyah
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Peran Guru PAUD Meningkatkan Aktivitas Fisik Anak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-01-06 | 06:15:00
...
selengkapnya