Dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan PAUD di Kabupaten Bangka Tengah, bersama-sama mendorong kualitas layanan PAUD yang semakin merata, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak.
Tren APS PAUD Kabupaten Bangka Tengah dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif yang konsisten.
APS PAUD Kabupaten Bangka Tengah menuju target 2026.
Secara geografis, Bangka Tengah terdiri dari wilayah daratan yang luas dan beberapa area pesisir dan beberapa kepulauan kecil. 1. Penyebaran Satuan PAUD Satu Desa Satu PAUD sudah terpenuhi yakni 63 desa / kelurahan memiliki 161 lembaga PAUD. Namun dalam perkembangannya ada satu dusun yang memerlukan layanan PAUD yaitu Dusun Kerasak yang belum memiliki lembaga PAUD. 2. Wilayah Pesisir dan Tambang Keberadaan desa-desa pesisir dan wilayah yang didominasi aktivitas pertambangan memerlukan pendekatan khusus dikarenakan sebagian besar orangtua belum memiliki kesadaran penuh untuk menyekolahkan anaknya di PAUD, meskipun ditempat tersebut sudah ada lembaga PAUD. 3. Konektivitas Antar Wilayah Jarak dari desa ke desa masih terjangkau sehingga cukup mudah untuk melakukan koordinasi atau mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMP Provinsi Kep.Bangka Belitung atau Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Secara Demografis : Potensi dan Sasaran 1. Pertumbuhan Usia Produktif Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan akan layanan PAUD ( baik formal maupun nonformal ) terus meningkat setiap tahunnya. Seluruh desa / kelurahan sudah terpenuhi, kecuali Dusun Kerasak Kecamatan Lubuk Besar yang belum memiliki layanan PAUD. 2. Keberagaman Sosial Ekonomi Kondisi ekonomi orangtua yang beragam, mulai dari nelayan, petani, buruh tambang hingga pegawai sangat mempengaruhi tingkat kesadaran dan kemampuan finansial dalam menyekolahkan anaknya ke jenjang PAUD. Hal ini memperkuat pentingnya optimalisasi bantuan operasional seperti BOSP. 3. Mobilisasi Penduduk Adanya pendatang dari luar Bangka Tengah menyebabkan bertambahnya jumlah anak usia PAUD yang membutuhkan akses dan layanan PAUD. Pendatang tersebut tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Gambaran struktur sosial ekonomi daerah di Kabupaten Bangka Tengah salah satunya adalah mengacu kepada jenis mata pencaharian penduduknya. Beberapa jenis mata pencaharian yang ada di Kabupaten Bangka Tengah antara lain : Perdagangan, Pertambangan, Pertanian dan Perkebunan, Perikanan, Karyawan Sawit dan Aparatur Sipil Negara. Dengan adanya perbedaan pendapatan yang diterima tersebut secara langsung dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Berdasarkan hal ini Bunda PAUD Kabupaten Bangka Tengah berinisiatif dan aktif melakukan aksi nyata mensosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini kepada masyarakat. Bunda PAUD juga melakukan pantauan langsung terhadap data anak usia 5 - 6 Tahun yang belum masuk PAUD melalui Si PINTAR ( Sistem Pantauan Internal Anak Usia Pra Sekolah ) dan memastikan kondisi sarana dan prasarana PAUD harus ramah anak. Kendala lainnya yang dihadapi oleh Bunda PAUD yang dijumpai di masyarakat adalah rendahnya motivasi orangtua menyekolahkan anaknya ke PAUD.
Visi : Mewujudkan PAUD Bermutu untuk Semua Misi : 1. Peningkatan mutu layanan PAUD 2. Peningkatan sarana dan prasarana 3. Peningkatan kualifikasi pendidik PAUD 4. Peningkatan standar akreditasi lembaga 5. Peningkatan Pengelolaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD
Arah kebijakan Bunda PAUD dalam mewujudkan PAUD Bermutu difokuskan pada langkah - langkah strategis dalam memastikan setiap anak usia 5 - 6 tahun mendapatkan layanan pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Adapaun kebijakan yang diambil oleh Bunda PAUD terkait dengan Program Unggulan PKS (Pantau-Kampanye-Support) antara lain: A. Penguatan Regulasi dan Advokasi 1. Intervensi ke Dinas Pendidikan Bunda PAUD pantau regulasi yang ada dengan mengupayakan adanya peraturan yang menaungi tentang wajib belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah dengan mendorong Dinas Pendidikan agar menyusun aturan tentang Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah yang ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Bangka Tengah Nomor 126 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal PAUD 1 ( tahun) Pra Sekolah Dasar. 2. Aksi Nyata Dukung Regulasi Bunda PAUD Support dengan mengeluarkan Surat Edaran Pokja Bunda PAUD Nomor 425/08/Pokja/BT/2025 tentang Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah (1 Tahun di PAUD usia 5-6 Tahun). Wajib Belajar bagi anak usia 5-6 tahun ini merupakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipenuhi oleh Kabupaten/Kota. 3. Diskusi dengan Tim Anggaran Pemerintah Bangka Tengah Bunda PAUD Support dengan melakukan diskusi dengan Tim TAPD Kabupaten Bangka Tengah agar disiapkan alokasi dana APBD II meskipun hanya sedikit saja untuk mendukung operasional BOSP lembaga PAUD, terutama pemberian insentif pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. B. Kolaborasi Lintas Sektoral dan Kemitraan 1. Penguatan PAUD Holistik Integratif Bunda PAUD merangkul beberapa dinas seperti Dinas Kesehatan dan Puskesmas (edukasi kesehatan, gizi untuk menurunkan stunting), DINDUKCAPIL (sosialisasi tentang Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (penguatan literasi), Dinas Pendidikan (sosialisasi program kebijakan Kemdikdasmen), DPPKBPPPA terkait dengan perlindungan anak dari kekerasan dan Kementerian Agama (edukasi pencegahan pernikahan dini). PAUD HI ini akan selalu dilaksanakan secara rutin mengingat bahwa lembaga PAUD harus memastikan setiap anak mendapatkan haknya sebagai anak PAUD. Senam Cuci Tangan Pakai Sabun pun dilakukan sebagai cara membiasakan hidup bersih. Bunda PAUD Support dengan menyediakan tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memberikan edukasi cuci tangan pakai sabun yang dilakukan sembari senam. 2. Pendekatan ke Pimpinan Perusahaan atau Kemitraan Bunda support PAUD dengan mengajak Baznas, CSR perusahaan dan perbankan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah untuk sedikit berkontribusi terhadap peningkatan layanan PAUD. 3. Focus Group Discussion dengan Organisasi Perangkat Daerah Bunda support PAUD dengan mengajak Organisasi Perangkat Daerah agar terlibat dalam PAUD Holistik Integratif untuk memastikan kebutuhan esensial anak terpenuhi sesuai dengan kewenangan dinas masing - masing. 5. Mengatasi Masalah Tanpa Masalah dengan Diskusi Bunda PAUD support pendidikan anak usia dini dengan membuka jalur komunikasi dengan Bagian Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah terkait dengan sebagian lahan TK Negeri Pembina Pangkalanbaru II yang diminta oleh pihak desa untuk dijadikan Koperasi Merah Putih. Bunda PAUD meminta agar lahan TK tidak digunakan untuk tempat usaha. C. Peningkatan Perluasan Akses dan Pemerataan Layanan 1. Kelas Jauh. Bunda PAUD support pendidikan anak usia dini dengan memastikan tidak ada anak yang tertinggal atau anak yang tidak mengenal PAUD terutama di wilayah pesisir dan pertambangan. Pantauan ini dilakukan langsung oleh Bunda PAUD melalui Si PINTAR (Sistem Pantauan Internal Anak Usia Pra Sekolah). Jika ada wilayah dusun yang belum ada lembaga PAUD, maka kebijakan Bunda PAUD adalah mengarahkan lembaga PAUD membuka layanan Kelas Jauh. Maret 2026, Bunda PAUD mengarahkan Dinas Pendidikan agar PAUD Pading Lestari membuka "Kelas Jauh" di Dusun Kerasak karena Dusun Kerasak selama ini bergabung di PAUD Pading Lestari Desa Lubuk Lingkuk sebagai upaya menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah. 2. Bunda PAUD support pendidikan anak usia dini dengan menambah Layanan TK. Atas dorongan Bunda PAUD, lembaga PAUD Al Fitriyah, PAUD Mutiara Hikmah, PAUD Attahira yang semula hanya ada layanan Kelompok Bermain saja, tahun 2026 mulai membuka layanan TK untuk menampung usia 5-6 tahun. 3. Advokasi ke Dinas Pendidikan Bunda PAUD menggandeng Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh desa/kelurahan sudah ada layanan PAUD. Tak lupa pula memastikan tidak ada lembaga yang memiliki sengketa lahan, sarana prasarana terpenuhi dengan layak agar anak PAUD dapat bermain dengan aman, ruang kelas tercukupi, dan renovasi gedung jika sudah waktunya untuk direnovasi. 3. Partisipasi Aktif Kepala Desa/Lurah atau Klik Tombol "ON" pada Kepala Desa/Lurah Bunda PAUD mengajak kepala desa/lurah agar memastikan anak usia 5 - 6 tahun mendapatkan layanan PAUD dan berharap ada kontribusi nyata dari kepala desa dengan mengalokasikan sedikit anggaran untuk kemajuan PAUD di desanya masing - masing. Kontribusi ini dapat diberikan berupa bantuan perlengkapan sekolah atau insentif pendidik dan tenaga kependidikan. Ada kepala desa yang memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu dan ada yang meberikan bantuan seragam sekolah. 4. Leaflet Bunda PAUD menyebarkan leaflet kepada orang tua, kepala desa/lurah, kader dasawisma, kader posyandu, ketua RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat yang bertemakan "Wajib Belajar 13 Tahun) dan pentingnya masuk PAUD sebelum jenjang Sekolah Dasar. 5. Kampanye Bunda PAUD melakukan KAWAL 13 T (Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun) 1 Tahun Pra Sekolah melalui sosialisasi dan juga menyanyikan lagu WAR 13 T yang penuh sarat makna. D. Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1. Bunda PAUD Menyapa Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bunda PAUD menyadari bahwa kemampuan anggaran APBD II Kabupaten Bangka Tengah masih dalam situasi defisit, oleh karena itu Bunda PAUD menggandeng Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendapatkan quota Pendidik sehingga dapat mengikuti Diklat Dasar, Lanjut atau Mahir. Tahun 2025, sudah ada 30 Pendidik PAUD yang mengikuti Diklat Lanjut yang diselenggarakan oleh Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi kepulauan Bangka Belitung. Tahun 2026, Bunda PAUD berkirim surat ke Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait permohonan quota Diklat Lanjut dan berdiskusi langsung. 2. Bunda PAUD Menyapa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Bunda PAUD juga mengadvokasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah agar tetap mengupayakan diselenggarakannya peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, walaupun hanya untuk 30 orang saja. Tahun 2025, Bunda PAUD mengarahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah untuk menyelenggarakan Diklat Stunting dan Diklat Inklusi. Diklat Stunting dan Diklat Inklusi telah terlaksana dengan lancar dengan peserta masing - masing diklat berjumlah 50 orang. Tahun 2026, Bunda PAUD akan mencari alternatif lain seperti melalui CSR jikalau Dinas Pendidikan belum ada anggarannya. 3. Bunda PAUD menyapa HIMPAUDI Bunda PAUD mendorong agar HIMPAUDI melakukan aksi nyata, berkolaborasi dengan pihak terkait untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dan mendorong menyusun MoU dengan Kepolisian terkait perlindungan hukum. E. Peningkatan Peran Serta Orang Tua (Parenting) 1. Klik Tombol "ON" pada orang Tua (Parenting) Bunda PAUD support kegiatan parenting yang harus ada di lembaga PAUD dan lembaga PAUD diarahkan untuk mengundang narasumber dari dinas terkait sesuai dengan tema parenting. Bunda PAUD mengajak perkuat peran ayah, perluas pantauan ibu. 2. Berbagi Kisah dengan Orang Tua Bunda PAUD support orang tua agar turut serta mendidik dan mengasuh anak dengan pola pengasuhan yang benar. Pembentukan karakter anak tidak hanya dilakukan di sekolah saja, namun yang paling penting adalah peran orang tua. Pada saat parenting, Bunda PAUD menyampaikan bahwa Bunda PAUD memantau kasus - kasus yang terjadi pada anak yang seringkali dilakukan oleh orang terdekat. Melalui parenting, kolaborasi antara pendidik dan orang tua akan terlihat jelas dalam membentuk karakter anak. Bunda PAUD mengajak orang tua, bukan hanya memantau kondisi anaknya, tapi juga memantau anak - anak lainnya yang belum mengakses pendidikan anak usia dini. Tak lupa pula, Bunda PAUD mengajak peran ayah diperkuat dalam pengasuhan anak. 3. Rapat Rutin Orang Tua Bunda PAUD mengingatkan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan pendidik merupakan satu hal yang patut dilestarikan. Budaya saling berbagai informasi, saling "kepo" dengan inovasi apa saja yang dapat diciptakan bersama, tentang pola pengasuhan di keluarga adalah jembatan menuju membaiknya hubungan antara orang tua dan anaknya. Terkadang, banyak sekali ditemukan kasus orang tua membiarkan anaknya dan hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Bunda PAUD menyarankan bahwa melalui rapat rutin, orang tua dapat memberi masukan tentang capaian kinerja lembaga PAUD dan pendidik pun dapat masukan tentang agenda 1 (satu) tahun di lembaga. 4. Gotong Royong Orang Tua Bunda PAUD mengajak orang tua menggalakkan gotong royong di lembaga PAUD. Hal ini dipercaya mampu memberi contoh kepada anak PAUD agar dapat menjaga budaya gotong royong. Gotong royong ini mengajarkan kepada orang tua dan anak - anak bahwa pentingnya memiliki empati kepada sesama. 5. Bunda PAUD Bercerita Disela - sela KAWAL 13 T, Bunda PAUD mengajak orang tua agar tidak merasa sungkan ketika harus membacakan buku cerita kepada anak - anak. Anak - anak yang terbiasa membaca buku cerita, Bunda PAUD menyampaikan bahwa anak tersebut akan lebih kritis cara berpikirnya, kognitifnya berkembang dan pandai berkhayal atau berimajinasi yang positif. F. Peningkatan Strategi Tata Kelola PAUD Bunda PAUD menyadari bahwa masih banyak lembaga PAUD yang belum memahami pengelolaan kelembagaan PAUD. Bunda PAUD melakukan hal di bawah ini: 1. Cek & Ricek Administrasi Lembaga PAUD Bunda PAUD selalu mengingatkan agar lembaga PAUD melakukan update data tentang aset lembaga, surat keputusan lembaga tentang pergantian pendidik dan tenaga kependidikan, dan surat pertanggungjawaban keuangan harus dilengkapi dengan baik agar tidak panik pada saat visitasi akreditasi. 2. Maksimalkan Digitalisasi Bunda PAUD mengingatkan lembaga PAUD agar selalu mendokumentasikan setiap kegiatan dan dibagikan ke media sosial, terutama pada saat sosialisasi Gerakan WAR 13 T ke warga sekitar ataupun kegiatan lainnya dan penggunaan PID (Panel Interaktif Digital) semaksimal mungkin dalam pembelajaran. 3. Perkuat Kemitraan Bunda PAUD meminta Dinas Pendidikan melakukan monitoring berkala untuk memantau lembaga PAUD. Selain itu, Bunda PAUD juga meminta lembaga PAUD agar memperluas kemitraan dengan Organisasi Perangkat Daerah untuk menambah pemahaman tentang penyediaan Kartu Identitas Anak, penekanan Pola Hidup Bersih dan Sehat, pantau tumbuh kembang anak dan menekankan pendidik mampu menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan. Dan, Bunda PAUD meminta agar lembaga PAUD terus melibatkan Dinas Pendidikan dalam pembinaan manajemen kelembagaan PAUD. G. Penguatan Media Sosial 1. Lagu Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah Bunda PAUD mengajak stakeholder untuk melakukan Promosi dan Edukasi Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah dan di ekspos ke media sosial. Promosi ini sedang gencar - gencarnya dilakukan oleh Bunda PAUD, baik melalui KAWAL 13 T (Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah) ataupun melalui lagu. Pada saat melaksanakan kampanye, Bunda PAUD mengajak tamu yang hadir untuk menyanyikan Lagu Wajib Belajar 13 Tahun yang diciptakan oleh Bunda PAUD drg. Eva Fidia Lestari., M. Pd dan Kepala Bidang PAUDNI. Lagu pun dinyanyikan dengan penuh syahdu yang penuh dengan muatan nilai positif. 2. Membentuk Tim Publikasi Bunda PAUD mengarahkan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bangka Tengah, Dinas Pendidikan dan lembaga PAUD agar memiliki tim khusus yang bertanggungjawab mempublikasikan Gerakan WAR 13 T ke berbagai media sosial, seperti: a. Youtube @pokjabundapaudbangkatengah3802 b. Instagram @pokjapaud_bateng c. Facebook @Pokja BundaPaud Bateng d. Tiktok @pokja.bunda.paud82 e. Instagram Dinas Kominfosta @dinaskominfosta_bateng f. Website Dinas Pendidikan: https://bangkatengahkab.go.id
Gerakan WAR 13 T merupakan Gerakan Bunda PAUD melakukan aksi mengajak semua anak usia 5 - 6 tahun masuk PAUD. Gerakan WAR 13 T ini merupakan salah satu bentuk perhatian penuh dari seorang Bunda PAUD yang menyadari bahwa masih banyak anak usia dini belum mendapatkan layanan PAUD. Bunda PAUD mencoba menyadarkan orang tua dengan menggambarkan kondisi anak jika tidak masuk PAUD dengan cara yang mudah dipahami oleh orang tua. Berbagai keluhan, kendala dan saran yang dihadapi oleh orang tua pun didengarkan secara seksama oleh Bunda PAUD. Bunda PAUD akan mudah tersentuh hatinya dan berlinangan air mata tatkala melihat kondisi anak yang tidak masuk PAUD, mengalami kekerasan dalam rumah dan lingkungan sekitar, penurunan nilai moral dan kekeliruan orang tua dalam mengasuh anaknya. Melalui gerakan WAR 13 T ini, Bunda PAUD berusaha menyentuh hati orang tua, masyarakat, pemangku kepentingan agar bersama - sama berupaya mewujudkan generasi emas melalui sumber daya manusia yang berkualitas, yang tentu saja dimulai dari usia dini. Pembentukan karakter sejak dini dapat dimaksimalkan di keluarga dan lembaga PAUD. Program Unggulan Bunda PAUD Kabupaten Bangka Tengah diwujudkan dalam slogan: PKS ( Pantau - Kampanye - Support ) 1. Pantau : a.. Pantau Data Anak Usia 5-6 Tahun yang Belum Masuk PAUD Bunda PAUD melakukan pantauan kondisi perkembangan PAUD di Kabupaten Bangka Tengah, terkait dengan data anak usia 5 - 6 tahun yang belum masuk PAUD. Pantauan ini dapat dilihat melalui Si PINTAR dan pada saat kunjungan langsung ke lapangan. b. Pantau Sarana Prasarana Pada saat kunjungan, Bunda PAUD turut pantau kondisi sarana prasarana yang sudah rusak, cat yang sudah pudar, jamban yang butuh direhabilitasi atau belum ada jamban sama sekali. c. Pantau Akreditasi Lembaga Bunda PAUD senantiasa menanyakan tentang proses akreditasi. Bunda PAUD memberikan saran kepada Dinas Pendidikan untuk memantau persiapan menjelang akreditasi. 2. Kampanye : a. Bunda PAUD Bercerita Bunda PAUD melakukan kampanye di berbagai desa/kelurahan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa PAUD itu penting. Disamping itu, Bunda PAUD mengajak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan agar menyediakan Perpustakaan Keliling di lokasi KAWAL 13 T. Bunda PAUD akan mengajak anak - anak PAUD turut serta dan membacakan buku cerita dengan penuh ceria. b. Bernyanyi Salah satu inovasi yang dilakukan untuk mendukung KAWAL 13 T (Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun) adalah menciptakan lagu WAR 13 T sebagai ajakan untuk masuk PAUD dan menamatkan pendidikan hingga minimal SMA. c. Bunda PAUD Berbagi Kisah Bunda PAUD memberi peluang kepada peserta KAWAL 13 T untuk bertanya, memberi saran dan berbagi pengalaman di wilayahnya masing - masing terhadap kendala yang ada tentang sulitnya menyadarkan masyarakat agar bersedia memasukkan anaknya ke PAUD. Dan, tak lupa pula berbagi kisah tentang pengalaman dalam mengasuh anak di rumah. Kisah inspiratif selalu diangkat oleh Bunda PAUD agar memotivasi orang tua untuk memberikan pengasuhan yang benar. Selain itu, Bunda PAUD juga memaparkan kasus - kasus kekerasan terhadap anak akibat ulah dari perilaku orang tua yang tidak memahami kondisi anak. 3. Support : Bunda memberikan support nyata antara lain: 1. Senantiasa menghadiri acara PAUD, terutama pada saat PAUD Holistik Integratif, Posyandu, dan Pembinaan UKS PAUD 2. Senantiasa hadir pada saat rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan, HIMPAUDI, dan IGTKI 3. Senantiasa mengingatkan lembaga PAUD agar memperbaiki sarana prasarana yang rusak 4. Senantiasa mencoba mencari solusi dalam mengatasi kurangnya anggaran pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan PAUD, Bunda PAUD mencari solusi dengan menggandeng CSR, Baznas dan Perbankan. Bentuk Support nyata dari Bunda PAUD adalah Bunda PAUD mengajak CSR Perusahaan dan Baznas untuk mendukung Gerakan WAR 13 T berupa bantuan perlengkapan PAUD. Hal ini dilakukan karena banyak sekali keluhan dari masyarakat bahwa tidak memiliki uang untuk membeli seragam PAUD dan lebih memilih tidak memasukkan anaknya ke PAUD. Keputusan orang tua yang tidak mau memasukkan anaknya ke PAUD dengan alasan faktor ekonomi sehingga memutuskan anaknya masuk jenjang sekolah dasar saja. Bunda PAUD hadir memberikan solusi nyata. 5. Senantiasa mengingatkan lembaga PAUD agar berupaya maksimal mencapai akreditasi A sebagai wujud dari keseriusan lembaga memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Akreditasi ini dianggap pengakuan resmi terhadap kualitas, keunggulan serta kepatuhan lembaga PAUD terhadap standar nasional. Melalui PKS, Bunda PAUD telah menorehkan berbagai aksi nyata dengan komitmennya senantiasa menghadiri acara PAUD, melakukan pendampingan kepada orang tua yang membutuhkan pendampingan, menginventarisir data, menjadi mediator pada saat lembaga PAUD mengalami permasalahan rumit, menjadi pendengar yang baik di saat masyarakat mengeluh dengan kondisi yang ada dan menempatkan sebagai Bunda PAUD yang siap siaga. Bunda PAUD percaya sepenuhnya bahwa peran serta orang tua sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter anak sehingga Bunda PAUD merasa perlu mendekatkan diri dengan orang tua, tanpa batas dan jarak. Capaian kinerja Bunda PAUD yang sudah dilaksanakan dan yang masih berjalan sebagai berikut: A. Inovasi Inovasi yang diciptakan oleh Bunda PAUD dalam mendukung Gerakan WAR 13 T (Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun) ini meliputi : 1. Si PINTAR ( Sistem Pantauan Internal Anak Usia Pra Sekolah ) : Aplikasi web yang berisi data anak usia 5 - 6 tahun yang belum masuk PAUD se- Kabupaten Bangka Tengah. 2. KAWAL 13 T (Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun) ke desa/kelurahan yang masih banyak anak usia 5-6 tahun belum masuk PAUD. 3. Menciptakan Lagu WAR 13 T Lagu WAR 13 T diciptakan dengan harapan masyarakat lebih mudah memahami pentingnya masuk PAUD dan menamatkan pendidikan hingga SMA. 4. BBM (Bergerak Bersama Mitra) Bergerak Bersama Mitra, menggalang persatuan untuk pendidikan anak usia dini. Bunda PAUD menggandeng CSR Perusahaan, BAZNAS dan Perbankan. Bunda PAUD menciptakan 4 (empat) inovasi tersebut di atas adalah dalam rangka mendukung kebijakan Kemendikdasmen mewujudkan PAUD Bermutu untuk Semua. B. Bunda PAUD Support Regulasi Advokasi 1. Surat Edaran Bunda PAUD Support pendidikan anak usia dini dengan mengeluarkan Surat Edaran Pokja Bunda PAUD Nomor 425/08/Pokja/BT/2025 tentang Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah (1 Tahun di PAUD usia 5-6 Tahun). Wajib Belajar bagi anak usia 5-6 tahun ini merupakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipenuhi oleh Kabupaten/Kota. C. Kolaborasi Lintas Sektoral 1. PAUD Holistik Integratif Bunda PAUD lakukan aktivitas rutin yakni menyelenggarakan PAUD Holistik Integratif yang diikuti oleh: a. Dinas Kesehatan dan Puskesmas memberikan edukasi kesehatan, gizi untuk menurunkan stunting, senam cuci tangan pakai sabun, terapkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat b. DINDUKCAPIL menyampaikan informasi tentang Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran c. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyediakan minibus Perpustakaan Keliling karena Bunda PAUD berrkeinginan membaca buku cerita di depan anak - anak d. Dinas Pendidikan menyampaikan program Kemendikdasmen e. Kementerian Agama menyampaikan edukasi pencegahan pernikahan dini f. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan sosialisasi tentang perlindungan anak dari kekerasan 2. Diskusi Hangat dengan Kepala Desa/Lurah Diskusi yang dibahas adalah hal seputar kondisi anak - anak usia 5 - 6 tahun dan anggaran desa yang dapat dialokasikan untuk pendidikan anak usia dini. 3. Diskusi dengan Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi dilibatkan dalam Gerakan WAR 13 T diharapkan dapat melakukan penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini dan magang di lembaga PAUD. 4. Diskusi Hangat dengan Badan Pusat Statistik Bunda PAUD meyakini bahwa dasar dari sebuah gerakan adalah data. Data anak usia dini belum ada ditampilan website Badan Pusat Statistik dan disarankan agar memasukkan data anak usia dini agar dapat dipantau oleh berbagai pihak. Angka anak usia dini akan menjadi perhatian kalangan luas dan Kampanye WAR 13 T pun dapat dilakukan oleh semua pihak. 5.Rapat Koordinasi Bunda PAUD lakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyamakan persepsi agar ketika bergerak bersama, persepsinya selaras. Rapat koordinasi dilakukan antara lain: a. Rapat Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah b. Rapat Koordinasi dengan Tim Kelompok Kerja Bunda PAUD c. Rapat Koordinasi dengan Mitra D. Parenting atau Klik Tombol "ON" pada Orang Tua 1. Klik Tombol "ON" atau Parenting. Kondisi yang aman, nyaman dan kondusif di lembaga PAUD dan di rumah telah menggerakkan hati Bunda PAUD untuk mendorong pelaksanaan parenting di lembaga PAUD. Bunda PAUD mengarahkan narasumber sesuai dengan permasalahan yang ingin dikupas tuntas oleh orang tua, misalnya menghadirkan Psikolog untuk mendalami peran ayah dan ibu dalam mengasuh anak di rumah, menghadirkan kepolisian agar paham tentang kesadaran hukum dan lain - lain. 2. Bunda PAUD Berbagi Kisah Obrolan Seputar Pengasuhan menjadi daya tarik bagi orang tua pada saat Bunda PAUD berkunjung. Orang tua bisa bertanya banyak tentang pengasuhan. Selain itu, tema pendidikan anak usia juga masih menjadi perbincangan hangat. Lagi - lagi peran ayah harus diperkuat dalam pengasuhan. 3. Bunda PAUD Berbagi Cerita Orang tua berbagi pengalaman hidupnya. Bunda PAUD mencoba membangkitkan rasa percaya diri pada orang tua agar bisa berbicara di depan, bisa saling berbagi pengalaman profesi agar anak mendapatkan gambaran tentang jenis profesi. Secara tidak langsung, anak - anak mendapatkan gambaran bahwa pendidikan itu sangat penting demi masa depan. 4. Bunda PAUD Bercerita Peran lainnya yang melekat pada sosok Bunda PAUD adalah Bunda Literasi. Dalam setiap kunjungan ke lembaga PAUD, Bunda PAUD senantiasa mengajak orang tua, pendidik dan tenaga kependidikan, Organisasi Perangkat Daerah, Ibu Camat, Ibu Kepala Desa/Ibu Lurah, HIMPAUDI, IGTKI, IGRA, dan Pengawas TK untuk membaca buku cerita dengan cara berkelompok di Pojok Baca lembaga PAUD dan Perpustakaan Keliling yang disiapkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan pada saat kunjungan Bunda PAUD ke lembaga (PAUD HI) dan KAWAL 13 T. E. Kemitraan 1. Berbagi Kasih Kisah Sedih Bunda PAUD mengajak CSR perusahaan, BAZNAS, Perbankan untuk bersama - sama berpartisipasi aktif membangun anak Negeri Selawang Segantang, terutama anak kurang mampu. Apapaun bentuk kontribusinya, Bunda PAUD berharap dengan kemitraan ini dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan PAUD. 2. Sosialisasi tentang Rupiah Sosialisasi tentang rupiah dilakukan oleh perbankan dengan harapan dapat memberi pengetahuan baru bagi anak PAUD. 3. Berbagi Kisah dengan Perguruan Tinggi Bunda PAUD turut menggandeng Perguruan Tinggi untuk melakukan kajian terhadap orang tua yang masih enggan memasukkan anaknya ke PAUD sehingga rekomendasi dari hasil kajian ini dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pendidikan anak usia dini dan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk magang di lembaga PAUD. F. Peningkatan Perluasan Akses dan Pemerataan Layanan 1. Kelas Jauh. Bunda PAUD support pendidikan anak usia dini dengan memastikan tidak ada anak yang tertinggal atau anak yang tidak mengenal PAUD terutama di wilayah pesisir dan pertambangan. Pantauan ini dilakukan langsung oleh Bunda PAUD melalui Si PINTAR (Sistem Pantauan Internal Anak Usia Pra Sekolah). Jika ada wilayah dusun yang belum ada lembaga PAUD, maka kebijakan Bunda PAUD adalah mengarahkan lembaga PAUD membuka layanan Kelas Jauh. Maret 2026, Bunda PAUD mengarahkan Dinas Pendidikan agar PAUD Pading Lestari membuka "Kelas Jauh" di Dusun Kerasak karena Dusun Kerasak selama ini bergabung ke desa yang lain. 2. Menambah Layanan TK yang Semula Hanya Kelompok Bermain Tahun 2026 ada 3 (tiga) lembaga PAUD yang awalnya hanya Kelompok Bermain, saat ini sudah dibuka layanan TK untuk mengakomodir anak usia 5-6 tahun. 3. Advokasi ke Dinas Pendidikan Bunda PAUD menggandeng Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh desa/kelurahan sudah ada layanan PAUD. Tak lupa pula memastikan tidak ada lembaga yang memiliki sengketa lahan, sarana prasarana terpenuhi dengan layak agar anak PAUD dapat bermain dengan aman, ruang kelas tercukupi, dan renovasi gedung jika sudah waktunya untuk direnovasi. 3. Perkuat Peran Kepala Desa/Lurah atau Klik Tombol "ON" pada Kepala Desa/Lurah Bunda PAUD mengajak kepala desa/lurah agar memastikan anak usia 5 - 6 tahun mendapatkan layanan PAUD dan berharap ada kontribusi nyata dari kepala desa dengan mengalokasikan sedikit anggaran untuk kemajuan PAUD di desanya masing - masing. Kontribusi ini dapat diberikan berupa bantuan perlengkapan sekolah atau insentif pendidik dan tenaga kependidikan. Desa/kelurahan juga didorong untuk membuka layanan PAUD jika di desanya masih kurang layanan PAUDnya.
Keterjangkauan Advokasi terkait dukungan dan implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah yaitu sebagai berikut: 1. Advokasi Bunda PAUD a. Advokasi Kemitraan Bunda PAUD berkolaborasi dengan Camat, kepala desa/lurah, ketua RT/RW, kader Dasawisma, kader Posyandu, Pekerja Sosial Masyarakat, kader PKK, HIMPAUDI, IGTKI, Pengawas TK, IGRA dan orangtua yang memiliki anak usia 5 - 6 Tahun yang belum masuk PAUD dalam melakukan advokasi KAWAL 13 T ( Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun ) baik ditingkat desa/kelurahan/kecamatan dan Kabupaten. b. Advokasi Pendataan Data anak usia 5 - 6 tahun yang disediakan oleh Operator Desa dapat dilihat di Si PINTAR. 2. Pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra Sekolah. Media sosial Bunda PAUD yang dapat diakses terdiri dari: a. Youtube @pokjabundapaudbangkatengah3802 b. Instagram @pokjapaud_bateng c. Facebook @Pokja BundaPaud Bateng d. Tiktok @pokja.bunda.paud82 e. Instagram Dinas Kominfosta @dinaskominfosta_bateng f. Website Dinas Pendidikan: https://bangkatengahkab.go.id Selain media sosial di atas, Bunda PAUD juga menyebarkan leaflet dan spanduk ke desa/kelurahan yang berisi tentang informasi bahwa PAUD itu penting. 3. Kolaborasi Lintas Sektoral a. KAWAL 13 T Bunda PAUD mengajak Organisasi Perangkat Daerah, Perguruan Tinggi, Instansi Vertikal ( Kementerian Agama, dan Badan Pusat Statistik ), Gabungan Organisasi Wanita, HIMPAUDI, IGTKI, IGRA, Baznas, Perbankan dan juga perusahaan di wilayah Kabupaten Bangka Tengah (CSR) bergerak bersama untuk menggugah dan menyadarkan masyarakat yang belum memahami pentingnya masuk PAUD sebelum masuk jenjang sekolah dasar. b. PAUD Holistik Integratif Pada saat kunjungan ke lembaga PAUD, Bunda PAUD senantiasa mengajak Dinas Kesehatan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, DPPKBP3A, DINDUKCAPIL dan Kementerian Agama dalam mendukung kebijakan Kemdikdasmen dalam upaya memberikan pemenuhan hak anak sebagai perwujudan dari kegiatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
Relevansi program kerja Bunda PAUD dengan kebijakan Kemendikdasmen dapat dilihat dari berbagai aksi nyata yang digerakkan langsung oleh Bunda PAUD. Melalui program kerja yang sudah disusun oleh Bunda PAUD yang merujuk pada kebijakan Kemendikdasmen menuju PAUD Bermutu, ada beberapa program telah diimplementasikan ke dalam Gerakan WAR 13 T sebagai berikut : A. Komitmen Bunda PAUD menggaungkan PAUD Holistik Integratif Bunda PAUD bersemangat menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan kebutuhan esensial anak terpenuhi. komitmen ini dibuktikan dengan rutinnya Bunda PAUD melakukan kunjungan ke lembaga PAUD dengan mengikutsertakan Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, DINDUKCAPIL, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Kementerian Agama. Bunda PAUD mengajak Organisasi Perangkat Daerah tersebut di atas agar memberikan sosialsiasi penting terkait dengan bidangnya masing - masing. B. Advokasi Kebijakan dan Anggaran Bunda PAUD Kabupaten mengarahkan Dinas Pendidikan dan Organiasi Perangkat Daerah lainnya agar memaksimalkan anggaran yang ada untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). ketika terjadi kekurangan anggaran, Bunda PAUD mengajak Organisasi Perangkat Daerah untuk berinisiatif dan kreatif menyelenggarakan kegiatan tanpa menggunakan anggaran dengan memanfaatkan dan memaksimalkan sumber daya yang ada. C. Kolaborasi Lintas Sektor Bunda PAUD tidak bisa bergerak sendiri. Oleh karena itu, Bunda PAUD menciptakan BBM (Bergerak Bersama Mitra) dengan melibatkan pemangku kepentingan (CSR, BAZNAS), stakeholder dan mitra pendidikan. kolaborasi ini dirasakan cukup berdampak pada peningatakan kesadaran masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, perbaikan gizi, mendeteksi tumbuh kembang anak, memastikan anak memiliki Kartu identitas Anak/KArtu Keluarga/Akte Kelahiran, memastikan anak aman dan nyaman di lembaga PAUD dan terhindar dari kekerasan. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak adalah tujuan akhir dari BBM ini. Tak lupa pula Bunda PAUD tetap menekankan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, artinya guru kelas awal harus memahami karakter anak dan cara mengajar anak yang dilakukan dengan cara yang mneyenangkan. D. Penguatan Pengelolaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD atau Tata kelola Lembaga Tata kelola kelembagaan PAUD menjadi perhatian Bunda PAUD. Tahun 2025 lembaga PAUD yang terakreditasi A berjumlah 15, mengalami kenaikan yang sebelumnya baru 8 lembaga. Pemenuhan 8 SNP ini tidaklah mudah, Bunda PAUD menyadari hal itu dan menguatkan pendidik dan tenaga kependidikan agar bersemangat dalam menciptakan inovasi metode mengajar agar anak PAUD mendapatkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan. Selain itu, Bunda PAUD mengarahkan agar lembaga PAUD membuka "Kelas Jauh" untuk dusun yang berjarak jauh dari desa agar masyarakat di dusun tersebut dapat menikmati layanan PAUD. E. Gerakan PAUD Berkualitas dan Tuntas Bunda PAUD merupakan aktor utama untuk menyukseskan program "PAUD Bermutu untuk Semua". Sukseskan program ini tentu saja membutuhkan perhatian penuh dari Bunda PAUD dan Bunda PAUD pun melakukannya melalui PKS (Pantau - Kampanye - Support) dengan didukung oleh 4 (empat) inovasinya. E. Perkuat Parenting atau Mengaktifkan Tombol "ON" pada Orang Tua Orang tua diminta untuk berperan aktif dalam mengawasi, mengasuh dan mendidik anak. Anak yang sudah terpola di lembaga PAUD, harus dilanjutkan di rumah masing - masing. Bunda PAUD mengnginkan kondisi yang kondusif bagi anak di rumah masing - masing dengan tak henti - hentinya menyadarkan orang tua dalam mengasuh anaknya.
Pencapaian luar biasa hanya bisa terwujud melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bangka Tengah.
Lihat Program Kerja βDukungan Anggaran
Edukasi Kesehatan
Sosialisasi KIA-KTP-KK dan Akta Kelahiran
Sosialisasi Perlindungan Anak
Edukasi Keselamatan
Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini
Peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Edukasi Perlindungan Anak dan Kesadaran Hukum
Edukasi Perlindungan Anak
Edukasi Pendidikan Inklusi
Bantuan Pendidikan
Bantuan Pendidikan
Bantuan Pendidikan
Publikasi
Perpustakaan Keliling pada saat PAUD HI
Sos/advo
Setiap kontribusi, sekecil apapun, adalah investasi nyata untuk masa depan generasi Kabupaten Bangka Tengah.