Orang TuaBerbagi
Dukung Anak Berkebutuhan Khusus Sejak di Keluarga
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, anak adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan menciptakan manusia lebih baik dibandingkan ciptaan lainnya. Manusia diciptakan dengan penuh keistimewaan, termasuk anak-anak yang memiliki kekhususan. Sama dengan anak-anak yang lain mereka juga membutuhkan bimbingan dan dukungan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Keluarga adalah pendidik dan pengasuh pertama serta utama bagi mereka sudah seharusnya mampu memberikan yang terbaik bagi mereka. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan ketika memiliki anak berkebutuhan khusus? Yuk simak beberapa hal berikut ini:
Penerimaan kondisi anak dan menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung, seluruh anggota keluarga hendaknya mampu menerima apapun keadaan anak dengan ikhlas dan menghargai keberadaan mereka dalam keluarga. Selain itu, keluarga juga harus saling mendukung dalam mengoptimalkan perkembangannya.
Cari informasi sumber dukungan, dan penanganan yang tepat, Ayah Bunda lebih aktif dalam mencari informasi untuk mendapatkan dukungan dan penanganan terhadap perkembangannya, misalnnya mengunjungi pos yandu, puskesmas, dokter, psikolog, klinik tumbuh kembang anak dan lain sebagainya.
Baca juga :
Menumbuhkan kasih sayang serta berbagi dengan orang-orang yang berarti, memiliki anak berkebutuhan khusus tidak menutup kemungkinan mengalami kesulitan dalam mendidik dan mendampinginya, perhatian dan kasih sayang harus terus ditumbuhkan oleh seluruh anggota keluarga. Saat menghadapi kondisi yang sulit jangan menutup diri, tetapi cobalah untuk berbagi dengan orang-orang terdekat, seperti orang tua, saudara, kerabat, guru atau orang terdekat lainnya.
Mendukung dan mendampingi tumbuh kembang anak serta aktualisasi potensinya, selalu memberikan dukungan dan mendampingi anak berkebutuhan khusus dalam pengembangan diri dan memberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki, hindari memaksakan atau menuntut mereka untuk sama dengan anak lainnya.
Kenali karakteristik, hal yang disukai dan cara berkomunikasi, keluarga juga harus mampu mengenali karakteristik anak, hal-hal yang ia sukai dan cara berkomunikasi yang efektif bersama mereka agar terjadi saling pemahaman dalam berkomunikasi dan terbangun kelekatan emosional antara orang tua dan anak.
Bergabung dengan komunitas keluarga atau masyarakat, dengan bergabung bersama komunitas keluarga yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus atau masyarakat yang peduli dengan anak berkebutuhan khusus memberikan peluang Ayah Bunda untuk saling belajar, berbagi dan saling menguatkan satu sama lainnya sehingga membantu dalam mendidikan maupun memberikan pengasuhan yang terbaik.
Meningkatkan kemampuan pengasuhan dan pendampingan, tidak semua orang tua tersiapkan sebagai pengasuh dan pendamping bagi anaknya, termasuk mereka yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang tentunya memiliki tantangan tersendiri. Terus meningkatkan kapapasitas dengan belajar, saling berbagi dan mencari informasi merupakan hal yang dapat dilakukan agar dapat mengoptimalisasikan stimulasi tumbuh kembang sesuai kekhususannya.
Memperjuangkan hak, setiap anak memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi, tidak terkecuali bagi mereka yang berkebutuhan khusus, diantara hak yang dimaksud yaitu hak Pendidikan. Bukan berarti karena mereka memiliki keterbatasan, mereka tidak mendapatkan layanan pendidikan yang baik, maka dalam hal ini keluarga harus mampu memperjuangkan hak Pendidikan mereka maupun hak untuk memperoleh kebutuhan esensial lainnya.
Memilih dan memutuskan layanan Pendidikan, keluarga memiliki kepentingan dan bertanggung jawab memilih dan memutuskan layanan Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan anak, ada berapa jenis layanan pendidikan yang tersedia antara lain PAUD yang melayani anak berkebutuhan khusus, Sekolah Khusus/SLB, home schooling.
Penulis : Aria Ahmad Mangunwibawa & Ifina Trimuliana
Foto : Awang
2021-05-28 | 15:36:57
InfoTerkini
Hutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnyaPemerintah Revitalisasi 603 PAUD Terdampak Gempa dan Rusak di NTT pada 2026 Dengan Alokasi Anggaran Rp 232 Miliar
Berita 2026-09-10 | 08:30:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meletakkan penguatan fondasi pendidikan usia dini sebagai prioritas mendesak dalam pemulihan serta penataan infrastruk...
selengkapnyaPISA 2025: Akses dan Kesetaraan Pendidikan Indonesia Melonjak, Capaian Tingkat Atas Masih PR
Berita 2026-09-09 | 07:15:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dinamika menarik sekaligus tantangan berumpak dalam lanskap pendidikan nasional. D...
selengkapnyaEnam Dekade Hari Aksara Internasional: Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi Hadapi Era Kecerdasan Artifisial, Dari Baca-Tulis ke Berpikir Kritis
Berita 2026-09-09 | 07:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Enam dekade setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memproklamasikan Hari Aks...
selengkapnya