Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten/Kota dan Desa memiliki kebijakan, alokasi anggaran, bantuan sarana/prasarana/RKB, Beasiswa, Bimtek Akreditasi, dan program lainnya bagi PAUD, Pendidik, dan Peserta Didik, karena PAUD minim dukungan.
90% Paud di Jateng terakreditasi B, 97% PAUD menerapkan min 6 Indikator PAUD HI, 27% Guru sudah tersertifikasi, 70% studi sesuai kualifikasi.
Meningkatnya APK PAUD Jateng, jumlah sekolah PAUD dan dukungan masyarakat dalam penyelenggaraan PAUD (PKK, Posyandu, RW, CSR dll)
35 Kabupaten/Kota memiliki Bunda PAUD, Pokja Bunda PAUD, program kerja, media publikasi dan PIJAR, serta terselenggaranya Rakor, Apresiasi , dan kunjungan/dialog Bunda Paud Kabupaten/Kota.
Dilakukannya CILUKBA (Crito lan Dolanan Kaliyan Bapak/bercerita & bermain dg bapak) di 6 Karesidenan dan gerakan ayah mengantar anak PAUD ke sekolah.
Lahirnya dukungan dari perguruan tinggi, BUMN, BUMD, BAZNAS, CSR Swasta, organisasi profesi, organisasi guru PAUD, Ormas dan organisasi keagamaan untuk mendukung peningkatan kualitas PAUD dan pemerataan akses bagi anak usia 0-6th di Jawa Tengah
Setiap kontribusi adalah investasi nyata untuk masa depan generasi .