Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB): Membangun minimal 1 Ruang Kelas Baru yang adaptif dan aman untuk anak usia dini.
Pengadaan Wahana Bermain Edukatif: Menyediakan minimal 4 jenis wahana bermain outdoor utama yang baru/direvitalisasi (seperti perosotan, ayunan g, jembatan keseimbangan, dan mangkok putar) yang ramah anak usia dini.
Menyalurkan paket APE dalam secara 100% merata ke 30 Pos PAUD yang terdaftar di wilayah sasaran tanpa ada yang terlewat.
Pemenuhan Hak Sipil Anak Cepat Tanggap: Target 100% anak dari pasangan yang melakukan legalisasi pernikahan (sidang isbat/pencatatan susulan) langsung mendapatkan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) tanpa jeda waktu tunggu yang lama.
100% Kepemilikan Akta Kelahiran: Memastikan seluruh anak (usia 0–6 tahun) yang terjaring dalam basis data program mendapatkan Akta Kelahiran resmi dari Dispendukcapil.
100% Pemenuhan Target Sasaran: Mendampingi secara intensif seluruh 15 Day Care target yang belum berizin di Kota Salatiga hingga siap mengajukan dokumen perizinan.
Program NGAYOMI ditargetkan secara khusus, selektif, dan tepat sasaran kepada 20 siswa anak PAUD dari keluarga kurang mampu di Kota Salatiga yang telah diverifikasi melalui basis data kemiskinan daerah.
Memulihkan kebugaran fisik dan menstimulasi motorik kasar siswa PAUD pascalibur panjang melalui partisipasi senam ceria secara serentak di awal semester baru, sekaligus menguatkan karakter positif anak seperti disiplin, fokus, dan percaya diri, serta mem
Melibatkan seluruh siswa PAUD (anak usia di bawah 5-6 tahun) di satuan pendidikan sasaran untuk aktif mengikuti rangkaian petualangan literasi di Dunia "Sinisa".
Peningkatan Kesadaran Nilai Moral: Minimal 90% anak mampu mengidentifikasi dan membedakan antara perilaku terpuji (akhlak mulia) dan perilaku tercela dari karakter-karakter yang ada di dalam film.
Anak-anak menunjukkan sikap spontan untuk menjaga kebersihan selama acara Hari Anak Nasional berlangsung, ditandai dengan zero-waste habit (tidak meninggalkan sampah bekas konsumsi mereka sendiri di area lapangan/kegiatan).
Terwujudnya Fondasi Karakter Moral dan Etika Sejak Dini: Anak-anak mampu memahami, menginternalisasi, dan mempraktikkan nilai-nilai moral dasar
Pengelola dan pendidik PAUD mampu memahami landasan hukum, konsep dasar, dan 5 pilar utama PAUD HI (Pendidikan, Kesehatan & Gizi, Pengasuhan, Perlindungan, dan Kesejahteraan).
setiap satuan PAUD tidak lagi berjalan sendiri dalam mendidik anak, melainkan mampu merancang "cakap keluarga"—sebuah ekosistem di mana orang tua menjadi mitra strategis sekolah yang berdaya dan cakap dalam mendampingi generasi emas.
Cakupan Maksimal: Tercapainya target 100% anak usia dini di lingkungan satuan PAUD dan wilayah Posyandu binaan mendapatkan Vitamin A (Kapsul Biru/Merah) dan obat cacing sesuai usianya.
Melalui sinergi dalam workshop SEMAI, diharapkan terbentuk sebuah ekosistem pemantauan anak yang komprehensif. Guru PAUD dan TK mampu mengintegrasikan metode observasi SDIDTK ke dalam kegiatan belajar-mengajar, dan Kader Posyandu memiliki akurasi yang leb
Pendidik PAUD di Salatiga yang berdaya, empatik, dan terampil dalam menangani kelas yang beragam.
Terjangkau dan teredukasinya orang tua atau keluarga yang memiliki anak disabilitas.
Orang tua memiliki bekal ilmu yang memadai tentang tahap perkembangan anak usia dini, mampu memberikan stimulasi yang tepat di rumah, serta lebih sabar dan bijak dalam menanamkan budi pekerti (karakter) tanpa kekerasan.
Terpantaunya Satuan PAUD yang terdaftar sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Minimal 90% siswa baru menunjukkan emosi positif (tersenyum, tertawa, atau tenang) dan tidak lagi menangis atau histeris saat berpisah dengan orang tua di area kelas pada hari ketiga.
Minimal 95% anak lulusan PAUD memasuki hari pertama di Sekolah Dasar dengan rasa percaya diri, ceria, dan bebas dari kecemasan atau ketakutan berlebih.
Minimal 90% anak usia dini di satuan PAUD memahami konsep dasar perlindungan diri sederhana, seperti mengenali sentuhan aman dan tidak aman melalui metode bernyanyi dan cerita.
Sebanyak 85% anak yang difasilitasi menunjukkan pemulihan psikologis yang signifikan (kembali ceria, aktif berinteraksi, dan mau bersekolah) dalam waktu satu semester.
Minimal 85% anak yang terlibat aktif menunjukkan penguatan nilai karakter kebersamaan, sportivitas (mau menerima kekalahan), dan gotong royong selama permainan tradisional berlangsung.
Sebanyak 85% satuan PAUD yang didampingi berhasil meraih peningkatan status kelayakan mutu akreditasi (minimal meraih predikat B atau Terakreditasi).
Minimal 85% pendidik PAUD yang didampingi menunjukkan peningkatan performa mengajar dalam aspek perancangan dan pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak.
Sebanyak 90% guru PAUD sasaran mampu mengadopsi dan mempraktikkan minimal 2 materi asyik/tren baru (seperti pemanfaatan teknologi digital ramah anak atau metode deep learning yang menyenangkan) dalam pembelajaran pasca-pertemuan.
Terwujudnya 100% draf naskah akademik dan finalisasi Peraturan Walikota (Perwali) tentang PAUD HI yang siap disahkan sesuai dengan lini masa legislasi daerah.
Terbentuknya 100% struktur kepengurusan Gugus Tugas PAUD HI di tingkat kecamatan/gugus yang melibatkan unsur pendidikan, kesehatan (Puskesmas), dan perlindungan anak.
Seluruh TK sasaran (100%) diterbitkan Surat Keputusan (SK) Dinas Pendidikan Kota Salatiga yang sah mengenai sekolah PAUD Holistik Integratif.
Minimal 90% data identitas peserta didik, orang tua, dan pendidik (seperti NIK dan NISN) berhasil sepadan dan valid dengan data kependudukan pusat.
Minimal 90% satuan PAUD sasaran berhasil mencapai rasio ideal antara jumlah guru dan peserta didik di setiap rombongan belajar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Sebanyak 100% anak usia dini yang menjadi sasaran prioritas menerima hak bantuan biaya personal secara utuh tanpa ada yang terlewat.
Tercapainya status 100% tertib, transparan, dan bebas dari kesalahan administratif dalam penyusunan serta pelaporan SPJ dana operasional sekolah, seperti BOP PAUD.
Minimal 90% satuan PAUD didampingi berhasil mengintegrasikan materi sosialisasi ke dalam program kerja tahunan sekolah, termasuk penjadwalan deteksi dini tumbuh kembang anak.
Terjadinya peningkatan positif pada perilaku, kemandirian, dan kesiapan belajar anak di kelas sebesar 85% berdasarkan instrumen evaluasi reflektif yang diisi bersama oleh guru dan orang tua.
Minimal 85% anak usia dini menunjukkan peningkatan positif dalam aspek sosial-emosional, seperti sikap antre, gotong royong, menghormati teman, dan sopan santun melalui pembiasaan gerak tari bermakna.
Terlibatnya minimal 90% anak usia dini dari seluruh satuan PAUD di Salatiga dalam rangkaian unjuk kreativitas dan gerak kolosal tanpa membedakan latar belakang kemampuan anak.
Program sosialisasi terlaksana di Kelurahan kumpulrejo
Konten edukasi PIRSO terdistribusi dan menjangkau akun-akun warga atau komunitas yang berdomisili di 4 kecamatan dan 23 kelurahan di Kota Salatiga ( pemberian informasi yang akurat dan tuntas.
Masyarakat Kota Salatiga mengetahui dan memahami penguatan karakter anak usia dini melalui 7 KAIH
Setiap kontribusi adalah investasi nyata untuk masa depan generasi Kota Salatiga.