Dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan PAUD di Kabupaten Sijunjung, bersama-sama mendorong kualitas layanan PAUD yang semakin merata, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak.
67,1%
APS PAUD 2024
85,1%
APS PAUD 2025
86,4%
Target APS 2026
45,9%
Akreditasi Min. B (2025)
75,5%
Guru S1/D4 (2025)
89,7%
Layanan HI (2025)
100,0%
Satu Desa Satu PAUD (2025)
100,0%
Kecamatan Ada PAUD Negeri (2025)
Data APS
Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD
Tren APS PAUD Kabupaten Sijunjung dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif yang konsisten.
π Tren APS PAUD Kabupaten Sijunjung
64.18%
2021
68.93%
2022
71.23%
2023
67.08%
2024
85.08%
2025
π― Capaian vs Target APS
85.1%
APS PAUD Kabupaten Sijunjung menuju target 2026.
π’ Capaian 202467,1%
π Capaian 202585,1%
π Target 202686,4%
Analisis
Analisis Kontekstual PAUD
πΊοΈ
Kondisi Geografis & Demografis
A. Kondisi Geografis dan Demografi
Pembangunan daerah bertumpu pada kondisi kewilayahan daerah, aspek geografi dan demografi merupakan salah satu aspek kondisi kewilayahan yang mutlak diperhatikan sebagai ruang dan subyek pembangunan. Dari uraian ini diharapkan dapat terpetakan potensi dan⦠permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan Kabupaten Sijunjung lima tahun kedepan.
1.1 Kondisi Geografis
A. Letak, Batas dan Luas Wilayah
Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis posisi astronomis Kabupaten Sijunjung berada pada 0o 18β 43β Lintang Selatan (LS) sampai dengan 1o 41β 46β Lintang Selatan (LS) dan dari 100o 37β 40β Bujur Timur (BT) sampai dengan 101o 30β 52β Bujur Timur (BT). Posisi Kabupaten Sijunjung berada di bagian Timur Provinsi Sumatera Barat, pada jalur utama yang menghubungkan Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Mengingat letaknya di persimpangan jalur tersebut Kabupaten Sijunjung merupakan jalur ekonomi dan jalur pariwisata yang sangat strategis.
Secara wilayah administrasi luas wilayah Kabupaten Sijunjung telah mengalami tiga kali perubahan sejak terbentuk pada tanggal 18 Februari 1949 melalui Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatra Barat No.: SK/9/GN/IST dan diperkuat oleh UU No.12 Tahun 1956. Perubahan terakhir terjadi ketika dilakukannya pembentukan Kabupaten Dharmasraya melalui UU No. 38 Tahun 2003 dimana wilayahnya merupakan 49 persen dari wilayah Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, sehingga luas wilayahnya sekarang menjadi 313.080 ha. Luas tersebut setara dengan 7,40% dari luas wilayah Provinsi Sumatera Barat dan merupakan kabupaten nomor dua terkecil di Provinsi Sumatra Barat.
Secara administratif Kabupaten Sijunjung terdiri dari 8 (delapan) kecamatan dan 62 (enam puluh dua) nagari/desa, dengan batas-batas administrasi adalah sebagai berikut:
a. Sebelah utara dengan Kab. Tanah Datar, Kab. 50 Kota dan Kab. Kampar, Provinsi Riau .
b. Sebelah timur dengan Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
c. Sebelah selatan dengan Kab. Dhamasraya, dan
d. sebelah barat dengan Kab. Solok dan Kota Sawahlunto.
1.2. Kondisi Demografis
Kondisi demografi suatu daerah secara umum tercermin melalui jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk, struktur penduduk dan sebaran penduduk. Salah satu tantangan utama pembangunan daerah saat ini yaitu, perubahan demografi. Salah satu modal pembangunan, selain sumber daya alam, ilmu pengetahuan, dan teknologi adalah sumber daya manusia (SDM). Dengan kata lain, dalam pencapaian tujuan pembangunan, penduduk merupakan modal dasar yang sangat penting. Diperlukan komponen penduduk yang berkualitas untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Tantangan pembangunan berkelanjutan perlu diciptakan penduduk yang berkualitas, keberadaan potensi sumber daya yang beraneka ragam dapat dimanfaatkan secara tepat, efisien, dan berkesinambungan. Keberadaan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan bermoral adalah jaminan masa depan suatu daerah.
Penduduk atau masyarakat merupakan aktor utama dalam pembangunan karena penduduk adalah sebagai subjek dan objek dari pembangunan. Besaran, komposisi, kualitas, dan distribusi penduduk akan mempengaruhi struktur ruang dan kegiatan sosial, serta kebijakan pembangunan. Jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan yang cepat, akan tetapi memiliki kualitas yang rendah, akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan yang semakin terbatas. Seluruh aspek pembangunan memiliki korelasi dan interaksi dengan kondisi kependudukan yang ada, sehingga informasi tentang demografi memiliki posisi strategis dalam penentuan kebijakan. Aspek kependudukan merupakan hal paling mendasar dalam pembangunan, secara universal penduduk merupakan pelaku dan sasaran pembangunan dan sekaligus yang menikmati hasil pembangunan.
1. Kondisi Demografi Tahun 2024
Demografi Kabupaten Sijunjung sebagian besar bersifat homogen dan mayoritas bekerja di sektor pertanian. Di sisilain, Kecamatan Kamang Baru demografinya cenderung heterogen karena sebagian wilayah merupakan kawasan transmigrasi nasional. Sehingga memiliki keanekaragaman suku, agama, ras dan golongan yang telah menyatu dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Sijunjung hingga tahun 2024 sebanyak 246,78 ribu jiwa atau 4,26% dari jumlah penduduk Sumatera Barat. Proporsi penduduk tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2020 berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) sebesar 4,25%.
Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan penduduk Kabupaten Sijunjung memberikan kontribusi sebesar 4,26% hingga tahun 2024.
Sedangkan laju pertumbuhan penduduk sangat dipengaruhi oleh struktur umur penduduk. Struktur umur penduduk pada suatu daerah sangat ditentukan oleh perkembangan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi. Oleh karena itu, jika angka kelahiran pada suatu daerah cukup tinggi, maka dapat mengakibatkan daerah tersebut tergolong sebagai daerah yang berpenduduk usia muda dan kecenderungan laju pertumbuhan penduduknya tinggi. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sijunjung Tahun 2024-2023 sebesar 1,26%. Kecamatan dengan laju pertumbuhan penduduk terbesar adalah Kecamatan Kamang Baru 1,76 % dan yang terendah Kecamatan Kupitan 0,30 %.
Sementara itu, rata-rata kepadatan penduduk di Kabupaten Sijunjung adalah sebesar 77,84 jiwa per km2, Artinya setiap satu km2 wilayah Kabupaten Sijunjung ditempati sekitar 78 jiwa. Kecamatan Koto VII menjadi wilayah terpadat dengan kepadatan penduduk 269,20 ribu jiwa per km2. Sebaliknya Kecamatan Sumpur Kudus menjadi wilayah dengan kepadatan terendah, yaitu sebesar 46,18 ribu jiwa per km2. Sedangkan rasio penduduk sebesar 102,43%, artinya jumlah penduduk lebih besar jenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan.
ποΈ
Struktur Sosial Ekonomi Daerah
Berdasarkan struktur sosial ekonomi, Kabupaten Sijunjung struktur perekonomian diperkuat dengan menempatkan sektor pertanian sebagai motor penggerak yang didukung oleh sektor industri yang mengolah produk pertanian dan menghasilkan diversifikasi produk yang lebih efisien, berdaya saing serta⦠kegiatan perdagangan dan jasa yang mendorong percepatan perkembangan sektor pertanian, sehingga terwujud ketahanan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Begitu pula pembangunan ekonomi yang demokratis, adil, stabil dan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan, juga harus menjadi landasan dalam pengembangan perekonomian daerah, sehingga menjamin kesempatan berusaha dan bekerja secara luas bagi seluruh rakyat, terutama kelompok masyarakat miskin dan lemah.
π―
Visi & Misi Pembangunan PAUD
VISI PAUD KABUPATEN SIJUNJUNG :
β Terwujudnya layanan Pendidikan Anak Usia Dini yang bermutu, inklusif, dan holistik integratif dalam membentuk generasi emas Sijunjung yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
MISI PAUD KABUPATEN SIJUNJUNG :
1. Mendorong peningkatan akses dan⦠pemerataan layanan PAUD
2. Mendorong penanaman karakter pada anak sejak dini
3. Meningkatkan mutu layanan PAUD yang berkualitas
4. Menguatkan penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif (HI)
5. Mendorong peran serta masyarakat dan kemitraan lintas sektor
6. Menguatkan advokasi dan sosialisasi pentingnya PAUD
7. Mendukung implementasi kebijakan nasional bidang PAUD
π
Arah Kebijakan PAUD Bermutu
Kolaborasi yang terjalin antara stakeholder terkait dalam menyukseskan program layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Sijunjung, menuju Layanan PAUD Bermutu dan layananan PAUD HI disetiap layanan pendidikan.Hal ini didukung dengan pendampingan dan kualikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan⦠yang kompeten dalam PAUD (S1 dan S2 PGPAUD).
π‘
Kondisi Dukungan bagi Penyelenggaraan PAUD
Inovasi Sosialisasi
Perluasan akses untuk peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Nagari/Desa di Kabupaten Sijunjung, peningkatan Sumber Daya Manusia pada pendidik dan tenaga kependidikan TK Negeri se Kabupaten Sijunjung sebanyak 38 lembaga PAUD Negeri, 36 lembaga Taman Kanak-kanak, 1 lembaga Kelompok Bermain⦠dan 1 lembaga Taman Penitipan Anak
Keterjangkauan Advokasi
Mengadakan sosialisasi dan kampanye Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah bersama Stakeholder terkait, Camat, Bunda PAUD (Kecamatan, Nagari/Desa, Jorong/RW), Wali Nagari dalam meningkatkan pemahaman pentingnya pendidikan anak usia dini untuk mempersiapkan generasi berkarakter dan berdaya⦠saing unggul
Relevansi Program Kerja
Program kerja yang dijalankan oleh Bunda PAUD sangat relevan sekali dengan program Kemendikdasmen untuk berkomitmen mensukseskan program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah di Kabupaten Sijunjung, karena pada Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah merupakan peletak dasar dalam menggali⦠potensi ayang berdampak dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter dan berdaya saing
Mitra Kolaborasi
Bersinergi untuk PAUD Berkualitas
Pencapaian luar biasa hanya bisa terwujud melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sijunjung.
π€
Camat/Wali Nagari
Menggerakkan masyarakat untuk mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah
π€
Kepolisian
Mendukung dalam gerakan tertib lalu lintas
π€
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
Mendukung dalam Literasi dan Numerasi bagi anak
π€
Dinas Pariwisata dan Olahraga
Mendukung dalam program Kabupaten Sijunjung yakni βGeopark Ranah Minang Silokekβ
π€
Dinas Kesehatan
Kolaborasi dalam mengatasi Stunting
π€
Dinas Sosial dan Perlindungan Anak
Berkolaborasi dalam memberikan perlindungan terhadap anak dan orang tua dalam Bullying dan Perundungan
π€
Dinas Pencatatan Sipil
Berkolabolasi dalam mendukung pendataan Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan pendataan Anak melalui Kartu Identitas Anak (KIA)
π€
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Memberikan sosialisasi dalam antisipasi bencana alam dan perlindungan diri.
π€
Psikolog
Berkolaborasi dalam memberikan pendampingan pada anak usia dini
Mari Bergerak Bersama
Bersama Kita Wujudkan PAUD Berkualitas untuk Semua
Setiap kontribusi, sekecil apapun, adalah investasi nyata untuk masa depan generasi Kabupaten Sijunjung.