Berita
Kemendikdasmen Terapkan Kurikulum Khusus, 85% Sekolah Terdampak Bencana Siap Mulai Semester Genap 2026
Berita 2026-01-05 | 06:55:00
PAUDPEDIA Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan layanan pendidikan di daerah terdampak bencana tetap berjalan. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 85 persen sekolah di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah siap melaksanakan pembelajaran semester genap yang dijadwalkan mulai 5 Januari 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa dari total 4.149 satuan pendidikan yang terdampak, sebanyak 3.508 sekolah sudah siap beroperasi kembali. Sisanya, 587 sekolah masih dalam proses pembersihan, dan 54 sekolah akan melaksanakan aktivitas belajar-mengajar di tenda darurat.
"Anak-anak harus tetap belajar dan hak pendidikan mereka harus terpenuhi meskipun dalam kondisi pemulihan pascabencana. Kami memberikan fleksibilitas penuh agar pembelajaran tetap berjalan aman dan adaptif," ujar Abdul Mu'ti dalam taklimat media di Gedung BNPB, Jakarta.
Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana
Sebagai langkah strategis, Kemendikdasmen resmi menerapkan "Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana". Kurikulum ini dirancang secara berjenjang berdasarkan fase pemulihan:
- Fase Tanggap Darurat (0-3 bulan): Kurikulum disederhanakan dengan fokus pada literasi dan numerasi dasar, kesehatan, keselamatan diri, serta dukungan psikososial.
- Fase Pemulihan Dini (3-12 bulan): Mulai mengintegrasikan mitigasi bencana ke mata pelajaran relevan dengan jadwal pembelajaran yang fleksibel dan asesmen transisi.
- Fase Pemulihan Lanjutan (1-3 tahun): Pendidikan kebencanaan diintegrasikan secara permanen guna membangun ekosistem pendidikan yang tangguh.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan. Panduan ini menjadi rujukan bagi sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan pada tahap prabencana hingga pascabencana.
Dukungan Sarana dan Kesejahteraan Guru
Selain kurikulum, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk menunjang kegiatan belajar. Bantuan tersebut meliputi 27.000 paket peralatan sekolah (school kit), 147 tenda, 160 ruang kelas darurat, hingga 212.000 eksemplar buku bacaan.
Tak hanya infrastruktur, aspek kesejahteraan pendidik juga menjadi prioritas. Kemendikdasmen menyalurkan Tunjangan Khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di daerah terdampak dengan total anggaran mencapai Rp32,7 miliar. Rinciannya, Rp15,7 miliar untuk Aceh, Rp5,5 miliar untuk Sumatra Barat, dan Rp11,5 miliar untuk Sumatra Utara.
Pemerintah mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat dan mengutamakan keselamatan peserta didik dalam setiap aktivitas pembelajaran di tengah masa pemulihan ini.
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers BKHM Kemendikdasmen