Beranda β€Ί Praktik Baik β€Ί Profil Perkembangan PAUD

Profil Perkembangan PAUD
Kabupaten Kutai Timur

92,5%
APS 2025
93,2%
Target APS 2026
β€”
Lembaga PAUD
β€”
Akreditasi A/B

Melangkah Maju Bersama: PAUD di Tahun 2025–2026

Dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan PAUD di Kabupaten Kutai Timur, bersama-sama mendorong kualitas layanan PAUD yang semakin merata, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak.

65,3%
APS PAUD 2024
92,5%
APS PAUD 2025
Target APS 2026
β€”
Akreditasi A/B

Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD

Tren APS PAUD Kabupaten Kutai Timur dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif yang konsisten.

πŸ“ˆ Tren APS PAUD Kabupaten Kutai Timur
62.68%
2021
70.27%
2022
67.16%
2023
65.31%
2024
92.51%
2025
🎯 Capaian vs Target APS
92.5%

APS PAUD Kabupaten Kutai Timur menuju target 2026.

🟒 Capaian 2024 65,3%
πŸ“ˆ Capaian 2025 92,5%
πŸš€ Target 2026 93,2%

Analisis Kontekstual PAUD

πŸ—ΊοΈ

Kondisi Geografis & Demografis

Kondisi geografis Kabupaten Kutai Timur tetap dicirikan oleh wilayahnya yang sangat luas, mencapai 35.747,50 kmΒ². Luas ini setara dengan gabungan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Wilayah ini membentang di sepanjang garis khatulistiwa, menjadikannya daerah strategis dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Berikut adalah rincian kondisi geografis Kutai Timur 2025: 1. Letak Astronomis dan Batas WilayahKoordinat: Terletak di antara 115Β°56'26" – 118Β°58'19" Bujur Timur dan 1Β°17'1" Lintang Selatan – 1Β°52'39" Lintang Utara.Batas Administrasi: Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau di utara, serta Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan. 2. Topografi dan Bentang AlamTopografi wilayah ini sangat bervariasi, mulai dari pesisir hingga pegunungan tinggi:Variasi Ketinggian: Ketinggian tanah berkisar antara 0 hingga lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.Kawasan Datar: Daerah landai dan datar relatif terbatas, terutama di Kecamatan Sangatta Utara, Muara Bengkal, dan Muara Ancalong.Kawasan Perbukitan & Pegunungan: Sebagian besar wilayah terdiri dari perbukitan dan pegunungan kapur, seperti di wilayah Karst Sangkulirang-Mangkulirang yang memiliki nilai arkeologi tinggi.Garis Pantai: Memiliki panjang pantai sekitar 152 km, yang mendukung sektor perikanan dan kelautan. 3. Pembagian AdministratifHingga tahun 2025, struktur administratif Kutai Timur terdiri dari:18 Kecamatan.139 Desa dan 2 Kelurahan.15 Desa Persiapan yang sedang dalam proses penataan wilayah.Kecamatan terluas adalah Muara Wahau (5.724,32 kmΒ²), sedangkan yang terkecil adalah Rantau Pulung (143,82 kmΒ²).4. Tantangan Geografis dan CuacaAksesibilitas: Karena luasnya wilayah, akses antar-desa masih menjadi tantangan besar, di mana beberapa daerah masih mengandalkan jalur air.Potensi Bencana: Kondisi cuaca panas pada tahun 2025-2026 meningkatkan kewaspadaan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di titik-titik rawan (hotspot). Kondisi Demografis Kabupaten Kutai Timur tahun 2026 : Kondisi demografi Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2026 mencerminkan pertumbuhan populasi yang dinamis dengan dominasi penduduk usia produktif dan tingkat heterogenitas sosial yang tinggi. Berikut adalah rincian profil kependudukan Kutai Timur tahun 2026: 1. Jumlah dan Pertumbuhan PendudukTotal Penduduk: Berdasarkan data agregat semester terbaru, jumlah penduduk tercatat sekitar 456.333 jiwa.Laju Pertumbuhan: Pertumbuhan penduduk di Kutai Timur tergolong sangat tinggi, dengan rata-rata kenaikan mencapai 47,13% per tahun dalam beberapa tahun terakhir. Dinamika ini sangat dipengaruhi oleh arus migrasi karena daya tarik ekonomi wilayah.Kepadatan: Dengan luas wilayah yang mencapai 35.747,50 kmΒ², rata-rata kepadatan penduduk adalah 14,37 jiwa/kmΒ². Namun, sebaran ini tidak merata:Paling Padat: Kecamatan Sangatta Utara sebagai pusat urban dengan kepadatan sekitar 390 jiwa/kmΒ².Paling Lengang: Kecamatan Busang dengan kepadatan hanya sekitar 1,71 jiwa/kmΒ². 2. Komposisi dan Struktur UmurRasio Jenis Kelamin: Populasi didominasi oleh laki-laki dengan proporsi sekitar 53,5% (244.125 jiwa) dibandingkan perempuan 46,5% (212.208 jiwa).Bonus Demografi: Kutai Timur berada dalam fase bonus demografi di mana kelompok usia produktif (terutama rentang 25–29 tahun) merupakan kelompok terbesar.Populasi Anak: Sekitar 27,35% dari total penduduk merupakan kategori anak-anak (usia 0–14 tahun).3. Karakteristik Sosial dan EtnisHeterogenitas Suku: Wilayah ini sering disebut sebagai "miniatur Indonesia" karena keberagaman etnisnya. Suku dominan meliputi:Jawa: 27,48%Kutai: 16,98%Dayak: 4,37%. Agama: Mayoritas penduduk menganut agama Islam (80,90%), diikuti oleh Kristen (18,46%).

🏘️

Struktur Sosial Ekonomi Daerah

Struktur sosial-ekonomi Kabupaten Kutai Timur merupakan perpaduan antara ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) yang masif dengan masyarakat yang sangat heterogen. Berikut adalah gambaran utamanya: 1. Struktur Ekonomi (Sektoral) Ekonomi Kutai Timur sangat bergantung pada sektor ekstraktif, yang membuat PDRB-nya menjadi salah satu yang tertinggi di Kalimantan Timur:Sektor Pertambangan & Penggalian: Inilah tulang punggung ekonomi (kontribusi >70%). Kutai Timur memiliki salah satu tambang batubara terbuka terbesar di dunia.Sektor Pertanian & Perkebunan: Kelapa sawit adalah komoditas unggulan kedua. Luas perkebunan sawit di sini sangat signifikan, yang menyerap banyak tenaga kerja lokal dan migran.Sektor Jasa & Perdagangan: Terpusat di Sangatta sebagai pusat pertumbuhan, melayani kebutuhan logistik perusahaan tambang dan perkebunan. 2. Struktur Sosial (Penduduk)Kutai Timur dikenal sebagai wilayah dengan tingkat keragaman suku yang sangat tinggi:Heterogenitas Etnis: Sering disebut sebagai "Miniatur Indonesia". Suku pendatang (Jawa, Bugis, Banjar) hidup berdampingan dengan suku asli (Kutai dan Dayak).Pola Pemukiman: Terbagi menjadi dua tipologi besar:Kawasan Urban/Pusat (Sangatta): Didominasi pekerja sektor formal, jasa, dan pemerintahan dengan gaya hidup perkotaan.Kawasan Pedesaan/Hinterland: Didominasi pekerja perkebunan sawit dan masyarakat adat yang masih mengandalkan hasil hutan atau sungai. 3. Dinamika Tenaga KerjaMagnet Migrasi: Peluang kerja di tambang dan sawit menarik ribuan pendatang setiap tahun, yang memicu pertumbuhan ekonomi namun juga meningkatkan kebutuhan akan fasilitas dasar (seperti PAUD dan kesehatan).Kesenjangan Ekonomi: Terdapat kontras antara pendapatan pekerja sektor tambang (yang umumnya tinggi) dengan masyarakat agraris tradisional. Hal inilah yang mendorong pemerintah menjalankan program seperti "Satu Desa Satu PAUD" untuk memeratakan kualitas hidup. 4. Tantangan Sosial-EkonomiKetergantungan pada Harga Komoditas: Ekonomi wilayah sangat fluktuatif mengikuti harga batubara dan sawit dunia.Aksesibilitas: Luasnya wilayah (geografis) membuat distribusi kesejahteraan ekonomi belum sepenuhnya merata ke pelosok desa di pedalaman

🎯

Visi & Misi Pembangunan PAUD

1. Visi dan misi pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terintegrasi dengan visi besar Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Fokus utamanya adalah pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan melalui program strategis "Satu Desa Satu PAUD". Berikut adalah rincian visi dan misi pembangunan PAUD di Kutai Timur. Visi pembangunan PAUD selaras dengan visi Kabupaten Kutai Timur 2025–2030, yaitu:"Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing". Dalam konteks PAUD, visi ini diterjemahkan sebagai upaya mencetak "Generasi Cerdas dan Berkarakter" sejak usia dini sebagai fondasi utama pembangunan manusia yang berdaya saing di masa depan. 2. Misi Pembangunan PAUDMisi pembangunan PAUD di Kutai Timur dijalankan melalui beberapa langkah strategis oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud):Pemerataan Akses Layanan: Menjamin setiap anak usia 2–6 tahun di seluruh wilayah, termasuk pelosok dan daerah pedalaman, mendapatkan hak belajar yang layak tanpa terkendala jarak.Implementasi "Satu Desa Satu PAUD": Menargetkan keberadaan minimal satu lembaga PAUD mandiri (TK, KB, atau SPS) di setiap 139 desa dan 2 kelurahan.Peningkatan Kualitas dan Kompetensi: Meningkatkan kualitas pendidik melalui pelatihan kompetensi berkala (seperti Bimtek bagi ratusan guru PAUD setiap tahun).Penguatan Infrastruktur Dasar dan Digital: Memperbaiki sarana fisik bangunan serta menyediakan fasilitas modern, seperti bantuan Smart TV untuk PAUD terakreditasi guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat peran Bunda PAUD mulai dari tingkat kabupaten hingga desa sebagai mediator antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi mitra untuk mewujudkan PAUD yang berkualitas.Pengembangan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal: Mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk karakter anak yang berakar pada budaya daerah. 3. Landasan Kebijakan Pembangunan ini juga mengacu pada standar pelayanan minimal (SPM) yang tertuang dalam Peraturan Bupati Kutai Timur mengenai Rencana Aksi Penerapan Standar Pelayanan Minimal 2024-2028, yang menekankan prinsip pemerataan dan keadilan dalam pelayanan dasar pendidikan.

πŸ“‹

Arah Kebijakan PAUD Bermutu

Implementasi kebijakan PAUD Bermutu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2025–2030 diarahkan pada transformasi dari sekadar "pemerataan akses" menjadi "peningkatan kualitas layanan" yang terstandarisasi. Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim berfokus pada penguatan kapasitas pendidik, inovasi kurikulum, dan digitalisasi layanan. Berikut adalah gambaran arah kebijakan PAUD Bermutu di Kutai Timur: 1. Transformasi Kurikulum dan Metode PembelajaranPendekatan Deep Learning: Kutim mulai menerapkan strategi transformasi kurikulum PAUD dengan pendekatan deep learning yang mengedepankan aspek kesadaran, makna, dan kegembiraan bagi anak-anak.Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal: Mengintegrasikan nilai budaya daerah ke dalam pembelajaran agar anak memiliki identitas karakter yang kuat sejak dini.Penguatan Karakter: Implementasi gerakan "7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia" untuk membentuk perilaku disiplin, sehat, dan berakhlak baik melalui pembiasaan harian di sekolah. 2. Pengembangan Kapasitas Pendidik (SDM)Pelatihan Masif: Sepanjang tahun 2024–2025, lebih dari 500 guru PAUD telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kompetensi pedagogis dan manajemen.Kesejahteraan Guru Swasta: Kebijakan tahun 2026 tetap mengalokasikan insentif bagi guru PAUD swasta sebagai upaya menjaga motivasi dan kualitas pengajaran di tingkat desa. 3. Digitalisasi dan Infrastruktur LayananBantuan Smart TV: Sebagai bentuk digitalisasi pembelajaran, lembaga PAUD yang telah terakreditasi mendapatkan bantuan unit Smart TV untuk mendukung media belajar berbasis teknologi.Optimalisasi Ruang Kelas Baru (RKB): Strategi pemenuhan fasilitas dilakukan melalui penambahan RKB di sekolah yang sudah ada guna meningkatkan kapasitas tampung tanpa kendala lahan baru.Akreditasi Bermutu: Mendorong seluruh satuan PAUD untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan guna mendapatkan pengakuan akreditasi resmi. 4. PAUD Holistik Integratif (PAUD HI)Layanan Esensial Menyeluruh: Mengarahkan setiap satuan PAUD untuk tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan: Memastikan proses perpindahan jenjang sekolah tidak memberikan beban calistung (baca, tulis, hitung) secara paksa, melainkan fokus pada kesiapan mental anak. 5. Penguatan Regulasi dan Tata KelolaWajib PAUD: Pemerintah sedang menyiapkan regulasi awal untuk kebijakan Wajib PAUD guna mencegah munculnya Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kutai Timur.Sinergi Bunda PAUD: Mengaktifkan peran Bunda PAUD hingga tingkat desa untuk memonitor capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di wilayah masing-masing.

πŸ’‘

Kondisi Dukungan bagi Penyelenggaraan PAUD

Inovasi Sosialisasi

Inovasi dalam sosialisasi, advokasi, dan dukungan penyelenggaraan PAUD di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) difokuskan pada penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan peran aktif masyarakat dan teknologi. Pemerintah daerah menyadari bahwa dengan luas wilayah yang besar, cara-cara konvensional perlu dilengkapi dengan terobosan baru. Berikut adalah gambaran inovasi dan dukungan yang dijalankan: 1. Inovasi Sosialisasi dan AdvokasiPenguatan Peran Bunda PAUD Digital: Memanfaatkan figur Bunda PAUD di tingkat Kabupaten hingga Desa sebagai agen advokasi. Sosialisasi kini mulai masuk ke ranah digital melalui kampanye media sosial untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD, Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan: Inovasi dalam mengubah paradigma masyarakat dan guru SD agar tidak mewajibkan syarat baca, tulis, hitung (Calistung) saat masuk sekolah dasar. Advokasi ini dilakukan melalui pertemuan lintas jenjang pendidikan secara rutin. Gema "Satu Desa Satu PAUD": Advokasi intensif kepada para Kepala Desa untuk memprioritaskan pemanfaatan Dana Desa bagi sektor pendidikan, sehingga setiap desa merasa "malu" jika belum memiliki fasilitas PAUD mandiri. 2. Inovasi Dukungan PenyelenggaraanPemberian Alat Peraga Edukasi (APE) Berbasis Teknologi: Bukan hanya alat permainan kayu tradisional, pemerintah mulai mendistribusikan bantuan Smart TV dan perangkat digital kepada PAUD yang telah terakreditasi sebagai dukungan metode mengajar modern.Insentif Guru Swasta yang Masif: Kutim menjadi salah satu daerah yang sangat konsisten memberikan insentif bulanan bagi pendidik PAUD di sekolah swasta. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata agar kualitas pengajaran tetap terjaga meski di lembaga non-negeri.Program Perlengkapan Sekolah Gratis: Untuk memastikan tidak ada hambatan ekonomi bagi warga, pemerintah memberikan dukungan berupa pembagian tas, sepatu, dan seragam sekolah secara gratis bagi peserta didik PAUD. 3. Sinergi dan Kolaborasi MitraKemitraan dengan Sektor Swasta (CSR): Mengingat banyaknya perusahaan tambang dan kelapa sawit di Kutim, inovasi advokasi dilakukan dengan mengarahkan dana CSR perusahaan untuk membangun gedung PAUD berkualitas di sekitar wilayah operasional mereka.Pokja PAUD yang Aktif: Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) PAUD sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, penyedia layanan pendidikan, dan orang tua untuk menyelesaikan kendala lapangan (seperti perizinan atau sengketa lahan sekolah) secara cepat. 4. Optimalisasi Pusat Kegiatan Gugus (PKG)Revitalisasi PKG PAUD: Menjadikan PKG sebagai wadah berbagi inovasi antar-guru. Di sini, guru-guru dari desa terpencil bisa mendapatkan "imbasan" ilmu dari guru-guru di pusat kota mengenai metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Keterjangkauan Advokasi

Keterjangkauan advokasi dalam mendukung penyelenggaraan PAUD di Kabupaten Kutai Timur menghadapi tantangan unik karena luas wilayah yang mencapai 35.747 kmΒ². Untuk mengatasi hambatan geografis tersebut, strategi advokasi dirancang agar menjangkau hingga unit terkecil di tingkat desa.Berikut adalah gambaran keterjangkauan advokasi tersebut: 1. Advokasi Berjenjang melalui Bunda PAUDKeterjangkauan akses informasi dan kebijakan dilakukan secara struktural agar menyentuh pelosok: Aparatur Desa sebagai Ujung Tombak: Advokasi menyasar Kepala Desa untuk memastikan pendidikan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Penguatan Bunda PAUD Desa: Setiap desa memiliki Bunda PAUD yang bertugas mengadvokasi orang tua di lingkungannya tentang pentingnya menyekolahkan anak sejak usia dini. 2. Pemanfaatan Teknologi (Advokasi Digital)Mengingat jarak antar-kecamatan yang jauh, pemerintah mengoptimalkan jalur digital:Sosialisasi Daring: Penggunaan platform digital dan media sosial untuk menyebarkan kebijakan "Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan" kepada orang tua yang memiliki akses internet.Aplikasi Dapodik: Advokasi mengenai tertib administrasi dilakukan melalui sistem satu data, sehingga sekolah di pedalaman tetap terpantau kebutuhan sarana dan prasarananya oleh Disdikbud. 3. Advokasi melalui Mitra dan Organisasi ProfesiPemerintah memperluas jangkauan dengan menggandeng organisasi yang memiliki jaringan hingga ke akar rumput:HIMPAUDI dan IGTKI: Organisasi profesi guru ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan regulasi terbaru kepada pendidik di 18 kecamatan.Forum CSR: Pemerintah melakukan advokasi kepada perusahaan tambang dan sawit agar mengarahkan dana sosial mereka untuk membangun PAUD di desa-desa yang sulit dijangkau APBD secara cepat. 4. Jemput Bola melalui Penilik dan PengawasKunjungan Lapangan: Penilik PAUD melakukan monitoring rutin ke desa-desa untuk memastikan standar layanan minimal (SPM) terpenuhi.Fasilitasi Perizinan: Advokasi juga mencakup bantuan legalitas agar lembaga PAUD di desa terpencil bisa mendapatkan izin operasional dengan mudah, yang menjadi syarat utama untuk menerima bantuan pemerintah. 5. Tantangan Utama KeterjangkauanMeskipun sistem sudah berjalan, masih terdapat beberapa titik lemah:Blank Spot: Beberapa desa di pedalaman (seperti Busang atau Sandaran) masih terkendala sinyal komunikasi untuk advokasi digital.Biaya Transportasi: Tingginya biaya perjalanan dinas antar-kecamatan seringkali membatasi frekuensi advokasi tatap muka secara langsung.

Relevansi Program Kerja

Program kerja Bunda PAUD Kabupaten Kutai Timur memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program-program di Kutai Timur tidak hanya berjalan selaras, tetapi juga menjadi model implementasi lokal bagi prioritas nasional.Berikut adalah poin-poin utama relevansi program kerja tersebut: 1. Sinkronisasi Program "Satu Desa Satu PAUD"Program unggulan di Kutai Timur ini sangat relevan dengan kebijakan pusat mengenai Wajib Belajar 13 Tahun (termasuk 1 tahun prasekolah).Target Nasional: Kemendikdasmen menargetkan pembangunan 1 TK 1 Desa secara nasional melalui kolaborasi dengan Kementerian Desa. Implementasi Kutim: Disdikbud Kutai Timur secara proaktif mendorong setiap dari 139 desa memiliki lembaga PAUD mandiri (TK, KB, atau SPS). 2. Transisi PAUD-SD yang MenyenangkanBunda PAUD Kutai Timur merupakan penggerak utama dalam kampanye nasional yang melarang syarat baca, tulis, dan hitung (calistung) sebagai penentu masuk SD. Kebijakan Pusat: Menghilangkan tes calistung dan menerapkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) selama dua minggu pertama.Aksi di Kutim: Melakukan gerakan serentak kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memastikan kebijakan ini berjalan di seluruh kecamatan dan desa se-Kutim. 3. Implementasi Kurikulum dan Metode PembelajaranDeep Learning: Bunda PAUD Kutai Timur secara aktif mendorong penerapan metode deep learning yang selaras dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang penguatan kurikulum yang bermakna dan berpusat pada anak.Digitalisasi: Pemberian bantuan Smart TV di Kutai Timur mendukung kebijakan pusat dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan sejak usia dini. 4. Penguatan Kapasitas SDM dan PAUD HIKompetensi Guru: Kebijakan Kutim memberikan Bimtek bagi ratusan guru PAUD setiap tahun selaras dengan fokus pusat pada peningkatan kualitas pendidik sebagai pilar utama PAUD Berkualitas.PAUD Holistik Integratif (HI): Program kerja Bunda PAUD di tingkat desa difokuskan pada pemenuhan layanan esensial yang mencakup kesehatan, gizi, dan perlindungan anak sesuai standar nasional PAUD HI. Berkat keselarasan yang konsisten ini, Bunda PAUD Kutai Timur telah menerima berbagai apresiasi resmi dari kementerian sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini di daerah.

Bersinergi untuk
PAUD Berkualitas

Pencapaian luar biasa hanya bisa terwujud melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kutai Timur.

Lihat Program Kerja β†’
🀝

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU)

Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS), Penyaluran Bantuan Perlengkapan Sekolah, Peningkatan Kompetensi Pendidik, Fasilitasi Infrastruktur Digital, Penguatan Manajemen dan Akreditasi, Implementasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Dukungan Administrasi dan Bahan Ajar DigitalDigital

🀝

Dinas Kesehatan - diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU)

Implementasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), Percepatan Penurunan Stunting (Program "Cap Jempol"), Integrasi Layanan PAUD dan Posyandu, Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)

Pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA), Program Parenting dan Ketahanan Keluarga, Pendampingan dan Perlindungan Anak, Pemenuhan Hak Anak dalam PAUD HI, Penyediaan Fasilitas Bermain yang Layak, Mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA)

🀝

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPKB)

Penyediaan Data Keluarga Berisiko Stunting, Penguatan Bina Keluarga Balita (BKB), Program "Cap Jempol Stop Stunting", Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini (Program APRESIASI), Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Pendampingan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK)

🀝

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes)

Fasilitasi Dana Desa untuk PAUD, Penguatan Bunda PAUD Desa, Implementasi Program "Satu Desa Satu PAUD", Dukungan Bantuan Keuangan RT (Bankeudes), Integrasi dalam PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

🀝

Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (KOMINFO PERSTIK)

Penyediaan Infrastruktur Internet Gratis, Publikasi dan Sosialisasi Program, Dukungan Transformasi Digital Program SIKAT (Sistem Informasi Keamanan dan Akses Terpadu), Fasilitasi Pembelajaran Berbasis Teknologi, Keamanan Data dan Administrasi, Penyebarluasan Edukasi Karakter

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)

Penyusunan Rencana Aksi Standar Pelayanan Minimal (SPM), Integrasi Program ke dalam RPJMD, Koordinasi Konvergensi Lintas Sektor, Pengawalan Anggaran Mandatory Pendidikan, Perumusan Regulasi Wajib Belajar 13 Tahun, Sinkronisasi Program "Cap Jempol"

🀝

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL)

Pemenuhan Hak Sipil melalui Layanan Jemput Bola, Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), Penyediaan Akta Kelahiran, Program "ParkitMas", Akurasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS), Digitalisasi Layanan

🀝

Badan Pusat Statistik (BPS)

Penyediaan Data Demografi Anak Usia Dini, Basis Data Indikator Pendidikan, Rujukan Perencanaan Makro dan Evaluasi, Dukungan Konvergensi Penurunan Stunting, Layanan Konsultasi Statistik Terpadu, Validasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS)

🀝

Dinas Sosial

Penyediaan Data Anak Miskin, Pendukung Program Layanan Esensial, Penyaluran Bantuan Sosial, Edukasi dan Mitigasi, Koordinasi Strategis

Kantor Kementerian Agama Kabupaten (KEMENAG)

Penyelenggaraan dan Pembinaan Raudhatul Athfal (RA), Penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) Berbasis Karakter, Edukasi Persiapan Berkeluarga (Program Layanan Pra-Nikah), Penyediaan Fasilitas Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA), Pengenalan Nilai Agama melalui Manasik Haji Cilik, Pengawasan Mutu Pendidikan Agama

🀝

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIF)

Pembinaan Bunda Literasi, Penyediaan Layanan Perpustakaan Ramah Anak, Program Wisata Literasi dan Outing Class, Pengembangan Media Ajar Literasi, Festival Literasi, Akses Literasi di Wilayah Pelosok

🀝

Dinas Lingkungan Hidup (DLH)

Penyelenggaraan Program Sekolah Adiwiyata, Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini, Pendukung Sekolah Ramah Anak (SRA), Penanaman Karakter Peduli Lingkungan, Dukungan Infrastruktur Sanitasi

🀝

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Edukasi Mitigasi Interaktif (Outing Class), Edukasi Karakter "Siap Untuk Selamat", Sinergi dalam Pemenuhan Hak Perlindungan, Pelatihan Bagi Pendidik dan Orang Tua, Dukungan Teknis Kesiapsiagaan

🀝

Kepolisian Resort (POLRES)

Program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), Edukasi Keselamatan dan Tertib Lalu Lintas, Perlindungan Anak dan Pencegahan Kekerasan, Pembentukan Karakter melalui Polisi Cilik (Pocil), Pendampingan Psikologis (Trauma Healing), Layanan Wisata Edukasi

🀝

Kejaksaan Negeri (KEJARI)

Pendampingan dan Pengawasan Program Pendidikan, Program "Jaksa Sahabat Anak", Advokasi Perlindungan Anak, Penyuluhan Hukum bagi Tenaga Pendidik dan Orang Tua, Dukungan Terhadap Kabupaten Layak Anak (KLA)

🀝

TP PKK, TP Posyandu

Penyediaan Data Anak Miskin, Pendukung Program Layanan Esensial, Penyaluran Bantuan Sosial, Edukasi dan Mitigasi, Koordinasi Strategis

Organisasi Mitra (PGRI, IGTKI, HIMPAUDI, IGRA)

Standarisasi Mutu TK, Penyelenggaraan Ajang Kreativitas, Penguatan PAUD Non-Formal, Advokasi Kesejahteraan, Integrasi Nilai Agama, Pelatihan Guru RA, Perlindungan Profesi, Peningkatan Kompetensi Akademik, Konvergensi Program, Validasi Data Lapangan

🀝

PP-PAUD

Penyelenggaraan dan Pengelolaan Layanan, Pendampingan Satuan PAUD, Akselerasi Inovasi Digital, Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik, Sinkronisasi Program Lintas Sektoral, Wadah Aspirasi Penyelenggara

🀝

Mitra Sektor Swasta (Dunia Usaha dan Dunia Industri)

Implementasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), Pembangunan Infrastruktur melalui CSR, Penyediaan Layanan Pendidikan di Area Kerja, Peningkatan Kompetensi Pendidik, Dukungan Program Kesejahteraan dan Gizi, Advokasi Lingkungan Ramah Anak

🀝

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

Pusat Edukasi Parenting, Layanan Konseling Keluarga Gratis, Implementasi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), Deteksi Dini Masalah Tumbuh Kembang, Sosialisasi Hak Anak, Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)

Penciptaan Sekolah Ramah Anak (SRA), Pendampingan dan Advokasi Hukum, Edukasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Implementasi Layanan Esensial PAUD HI, Inovasi Keamanan Anak (Program "Satgas Kecamatan")

Mari Bergerak Bersama

Bersama Kita Wujudkan
PAUD Berkualitas untuk Semua

Setiap kontribusi, sekecil apapun, adalah investasi nyata untuk masa depan generasi Kabupaten Kutai Timur.

Kenali Profil Bunda β†’ Lihat Program Kerja