Berita
Workshop Pendidikan Komisi X DPR dan Direktorat PAUD di Tasikmalaya, Digitalisasi Pembelajaran Harus Berorientasi Pedagogi, Teknologi Hadir Peran Guru Tak Tergantikan
Berita 2026-08-12 | 06:15:00
TASIKMALAYA, PAUDPEDIA — Digitalisasi pendidikan di Indonesia ditegaskan bukan sekadar program pembagian perangkat teknologi fisik atau memindahkan materi cetak ke layar digital. Digitalisasi sejati merupakan bentuk transformasi menyeluruh yang terencana pada tata kelola, metode mengajar, dan sistem asesmen demi meningkatkan mutu pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan di seluruh satuan pendidikan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, S.E., M.M., dalam Workshop Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI bertajuk ”Digitalisasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Indonesia” di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri atas para guru dan kepala sekolah perwakilan dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Hadir dalam kegiatan tersebut Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Djayeng Baskoro dan narasumber Digitalisasi Pembelajaran Effendy Simamora dan Arika Novrani.
Tidak Sekadar bagi-bagi Papan Interaktif
Ferdiansyah menjelaskan, selama ini kerap terjadi kekeliruan pemahaman mendasar di masyarakat maupun pemangku kepentingan antara konsep digitisasi dan digitalisasi. Digitisasi sekadar merujuk pada alih media dari bentuk fisik menjadi digital, seperti memindahkan teks buku ke dalam format file PDF atau slide presentasi kaku.
Sementara itu, digitalisasi pendidikan adalah pengintegrasian teknologi secara mendalam dan sistematis untuk merombak pengalaman belajar murid serta cara kerja pendidik.
”Digitalisasi pendidikan bukan cuma soal bagi-bagi papan interaktif (Interactive Flat Panel) atau gawai ke sekolah-sekolah.
Teknologi hanyalah alat bantu (enabler). Jika pendekatan pedagoginya tidak diperbaiki, keberadaan perangkat canggih di ruang kelas justru berisiko menjadi beban administratif baru bagi para guru,” ujar Ferdiansyah di hadapan ratusan pendidik yang hadir.
Menurut Ferdiansyah, keberhasilan program digitalisasi pembelajaran tidak boleh hanya diukur dari banyaknya jumlah aplikasi yang diunduh atau banyaknya gawai yang didistribusikan.
Indikator keberhasilan yang paling utama adalah sejauh mana teknologi mampu menciptakan atmosfer pembelajaran yang bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menggembirakan (joyful) bagi para peserta didik.
Lima Pilar Utama
Untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang kokoh dan berkelanjutan, Ferdiansyah memaparkan lima pilar utama digitalisasi pendidikan yang harus digarap secara serentak:
- Penyediaan infrastruktur digital yang merata dan andal.
- Penguatan kompetensi serta literasi digital para pendidik.
- Ketersediaan konten digital yang relevan dan bermutu tinggi.
- Penerapan pedagogi digital yang interaktif dan adaptif.
- Perbaikan tata kelola serta ekosistem sekolah yang terintegrasi.
Penerapan lima pilar tersebut dinilai sangat mendesak untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk di Kabupaten Tasikmalaya tercatat sebesar 7,98 tahun, sedangkan RLS di Kota Tasikmalaya telah mencapai 9,64 tahun.
Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pemanfaatan teknologi secara optimal untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Digitalisasi Sarana Pemerataan Mutu PAUD
”Digitalisasi harus menjadi sarana pemerata mutu pendidikan, sehingga anak-anak di pelosok desa di Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan kualitas materi dan proses pembelajaran yang seimbang dengan murid-murid di kawasan perkotaan,” kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya tersebut.
Atasi Kendala Lapangan
Meski demikian, Ferdiansyah memberikan catatan kritis terhadap berbagai tantangan nyata yang masih ditemui di lapangan.
Beberapa kendala utama meliputi keterbatasan akses jaringan internet di kawasan tanpa sinyal (blank spot), keterbatasan pasokan daya listrik, minimnya fasilitas laboratorium komputer, hingga ancaman timbulnya stres teknologi (technostress) atau kelelahan mental para guru akibat beban pelaporan digital yang rumit.
Oleh sebab itu, arah kebijakan digitalisasi nasional tahun 2026 diprioritaskan pada pemenuhan infrastruktur dasar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah penyangga. Pemerintah pusat dan daerah diimbau memberikan pendampingan teknis secara berkala agar pemanfaatan teknologi tidak membebani tugas utama guru.
Ferdiansyah pun mengingatkan bahwa secanggih apa pun perkembangan teknologi modern saat ini, peran sentral seorang guru sebagai pendidik, mentor, dan pembentuk karakter anak bangsa tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) maupun platform digital apa pun.
”Teknologi hadir untuk memperkuat peran guru di kelas, bukan untuk menggantikannya. Guru yang hebat dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi yang tepat akan melahirkan mutu pendidikan Indonesia yang jauh lebih berkualitas,” tutur Ferdiansyah menutupi pemaparannya.
Peliput : Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya