Dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan PAUD di Kabupaten Sintang, bersama-sama mendorong kualitas layanan PAUD yang semakin merata, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak.
Tren APS PAUD Kabupaten Sintang dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif yang konsisten.
APS PAUD Kabupaten Sintang menuju target 2026.
Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang terletak di bagian timur wilayah provinsi dan menjadi daerah strategis karena berada pada jalur penghubung antarkabupaten serta wilayah perbatasan. Secara geografis, Kabupaten Sintang terletak pada kisaran: 1Β°05β Lintang Utara β 0Β°46β Lintang Selatan 110Β°50β β 113Β°20β Bujur Timur 2. Batas Wilayah Kabupaten Sintang berbatasan dengan: Utara: Kabupaten Kapuas Hulu dan Malaysia Timur Selatan: Kabupaten Melawi Barat: Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau Timur: Kabupaten Kapuas Hulu dan Provinsi Kalimantan Tengah 3. Luas Wilayah Kabupaten Sintang memiliki luas wilayah sekitar 21.635 kmΒ², menjadikannya salah satu kabupaten terluas di Kalimantan Barat. Luas wilayah yang besar ini menyebabkan tantangan pemerataan layanan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur Jumlah penduduk Kabupaten Sintang diperkirakan lebih dari 430.000 jiwa yang tersebar pada 14 kecamatan, ratusan desa, dan kelurahan. 2. Administrasi Wilayah Kabupaten Sintang terdiri atas: 14 kecamatan 391 desa 16 kelurahan
1. Struktur Sosial Masyarakat Kabupaten Sintang memiliki struktur sosial masyarakat yang heterogen dengan keberagaman etnis, budaya, bahasa, dan agama. Masyarakat terdiri dari berbagai suku, antara lain: Dayak Melayu Jawa Tionghoa Batak Flores serta etnis lainnya. Keberagaman ini membentuk karakter masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan kearifan lokal sebagai modal sosial pembangunan daerah. Struktur Ekonomi Kabupaten Sintang 1. Sektor Ekonomi Dominan Perekonomian Kabupaten Sintang ditopang oleh beberapa sektor utama, yaitu: a. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Sektor ini merupakan penyumbang utama perekonomian daerah dengan komoditas unggulan: padi jagung hortikultura karet kelapa sawit perikanan air tawar Sebagian besar masyarakat Kabupaten Sintang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan.
VISI DAN MISI PEMBANGUNAN PAUD KABUPATEN SINTANG Visi βTerwujudnya layanan Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Sintang yang berkualitas, merata, inklusif, dan holistik integratif dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta berdaya saing.β Visi ini menekankan bahwa pembangunan PAUD di Kabupaten Sintang diarahkan pada: pemerataan akses layanan PAUD hingga wilayah desa, pedalaman, dan perbatasan; peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini; penguatan karakter dan budaya lokal; integrasi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Misi 1. Meningkatkan akses dan pemerataan layanan PAUD Mendorong tersedianya layanan PAUD yang terjangkau dan berkualitas di seluruh wilayah Kabupaten Sintang, termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. 2. Meningkatkan mutu penyelenggaraan PAUD Menguatkan kualitas pembelajaran, tata kelola lembaga, akreditasi, dan standar layanan PAUD sesuai kebijakan nasional. 3. Mengembangkan layanan PAUD Holistik Integratif (HI) Mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan anak, pengasuhan, dan kesejahteraan dalam satuan PAUD. 4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Mendorong peningkatan kapasitas guru PAUD melalui pelatihan, pendampingan, workshop, dan komunitas belajar. 5. Memperkuat peran keluarga dan masyarakat Meningkatkan partisipasi orang tua, masyarakat, organisasi mitra, dan pemerintah desa dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. 6. Mewujudkan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan Mendorong kesiapan bersekolah melalui penguatan fondasi literasi, numerasi, karakter, dan sosial emosional anak tanpa tes calistung. 7. Menguatkan pendidikan karakter dan budaya lokal Menanamkan nilai agama, moral, disiplin, cinta lingkungan, gotong royong, dan pengenalan budaya lokal Kabupaten Sintang sejak usia dini. 8. Meningkatkan sarana dan prasarana PAUD Mendorong ketersediaan sarana pembelajaran yang aman, nyaman, ramah anak, inklusif, dan memenuhi standar pelayanan minimal. Tujuan Strategis Pembangunan PAUD Kabupaten Sintang Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD. Meningkatkan jumlah satuan PAUD terakreditasi. Meningkatkan kualitas layanan PAUD Holistik Integratif. Menurunkan kesenjangan layanan PAUD antarwilayah. Mendukung penyiapan Generasi Emas Indonesia 2045 dari Kabupaten Sintang.
IMPLEMENTASI / GAMBARAN ARAH KEBIJAKAN PAUD BERMUTU KABUPATEN SINTANG 1. Pemerataan Akses Layanan PAUD Implementasi kebijakan PAUD bermutu di Kabupaten Sintang diarahkan pada perluasan akses layanan PAUD yang merata hingga seluruh wilayah, terutama daerah pedalaman, terpencil, dan perbatasan. Bentuk implementasi: penguatan program 1 Desa 1 PAUD; pendataan anak usia 5β6 tahun yang belum mengakses PAUD; advokasi pemerintah desa untuk mendukung operasional PAUD melalui dana desa; pembentukan dan penguatan satuan PAUD baru pada wilayah yang belum terlayani optimal. Gambaran hasil yang diharapkan: meningkatnya akses anak usia dini terhadap layanan pendidikan prasekolah; berkurangnya kesenjangan layanan PAUD antarwilayah. 2. Peningkatan Mutu Pembelajaran PAUD Arah kebijakan mutu pembelajaran difokuskan pada pembelajaran yang berpusat pada anak, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan. Implementasi: penerapan Kurikulum Merdeka pada satuan PAUD; penguatan pembelajaran berbasis bermain; penyusunan perangkat ajar mendalam; asesmen perkembangan anak secara berkala. Gambaran hasil: meningkatnya kualitas pembelajaran di satuan PAUD; anak berkembang optimal pada aspek nilai agama moral, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, dan seni. 3. Penguatan PAUD Holistik Integratif (HI) Implementasi diarahkan pada integrasi layanan pendidikan dengan kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Pelaksanaan: pembentukan Pokja PAUD HI; kolaborasi lintas sektor dengan puskesmas, posyandu, PKK, DP3A, dan pemerintah desa; skrining kesehatan anak; pemantauan tumbuh kembang dan gizi anak. Gambaran hasil: meningkatnya jumlah satuan PAUD HI aktif; mendukung percepatan penurunan stunting. 4. Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mutu layanan PAUD sangat dipengaruhi kualitas guru dan tenaga kependidikan. Implementasi: workshop perangkat pembelajaran; bimtek Kurikulum Merdeka; komunitas belajar guru PAUD; supervisi akademik dan pendampingan satuan. Gambaran hasil: meningkatnya kompetensi pedagogik dan profesional guru PAUD; meningkatnya kualitas perencanaan pembelajaran. 5. Penguatan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Kebijakan transisi diarahkan pada kesiapan anak masuk SD tanpa tekanan akademik berlebihan. Implementasi: sosialisasi transisi PAUD-SD kepada kepala sekolah, guru, dan orang tua; penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD; penguatan fondasi literasi, numerasi, karakter, dan sosial emosional. Gambaran hasil: anak siap bersekolah secara utuh; proses adaptasi anak ke SD berjalan optimal. 6. Pemenuhan Sarana dan Prasarana PAUD Implementasi diarahkan pada peningkatan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Pelaksanaan: pengadaan APE dalam dan luar ruang; rehabilitasi ruang belajar; penyediaan sanitasi dan air bersih; pengembangan PAUD inklusif. Gambaran hasil: meningkatnya satuan PAUD yang memenuhi standar sarana prasarana. 7. Penguatan Peran Keluarga dan Masyarakat Kebijakan diarahkan pada pelibatan aktif keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Implementasi: kelas parenting; edukasi pengasuhan positif; gerakan literasi keluarga; kampanye pentingnya PAUD. Gambaran hasil: meningkatnya kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD; meningkatnya partisipasi keluarga dalam tumbuh kembang anak. 8. Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas PAUD Implementasi diarahkan pada peningkatan tata kelola program dan kelembagaan PAUD. Pelaksanaan: monitoring dan evaluasi berkala; penguatan data Dapodik PAUD; pendampingan akreditasi; koordinasi kabupaten, kecamatan, dan desa. Gambaran hasil: tata kelola PAUD lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Kesimpulan Implementasi arah kebijakan PAUD Bermutu Kabupaten Sintang berfokus pada pemerataan akses, peningkatan kualitas layanan, penguatan PAUD Holistik Integratif, peningkatan kompetensi guru, serta sinergi lintas sektor guna mewujudkan anak usia dini Kabupaten Sintang yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap memasuki jenjang pendidikan dasar.
Inovasi sosialisasi dan advokasi PAUD di Kabupaten Sintang dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif, berbasis wilayah, dan penguatan partisipasi masyarakat guna memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap layanan PAUD berkualitas.β 1. Gerakan β1 Desa 1 PAUD Berkualitasβ Inovasi ini mendorong setiap desa di Kabupaten Sintang memiliki akses layanan PAUD yang aktif dan berkualitas. Bentuk pelaksanaan: pemetaan desa yang belum memiliki PAUD atau layanan belum optimal; advokasi kepada kepala desa dan BPD; integrasi dukungan PAUD dalam APBDes. Nilai inovasi: mendekatkan akses layanan PAUD hingga wilayah pedalaman dan terpencil; memperkuat kepemilikan program oleh pemerintah desa. 2. Sosialisasi PAUD berbasis kolaborasi lintas sektor Sosialisasi PAUD tidak dilakukan hanya oleh sektor pendidikan, tetapi melalui kolaborasi lintas OPD dan stakeholder. Pelaksanaan: integrasi sosialisasi pada kegiatan posyandu, PKK, kelas ibu, dan forum desa; keterlibatan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, PKK, kecamatan, dan desa. Nilai inovasi: informasi PAUD menjangkau lebih banyak keluarga; efisiensi kegiatan dan sumber daya. 3. Program Bunda PAUD Menyapa Kecamatan dan Desa Inovasi berupa kunjungan langsung Bunda PAUD Kabupaten ke kecamatan dan desa. Kegiatan: dialog bersama guru PAUD, orang tua, kepala desa, dan tokoh masyarakat; monitoring layanan PAUD; advokasi dukungan pemerintah lokal. Nilai inovasi: memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat; identifikasi masalah lapangan lebih cepat. 4. Kampanye digital dan media sosial PAUD Pemanfaatan platform digital untuk penyebarluasan informasi PAUD. Bentuk kegiatan: publikasi edukasi PAUD melalui media sosial; video edukasi parenting; kampanye pentingnya PAUD dan transisi PAUD-SD menyenangkan. Nilai inovasi: menjangkau masyarakat lebih luas dan cepat; komunikasi lebih efektif dan murah. 5. Integrasi Sosialisasi PAUD dengan Pencegahan Stunting PAUD diposisikan sebagai bagian dari intervensi tumbuh kembang anak. Pelaksanaan: sosialisasi PAUD bersamaan dengan edukasi gizi dan kesehatan anak; kolaborasi dengan puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan. Nilai inovasi: memperkuat konsep PAUD Holistik Integratif; meningkatkan kesadaran keluarga terkait pendidikan dan kesehatan anak. 6. Kelas Parenting dan Sekolah Orang Tua Mendorong partisipasi keluarga dalam pendidikan anak usia dini. Pelaksanaan: parenting rutin di satuan PAUD; edukasi pengasuhan positif; literasi keluarga dan perlindungan anak. Nilai inovasi: orang tua tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi mitra pendidikan anak. 7. Festival dan Gebyar PAUD Kabupaten Sintang Media kampanye publik yang mengangkat PAUD secara menarik dan partisipatif. Kegiatan: lomba kreativitas anak; pameran karya PAUD; pentas seni budaya lokal; penghargaan guru dan lembaga PAUD. Nilai inovasi: meningkatkan citra positif PAUD; mendorong partisipasi masyarakat. 8. Advokasi Dana Desa untuk PAUD Inovasi penguatan pembiayaan PAUD melalui dukungan desa. Pelaksanaan: sosialisasi regulasi penggunaan dana desa; advokasi kepada kepala desa agar mengalokasikan anggaran PAUD. Prioritas pembiayaan: APE; rehabilitasi ruang belajar; operasional PAUD; peningkatan kapasitas guru. Nilai inovasi: memperkuat keberlanjutan pembiayaan PAUD di tingkat desa. 9. Penguatan Transisi PAUD ke SD Menyenangkan Inovasi kebijakan pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar. Pelaksanaan: sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, dan orang tua; penghapusan tes calistung masuk SD; penguatan kesiapan bersekolah. Nilai inovasi: mengubah paradigma pembelajaran anak usia dini yang lebih ramah anak. Dampak yang Diharapkan meningkatnya angka partisipasi PAUD; meningkatnya dukungan pemerintah desa dan stakeholder; meningkatnya pemahaman orang tua; meningkatnya kualitas layanan PAUD; pemerataan akses layanan PAUD di Kabupaten Sintang.
Advokasi PAUD memiliki jangkauan luas karena menyasar keluarga, masyarakat, pemerintah desa, satuan pendidikan, serta stakeholder lintas sektor. Melalui pendekatan berjenjang dan kolaboratif, advokasi PAUD di Kabupaten Sintang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berkualitas. GAMBARAN JANGKAUAN ADVOKASI PAUD TERHADAP MASYARAKAT Advokasi PAUD memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman, komitmen, dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Di Kabupaten Sintang, jangkauan advokasi PAUD tidak hanya menyasar lembaga pendidikan, tetapi juga seluruh ekosistem pendukung tumbuh kembang anak. 1. Jangkauan kepada Orang Tua dan Keluarga Advokasi PAUD menjangkau keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Bentuk jangkauan: kegiatan parenting di satuan PAUD; sosialisasi melalui posyandu dan PKK; kampanye pentingnya PAUD dan pengasuhan positif; edukasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Dampak: meningkatnya kesadaran orang tua mengenai pentingnya stimulasi sejak dini; meningkatnya partisipasi anak dalam layanan PAUD. 2. Jangkauan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan Advokasi menjangkau pemangku kebijakan lokal untuk mendukung layanan PAUD. Bentuk jangkauan: rapat koordinasi; musrenbang desa dan kecamatan; audiensi dengan kepala desa dan camat; penguatan peran Bunda PAUD desa dan kecamatan. Dampak: meningkatnya dukungan kebijakan desa; alokasi anggaran PAUD melalui APBDes; penguatan kelembagaan PAUD tingkat desa. 3. Jangkauan kepada Satuan Pendidikan dan Guru Advokasi menjangkau penyelenggara layanan PAUD secara langsung. Bentuk jangkauan: workshop dan bimtek guru; sosialisasi kebijakan nasional PAUD; pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka; pembinaan akreditasi dan mutu layanan. Dampak: meningkatnya kualitas pembelajaran dan tata kelola lembaga. 4. Jangkauan kepada Masyarakat Umum Advokasi juga menjangkau masyarakat luas agar terbentuk budaya peduli pendidikan anak usia dini. Bentuk jangkauan: media sosial; spanduk, baliho, dan media publikasi; Gebyar PAUD dan Hari Anak Nasional; festival kreativitas anak. Dampak: meningkatnya pemahaman masyarakat tentang manfaat PAUD; meningkatnya citra positif lembaga PAUD. 5. Jangkauan kepada Lintas Sektor dan Stakeholder Advokasi menjangkau berbagai pihak yang mendukung tumbuh kembang anak. Mitra sasaran: Dinas Pendidikan; Dinas Kesehatan; DP3AP2KB; Dinas Sosial; PKK; organisasi profesi dan mitra PAUD; dunia usaha/CSR. Dampak: penguatan layanan PAUD Holistik Integratif; dukungan sumber daya dan pembiayaan. 6. Jangkauan Wilayah Kabupaten Sintang Dengan karakteristik wilayah Kabupaten Sintang yang luas, advokasi PAUD dilakukan secara bertahap dan berjenjang melalui: tingkat kabupaten; kecamatan; desa/kelurahan; satuan PAUD. Strategi jangkauan wilayah: kunjungan lapangan; koordinasi daring dan luring; pelibatan pemerintah desa; penguatan jejaring Bunda PAUD hingga desa. Dampak: advokasi dapat menjangkau wilayah perkotaan, pedesaan, pedalaman, hingga perbatasan secara lebih sistematis. Indikator Jangkauan Advokasi PAUD Jangkauan advokasi dapat diukur melalui: jumlah desa yang mendapatkan sosialisasi PAUD; jumlah orang tua peserta parenting; jumlah satuan PAUD yang dibina; jumlah kecamatan aktif dalam program PAUD; peningkatan angka partisipasi PAUD; peningkatan dukungan anggaran desa untuk PAUD
Program-program Kemendikdasmen sangat relevan dengan pengembangan PAUD di Kabupaten Sintang karena mendukung perluasan akses, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan transisi PAUD ke SD, pengembangan PAUD Holistik Integratif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Implementasi program nasional tersebut menjadi landasan strategis dalam mewujudkan PAUD bermutu, inklusif, dan merata di Kabupaten Sintang. Program yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia memiliki relevansi kuat dengan pengembangan layanan PAUD, karena PAUD merupakan fondasi awal pembentukan kualitas sumber daya manusia. 1. Penguatan Wajib Belajar 13 Tahun / Pendidikan Prasekolah Program nasional yang mendorong penguatan pendidikan prasekolah memiliki relevansi langsung terhadap peningkatan akses layanan PAUD. Relevansi bagi Kabupaten Sintang: mendorong perluasan akses PAUD di desa, pedalaman, dan wilayah perbatasan; mendukung program 1 tahun pendidikan prasekolah sebelum SD; meningkatkan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar. Dampak: peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD; pengurangan kesenjangan akses pendidikan anak usia dini. 2. Implementasi Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada anak dan sesuai tahap perkembangan. Relevansi: selaras dengan prinsip pembelajaran PAUD berbasis bermain; memperkuat pengembangan karakter, literasi, numerasi awal, dan kreativitas anak. Implementasi di Sintang: pelatihan guru PAUD; penyusunan perangkat pembelajaran; komunitas belajar guru. Dampak: peningkatan kualitas pembelajaran PAUD. 3. Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Program ini sangat relevan untuk memastikan anak masuk SD tanpa tekanan akademik dini. Relevansi: menghapus praktik tes calistung sebagai syarat masuk SD; memperkuat kesiapan sekolah anak secara holistik. Implementasi: sosialisasi kepada sekolah, guru, dan orang tua; sinkronisasi PAUD dan SD. Dampak: proses adaptasi anak ke jenjang SD lebih baik. 4. PAUD Holistik Integratif Kebijakan ini menekankan integrasi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Relevansi: sangat sesuai dengan kebutuhan anak usia dini di Kabupaten Sintang yang memiliki tantangan geografis dan sosial ekonomi beragam. Implementasi: penguatan Pokja PAUD HI; kolaborasi dengan puskesmas, posyandu, PKK, dan pemerintah desa. Dampak: peningkatan tumbuh kembang anak secara optimal; dukungan percepatan penurunan stunting. 5. Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen mendorong peningkatan kualitas guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan. Relevansi: meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam pembelajaran, asesmen, dan pengelolaan kelas. Implementasi di daerah: workshop; bimtek; komunitas belajar; pendampingan satuan pendidikan. Dampak: peningkatan mutu layanan PAUD. 6. Penguatan Literasi dan Numerasi Program nasional penguatan literasi dan numerasi relevan untuk membangun fondasi belajar anak sejak dini. Relevansi: pembiasaan literasi keluarga; stimulasi numerasi awal melalui bermain. Dampak: kesiapan belajar anak meningkat. 7. Digitalisasi dan Transformasi Pendidikan Program digitalisasi pendidikan mendukung penguatan tata kelola dan pembelajaran. Relevansi: pemanfaatan platform digital pembelajaran; penguatan pendataan pendidikan; peningkatan akses informasi guru dan orang tua. Dampak: efisiensi layanan pendidikan.
Pencapaian luar biasa hanya bisa terwujud melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sintang.
Lihat Program Kerja βmenetapkan kebijakan daerah terkait PAUD; pengalokasian anggaran melalui APBD; koordinasi lintas perangkat daerah; monitoring dan evaluasi program PAUD.
koordinasi program PAUD di tingkat kecamatan; pembinaan lembaga PAUD; fasilitasi kegiatan Bunda PAUD kecamatan.
dukungan pembiayaan melalui APBDes; penyediaan lahan/sarana; dukungan operasional PAUD; penguatan Bunda PAUD desa.
pembinaan teknis PAUD; peningkatan mutu pembelajaran; pengelolaan data dan kebijakan pendidikan.
pemeriksaan kesehatan anak; imunisasi; skrining tumbuh kembang; edukasi gizi dan sanitasi.
dukungan perlindungan sosial bagi keluarga rentan; bantuan sosial untuk anak dan keluarga kurang mampu.
perlindungan anak; edukasi parenting; pencegahan kekerasan terhadap anak; penguatan keluarga.
advokasi pemanfaatan dana desa untuk PAUD; penguatan kelembagaan desa ramah anak.
pemeriksaan kesehatan berkala; pemantauan tumbuh kembang; edukasi kesehatan anak, timbang ukur; edukasi gizi; pemantauan perkembangan anak usia dini.
sosialisasi pentingnya PAUD; parenting; kampanye pengasuhan positif; edukasi keluarga.
peningkatan kompetensi pendidik PAUD nonformal; organisasi profesi guru PAUD.
peningkatan mutu guru TK; workshop dan pengembangan pembelajaran.
penguatan nilai agama dan karakter; dukungan pendidikan berbasis komunitas.
penyelenggaraan layanan pendidikan anak usia dini; pelaksanaan pembelajaran dan asesmen perkembangan anak.
inkronisasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan; penguatan kesiapan bersekolah.
pendidik pertama dan utama; pengasuhan positif; stimulasi perkembangan anak di rumah; keterlibatan aktif dalam program sekolah.
bantuan sarana prasarana; dukungan program sosial perusahaan (CSR); bantuan APE, renovasi, dan fasilitas belajar.
publikasi program PAUD; kampanye edukasi; penyebaran informasi kepada masyarakat.
penelitian dan kajian PAUD; pendampingan program; pelatihan guru dan pengembangan inovasi pembelajaran.
advokasi kebijakan PAUD; penggerak kolaborasi lintas sektor; kampanye pentingnya PAUD; monitoring dukungan PAUD di seluruh wilayah.
Setiap kontribusi, sekecil apapun, adalah investasi nyata untuk masa depan generasi Kabupaten Sintang.