Berita
Direktorat PAUD Lakukan Percepatan Transformasi Pembelajaran Melalui Bimtek Digitalisasi Angkatan I Berbasis Etika dan Inovasi
Berita 2026-02-18 | 07:20:00
BEKASI PAUDPEDIA — Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di jenjang pendidikan paling dasar di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Angkatan 1 Tahun 2026 yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan berlangsung hingga Sabtu (14/2/2026) di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center yang dikuti oleh ini bertujuan memperkuat kompetensi pendidik dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa inovasi digital tidak hanya menyentuh pendidikan menengah, tetapi juga berakar kuat pada layanan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Tiga Pilar Transformasi
Dalam sambutan pembukaannya, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Harris Iskandar, Ph.D., menekankan bahwa urgensi digitalisasi di level PAUD sudah tidak dapat ditawar lagi di era global saat ini.
Menurutnya, teknologi harus diposisikan sebagai pengungkit mutu layanan pendidikan yang berorientasi pada masa depan anak. Harris memaparkan bahwa kebijakan digitalisasi pembelajaran ini bertumpu pada tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah penyediaan perangkat keras. Pemerintah menyalurkan paket bantuan digitalisasi pembelajaran kepada satuan PAUD yang telah lolos proses verifikasi dan validasi data melalui dinas pendidikan setempat.
"Kementerian melakukan konfirmasi kesediaan sekolah sebagai penerima manfaat untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar digunakan," ujar Harris.
Pilar kedua mencakup penyediaan konten interaktif. Harris menjelaskan bahwa konten-konten ini dirancang khusus agar mudah diakses melalui tiga jalur: platform Rumah Pendidikan pada menu Sumber Belajar, Mini Portal untuk kebutuhan pelatihan luring, serta penyediaan data melalui media penyimpanan eksternal (harddisk) guna menjangkau wilayah dengan kendala konektivitas internet.
Pilar ketiga adalah kapasitas sumber daya manusia melalui bimbingan teknis dan pelatihan. Sasaran utama kegiatan ini adalah kepala sekolah dan guru dari satuan PAUD penerima bantuan.
Metode pelatihan dirancang secara hibrida, mencakup pertemuan luring, daring, webinar, hingga penyediaan modul untuk pelatihan mandiri yang komprehensif.
Alat Bantu, Bukan Tujuan
Meski mendorong penggunaan teknologi secara masif, Harris memberikan catatan kritis mengenai filosofi pendidikan digital bagi anak usia dini. Ia mengingatkan bahwa perangkat digital hanyalah alat bantu (tools), bukan tujuan akhir dari proses pendidikan yang sebenarnya.
"Etika penggunaan perangkat digital sangat penting. Harapannya, perangkat ini mampu mendorong kreativitas guru dan anak dalam menciptakan proses belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berkesadaran. Jangan sampai teknologi justru menjauhkan interaksi kemanusiaan yang menjadi ruh utama di PAUD," tegas Harris Iskandar.
Bimbingan teknis ini secara spesifik dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi guru dalam menggunakan teknologi digital sebagai media pembelajaran.
Selain kemampuan teknis, para peserta juga dilatih untuk merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembelajaran digital yang tetap menjaga karakteristik unik perkembangan anak usia dini yang menarik dan interaktif.
Komitmen Integritas
Selain fokus pada aspek pedagogis, momentum ini juga digunakan oleh Direktorat PAUD untuk mempertegas komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih. Saat ini, Direktorat PAUD Kemendikdasmen sedang membangun Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI-WBBM).
Langkah ini diharapkan dapat menjamin bahwa seluruh proses distribusi bantuan digitalisasi dan penyelenggaraan pelatihan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik maladministrasi.
Dengan integritas birokrasi yang kuat, diharapkan efektivitas program digitalisasi ini dapat dirasakan langsung oleh satuan pendidikan di berbagai pelosok daerah.
Melalui ruang bimbingan teknis ini, para pendidik juga difasilitasi untuk melakukan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik (best practices).
Kolaborasi antar-satuan PAUD diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pemanfaatan bahan ajar digital interaktif yang tetap berpijak pada kebutuhan emosional dan kognitif anak usia dini.
Peliput : Firmansyah dan Kharisma
Penyunting: Eko B Harsono