Berita
Bangun Sahur Tanpa Drama: Cara Membantu Anak Tetap Tenang
Ruang Artikel 2026-02-18 | 11:30:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, membangunkan anak untuk sahur sering kali tidak mudah. Anak masih mengantuk, mudah marah, atau enggan bangun. Hal ini wajar karena waktu tidur anak berkurang dan tubuhnya belum siap bangun lebih awal.
Pola tidur anak sangat mempengaruhi suasana hatinya. Saat waktu tidur berkurang atau rutinitas berubah, anak bisa menjadi lebih sensitif dan mudah rewel. Karena itu, cara orang tua membangunkan anak sangat berpengaruh pada suasana hati anak saat sahur.
Berikut adalah tips membangunkan anak sahur agar tidak tewel;
-
Biasakan anak tidur tepat waktu
Tidur lebih awal membantu anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup meskipun harus bangun sahur. Anak yang tidurnya cukup akan lebih mudah bangun, suasana hatinya lebih stabil, dan tidak mudah rewel saat sahur.
-
Bangunkan anak dengan lembut dan penuh kasih
Di waktu sahur, anak masih sangat mengantuk. Bangunkan dengan suara pelan, sentuhan hangat, dan sapaan yang menenangkan agar anak tidak kaget.
-
Beri waktu anak menyesuaikan diri
Setelah bangun, biarkan anak duduk atau berbaring sejenak. Waktu singkat ini membantu anak lebih tenang sebelum diajak sahur.
-
Dampingi anak saat bangun tidur
Kehadiran Ayah atau Bunda membuat anak merasa aman. Anak akan lebih siap bangun ketika merasa ditemani, bukan dipaksa.
-
Jaga suasana sahur tetap tenang
Usahakan suasana rumah tetap damai. Hindari nada tinggi atau tergesa-gesa karena dapat memicu anak menjadi rewel.
-
Siapkan rutinitas Ramadhan yang konsisten
Jam tidur yang cukup dan kebiasaan sahur yang sama setiap hari membantu anak beradaptasi selama Ramadhan.
Demikian beberapa tips yang dapat Ayah Bunda lakukan untuk menjadikan sahur momen hangat dan menyenangkan bagi anak.
Yuk lebih sabar lagi!
Penulis : Anisa Rahmadanti
Editor : Dr. Ifina Trimuliana, M.Pd
Kurator : Ekho Widodo, M.Ars.
Referensi
Félix, A., & Candeias, A. (2025). Sleep as a developmental process: A systematic review of cognitive, emotional, and behavioral outcomes in children aged 6–12 years. Clocks & Sleep, 7(4), 66.
Ikawati, Y., & Nurahmawati, D. (2021). PENGARUH PUASA RAMADHAN TERHADAP KECUKUPAN JAM TIDUR ANAK SEKOLAH DASAR (SD) KELAS 2 DAN 3. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 840-856).