Orang TuaBerbagi
Mengajak Anak Bergerak Aktif
PAUDPEDIA—Ayah Bunda dan Sobat PAUD, seperti yang kita ketahui bahwa pada umumnya, anak-anak memiliki energi yang besar. Orang tua pasti akan dibuat lelah, tetapi ada nilai plusnya: anak dan orang tua akan semakin sehat karena aktif bergerak.
Meskipun begitu, ada sebagian anak yang lebih pasif. Mereka menyukai kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan banyak bergerak. Terutama pada anak-anak yang telah mengenal gawai. Dengan demikian diharapkan Ayah Bunda dapat menjaga anak untuk tetap aktif bergerak ya, karena ada banyak manfaat yang didapatkan oleh mereka. Apa saja manfaatnya? yuk simak penjelasan berikut ini:
- Metabolisme tubuh akan lebih baik, tubuh lebih lancar menyerap nutrisi hingga otot dan tulang kuat, pencernaan lebih lancar hingga anak tidak sembelit
- Tidur malam yang lelap, anak-anak yang aktif bergerak pada pagi hingga sore hari akan tidur lelap. Hormon pertumbuhan yang aktif pada saat seperti ini akan lebih lancar terbentuk.
- Nafsu makan anak meningkat, energi yang keluar harus digantikan dengan asupan energi juga. Anakanak akan lebih lahap makan karena membutuhkan asupan energi
- Daya tahan tubuh lebih kuat, otot dan tulang anak akan berkembang lebih kuat saat anak aktif bergerak. Apalagi jika anak bergerak aktif ketika pagi hari, karena bisa mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari.
- Melatih kemampuan bersosialisasi anak, anak-anak yang terbiasa bergerak aktif di luar ruangan akan bertemu dengan banyak orang. Anak-anak bisa belajar bersosialisasi dengan segala kalangan, mulai dari teman sebaya hingga orang dewasa.
Baca juga :
Tentu, agar anak dapat bergerak aktif, Ayah Bunda juga perlu mengetahui beberapa kiatnya. Sebagaimana kiat yang akan dijabarkan berikut ini:
- Cari aktivitas fisik favorit anak. Orang tua bisa mendampingi anak melakukan kegiatan-kegiatan favoritnya seperti berenang, main bola, memanjat.
- Jadilah contoh bagi anak. Orang tua yang aktif akan menjadi teladan bagi anak-anak, berbeda dengan orang tua yang tidak banyak bergerak.
- Batasi televisi dan gawai. Idealnya, waktu untuk menggunakan televisi dan gawai dibatasi paling lama dua jam setiap hari. Televisi dan gawai membuat anak malas bergerak.
- Kadang ada kondisi yang membatasi aktivitas fisik keluarga. Contohnya wabah penyakit yang membatasi orang untuk keluar rumah, atau sempitnya waktu orang tua. Karena itu, orang tua harus kreatif dalam mencari alternatif. Hal sederhana seperti mengerjakan tugas rumah tangga sudah bisa membuat fisik anak bergerak, seperti menyiram tanaman, menjemur pakaian, atau menyapu dan mengepel.
Penulis : Ifina Trimuliana, M. Pd
Foto : Awang
Referensi
Buku Saku Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2020
2021-06-11 | 10:40:53
InfoTerkini
Hutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnyaPemerintah Revitalisasi 603 PAUD Terdampak Gempa dan Rusak di NTT pada 2026 Dengan Alokasi Anggaran Rp 232 Miliar
Berita 2026-09-10 | 08:30:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meletakkan penguatan fondasi pendidikan usia dini sebagai prioritas mendesak dalam pemulihan serta penataan infrastruk...
selengkapnyaPISA 2025: Akses dan Kesetaraan Pendidikan Indonesia Melonjak, Capaian Tingkat Atas Masih PR
Berita 2026-09-09 | 07:15:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dinamika menarik sekaligus tantangan berumpak dalam lanskap pendidikan nasional. D...
selengkapnyaEnam Dekade Hari Aksara Internasional: Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi Hadapi Era Kecerdasan Artifisial, Dari Baca-Tulis ke Berpikir Kritis
Berita 2026-09-09 | 07:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Enam dekade setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memproklamasikan Hari Aks...
selengkapnya