Dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan PAUD di Kabupaten Sarolangun, bersama-sama mendorong kualitas layanan PAUD yang semakin merata, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak.
Tren APS PAUD Kabupaten Sarolangun dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif yang konsisten.
APS PAUD Kabupaten Sarolangun menuju target 2026.
Kabupaten Sarolangun secara geografis terletak antara 102ΒΊ 03β39β sampai 103ΒΊ 13β17β Bujur timur dan antara 01ΒΊ 53β39β sampai 02ΒΊ 41β02β Lintang Selatan. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tebo, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Batangharidan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Merangin. Luas WilayahKabupaten Sarolangun 5.935,88 kmΒ². Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Sarolangun terdiri dari 11 Kecamatan dengan 158 Desa dan Kelurahan dengan jumlah penduduk Kabupaten Sarolangun tahun 2024 sebanyak 306.514 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk dalam waktu 2020-2024 sebesar 0,06 % per tahun. Adapun rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Sarolangun tahun 2024. Adalah sebesar 52 jiwa/km2. Kecamatan yang paling banyak jumlah penduduknya pada tahun 2024 adalah kecamatan Sarolangun yaitu berjumlah 61.202 jiwa (19,97 %) disusul yang kedua adalah Kecamatan Singkut dengan7 jumlah penduduk sebanyak 41.510 jiwa (13,54 %). Adapun kecamatan yang paling sedikit penduduknya adalah Kecamatan Mandiangin Timur dengan jumlah penduduk berjumlah 14.007 jiwa (4,57 %). Kecamatan terpadat adalah Kecamatan Singkut dengan kepadatan 218 jiwa/km2 dan Kecamatan yang masih jarang penduduknya adalah Kecamatan Batang Asai dengan kepadatan 20 jiwa/km2.
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sarolangun pada tahun 2005 meningkat sebesar 5,36% masih di bawah dari pertumbuhan Provinsi Jambi (5,57%). Tetapi pada tahun 2010 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun (8,18%) berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi hanya sebesar 7,30%. Pada tahun 2015 dan 2020 tejadi penurunan laju pertumbuhan ekonomi baik di Kabupaten Sarolangun dengan nilai 3,59% dan pada Provinsi Jambi menurun menjadi 4,21%. Pada tahun 2020 merupakan penurunan terparah yang terjadi pada Kabupaten Sarolangun menurun hingga -0,25% dan pada Provinsi Jambi mencapai -0,51%. Kondisi ini terjadi akibat pandemi COVID-19 mendorong daerah menerapkan pembatasan kegiatan sehingga terjadi penurunan aktivitas perjalanan, operasional industri, investasi dan ekspektasi konsumen sehingga menimbulkan shock terhadap penawaran dan permintaan agregat. Pembatasan pergerakan manusia dan industri mengakibatkan penurunan permintaan baik dari sisi eksternal maupun domestic. Pada tahun 2022 laju pertumbuhan mengalami kenaikan dan Kabupaten Sarolangun berhasil berada di atas laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi dengan nilai 6,73% dan pada provinsi hanya sebesar 5,13%. Namun pada tahun 2024, laju pertumbuhan mengalami penurunan dan Kabupaten Sarolangun berada di bawah laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi dengan nilai 3,70% dan pada Provinsi Jambi sebesar 4,51%.
TERWUJUDNYA SAROLANGUN MAJUβ. Sarolangun sebagai kabupaten Maju diharapkan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dan berkemajuan sampai pada akhir periode pemerintahan Tahun 2029, antara lain sebagai berikut Tingkat Perekonomian Masyarakat meningkat dengan Pendapatan perkapita penduduk tinggi Masyarakat memiliki akses pendidikan yang baik dan berkualitas Menurunnya prevalensi stunting dan Derajat Kesehatan Tinggi serta masyarakat menikmati Pelayanan Kesehatan Berkualitas Tingkat Kesejahteraan masyarakat meningkat dengan KemiskinanBerkurang dan Tingkat Pengangguran menurun.
Implementasi arah kebijakan PAUD bermutu di Kabupaten sarolangun yaitu Pemerataan Akses Layanan Program 1 Desa/Kelurahan 1 PAUD Pendirian dan revitalisasi satuan PAUD di wilayah belum terlayani Bantuan operasional untuk PAUD swasta dan masyarakat,Peningkatan Mutu Layanan Pendampingan pemenuhan Standar Nasional PAUD Akreditasi lembaga secara bertahap Penyediaan sarana prasarana edukatif dan aman anak,Penguatan Pendidik & Tenaga Kependidikan Pelatihan berkelanjutan (workshop, diklat, coaching) Program sertifikasi dan peningkatan kualifikasi Komunitas belajar guru PAUD (KKG/HIMPAUDI),Pengembangan PAUD Holistik Integratif (HI) Kolaborasi dengan puskesmas (imunisasi, gizi, tumbuh kembang) Keterlibatan PKK, BKB, dan dinas terkait Layanan perlindungan anak dan pengasuhan Pembelajaran Berpusat pada Anak Implementasi kurikulum berbasis bermain Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan Penilaian perkembangan anak secara autentikPenguatan Karakter & Budaya Lokal Integrasi nilai agama dan akhlak Pengenalan budaya lokal dalam kegiatan belajar Pembiasaan perilaku positif sejak dini Kemitraan Keluarga & Masyarakat Program parenting rutin Kelas orang tua / edukasi pengasuhan Pelibatan dunia usaha & komunitas Tata Kelola & Akuntabilitas Pengelolaan berbasis data (DAPODIK PAUD) Monitoring dan evaluasi berkala Transparansi penggunaan anggaran Inovasi & Digitalisasi Penggunaan media pembelajaran digital sederhana Pelatihan guru berbasis teknologi Sistem informasi layanan PAUD daerah PAUD Inklusif & Ramah Anak Layanan untuk anak berkebutuhan khusus Sekolah ramah anak (bebas kekerasan & diskriminasi) Lingkungan aman dan sehat.
Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sarolangun mendapatkan berbagai bentuk dukungan yang strategis, baik dari aspek kebijakan, kelembagaan, sumber daya, maupun partisipasi masyarakat. Dukungan tersebut sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen menuju terwujudnya PAUD Bermutu, yang meliputi perluasan akses, peningkatan mutu, serta penguatan tata kelola.
Keterjangkauan Advokasi Kebijakan Kemendikdasmen Menuju PAUD Bermutu Advokasi dilakukan secara inklusif dengan melibatkan partisipasi aktif orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Pemerintah daerah juga mendorong pembentukan serta pengaktifan kembali Forum Komunikasi PAUD di tingkat kabupaten dan kecamatan sebagai wadah koordinasi dan konsultasi.
Kualitas Relevansi Program Kerja dengan Implementasi Kebijakan Kemendikdasmen Program kerja Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun disusun secara relevan dengan kebijakan nasional, dilengkapi materi advokasi yang sesuai pedoman, serta dilaksanakan melalui mekanisme evaluasi yang terukur. Evaluasi ini menghasilkan rekomendasi perbaikan untuk keberlanjutan program PAUD Bermutu
Pencapaian luar biasa hanya bisa terwujud melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sarolangun.
Lihat Program Kerja β1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1, Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
1. Mendukung sepenuhnya Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk 1 (satu) tahun PAUD pra-SD, sebagai fondasi penting bagi generasi emas Sarolangun. 2. Meningkatkan akses, mutu, dan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) melalui peningkatan kapasitas pendidik, penguatan peran keluarga, serta penyediaan sarana-prasarana yang layak. 3. Bersinergi dan berkolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan pendidikan, dunia usaha, lembaga zakat, organisasi profesi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. 4. Mengintegrasikan dukungan dan sumber daya dari masing-masing pihak untuk memperkuat keberlangsungan program PAUD Bermutu di Kabupaten Sarolangun. 5. Mewujudkan generasi Sarolangun yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Setiap kontribusi, sekecil apapun, adalah investasi nyata untuk masa depan generasi Kabupaten Sarolangun.