Berita
Kemenko PMK Tegaskan Penguatan Ekosistem PAUD Nasional Melalui Forum ECED 2025 di Jakarta
Berita 2025-12-24 | 11:15:00
PAUDPEDIA JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mempertegas komitmennya dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang tangguh sejak usia dini. Hal ini menjadi poin utama dalam penyelenggaraan Forum Early Childhood Care and Education Development (ECED) 2025 yang berlangsung di Jakarta.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, yang akrab disapa Lisa, menekankan bahwa penguatan ekosistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan investasi paling krusial bagi masa depan bangsa.
Menurutnya, layanan PAUD yang berkualitas adalah kunci dalam memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi emas Indonesia 2045. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin diakui dunia sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Kajian berbagai lembaga internasional dan para pakar terkemuka menyimpulkan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan salah satu strategi paling menguntungkan bagi negara, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pembangunan jangka panjang.
Salah satu tokoh paling berpengaruh dalam hal ini adalah Profesor James J. Heckman, peraih Hadiah Nobel di bidang Ekonomi tahun 2000. Dalam berbagai penelitiannya, Heckman menyatakan bahwa investasi pada anak usia dini menghasilkan tingkat pengembalian (return on investment) yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi pendidikan pada usia yang lebih tua.
Menurut Heckman dalam bukunya berjudul The earlier the investment, the higher the return menegaskan pentingnya investasi negara pada jenjang PAUD. James Heckman dan timnya menemukan bahwa program PAUD yang berkualitas dapat meningkatkan kapasitas kognitif, sosial, dan emosional anak, mengurangi angka putus sekolah, menurunkan tingkat kriminalitas, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja di masa depan. Return ekonominya bisa mencapai 7-13% per tahun, jauh melampaui banyak bentuk investasi publik lainnya,
Sinergi Lintas Sektor sebagai Kunci
Dalam forum tersebut, Lisa menyampaikan bahwa pembangunan PAUD tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah tengah mendorong implementasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan dasar anak secara menyeluruh.
"Kita tidak hanya bicara soal pendidikan, tetapi juga tentang kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Seluruh elemen ini harus terintegrasi dalam satu ekosistem yang kuat agar stimulasi yang diberikan kepada anak menjadi optimal," ujar Lisa.
Forum ECED 2025 ini juga menyoroti pentingnya konvergensi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah pemerataan kualitas layanan di seluruh pelosok negeri, terutama dalam menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu dan daerah tertinggal. Kemenko PMK berperan memastikan bahwa koordinasi antar kementerian/lembaga berjalan selaras guna menutup celah kesenjangan layanan tersebut.
Kolaborasi Strategis SEAMEO CECCEP dan Direktorat PAUD
Upaya penguatan ekosistem ini semakin diperkuat dengan adanya kolaborasi strategis antara SEAMEO CECCEP (Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting) dengan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kemendikbudristek.
Kerja sama ini menjadi narasi penting dalam pengembangan standar layanan PAUD di tingkat regional. SEAMEO CECCEP, sebagai pusat keunggulan regional di bidang anak usia dini dan pengasuhan, berperan aktif dalam menyediakan riset, pengembangan model pendidikan, serta peningkatan kapasitas bagi para pendidik.
Bersama Direktorat PAUD, SEAMEO CECCEP fokus pada penyusunan modul pengasuhan dan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman namun tetap berbasis pada nilai-nilai budaya lokal. Sinergi ini memastikan bahwa guru-guru PAUD di Indonesia memiliki kompetensi global dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah penguatan keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak. Kolaborasi ini meyakini bahwa ekosistem PAUD yang sehat tidak hanya tercipta di dalam ruang kelas, tetapi juga harus berlanjut di lingkungan rumah melalui pola asuh yang positif dan suportif.
Menuju Layanan PAUD yang Berkualitas dan Merata
Melalui Forum ECED 2025, para pemangku kepentingan sepakat bahwa digitalisasi data dan pemanfaatan teknologi menjadi instrumen penting untuk memantau perkembangan anak secara real-time. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam melakukan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Sebagai penutup, Kemenko PMK mengajak seluruh lapisan masyarakat, sektor swasta, dan organisasi internasional untuk terus bahu-mambahu dalam memajukan PAUD. Dengan ekosistem yang kokoh dan kolaborasi internasional yang kuat seperti yang ditunjukkan oleh SEAMEO CECCEP, Indonesia optimis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat dan memiliki karakter yang kuat.
Penyunting Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers Kemenko PMK