Berita
Webinar Peran Sentral Bunda PAUD, Pendidikan Prasekolah 1 Tahun Wajib PAUD Bukan Sekadar Persiapan Akademis Lebih Dari Itu Bangun Karakter dan Kecerdasan Bangsa
Berita 2026-04-26 | 21:00:00
PAUDPEDIA, 24 April 2026 – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggelar webinar nasional bertajuk "Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah". Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun mendapatkan akses pendidikan yang layak sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Webinar ini dihadiri oleh ribuan peserta yang terdiri dari jajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BBPMP/BPMP), Dinas Pendidikan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta seluruh jajaran Pokja Bunda PAUD mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan/desa di seluruh Indonesia.
Urgensi Pendidikan Awal
Dalam paparannya, narasumber utama, Direktur PAUD Kurniawan, menegaskan bahwa pendidikan prasekolah bukan sekadar persiapan akademis, melainkan fondasi utama pembangunan karakter dan kecerdasan bangsa. Berdasarkan data yang disajikan, sekitar 90 persen perkembangan sel saraf otak manusia terjadi pada masa golden age atau usia dini.
"Fondasi yang kokoh diperlukan untuk mengembangkan kapasitas 'bangunan' di atasnya. Jika fondasi rapuh, anak akan sulit membangun kemampuan yang lebih kompleks di kemudian hari," tegas Kurniawan dalam materi yang disampaikan, Rabu (24/4).
Data ilmiah yang dirujuk dalam materi menunjukkan bahwa anak dari keluarga prasejahtera yang tidak mengikuti pendidikan prasekolah mengalami ketertinggalan kognitif dan bahasa setara 18 hingga 24 bulan saat memasuki SD.
Selain itu, investasi pada pendidikan anak usia dini terbukti memberikan Return of Investment (ROI) yang sangat tinggi, yakni mencapai 7 hingga 13 dolar AS untuk setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan.
Tantangan Capaian dan Akses
Meskipun telah menunjukkan kemajuan, tantangan dalam pemerataan pendidikan masih cukup besar. Berdasarkan data capaian tahun 2025, Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk anak usia 5-6 tahun secara nasional telah mencapai 88,38 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 74,15 persen. Namun, masih terdapat kesenjangan antarwilayah.
Secara infrastruktur, dari total 84.276 desa di Indonesia, baru sekitar 70.193 desa yang telah memiliki layanan PAUD. Artinya, masih ada desa-desa yang belum terjangkau fasilitas pendidikan anak usia dini. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran aktif dari berbagai pihak untuk tidak membiarkan satu anak pun "hilang dari peta pendidikan".
"Pertanyaannya bukan di mana anak itu berada? Tapi, siapa yang mencari keberadaan mereka? Kita memiliki peran strategis dalam mencari keberadaan seluruh anak usia dini di daerah dan memastikan tidak ada yang tertinggal," ujar narasumber lainnya, Widyaprada Ahli Direktorat PAUD, Dr. Soetanto, M.Pd.
Peran Sentral Bunda PAUD
Webinar ini menyoroti bahwa Bunda PAUD memiliki peran kunci sebagai wajah advokasi di daerah. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai simbol, tetapi sebagai motor penggerak yang mampu mengintervensi dan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) pemerintahan.
Tugas utama Bunda PAUD ke depannya terfokus pada tiga aspek besar: perluasan akses pendidikan agar semua anak bisa bersekolah, peningkatan mutu layanan pembelajaran, serta perbaikan tata kelola manajemen.
"Kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah ini bermakna luas. Sering dianggap kewajiban orang tua, padahal makna sebenarnya adalah kewajiban negara untuk memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan berkualitas," jelas JP Muhammad, Konsultan IT Direktorat PAUD, yang juga memaparkan teknis pendataan dan pemanfaatan sistem digital.
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan pemahaman yang komprehensif bagi seluruh elemen. Dinas Pendidikan dan Bunda PAUD diharapkan dapat bersinergi kuat dalam melakukan sosialisasi, pendataan, dan pemetaan kebutuhan di wilayah masing-masing.
Moderator Putry Rahyuni dalam sesi diskusi menekankan bahwa keberhasilan program ini akan berdampak panjang, tidak hanya meningkatkan angka kelulusan di jenjang pendidikan selanjutnya, tetapi juga mencetak generasi yang siap bersaing di masa depan.
Visi besar pendidikan nasional adalah mewujudkan "Pendidikan Bermutu untuk Semua" (Quality Education for All). Dengan penguatan peran Bunda PAUD dan dukungan seluruh pihak, harapan agar setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan dasarnya sejak usia dini semakin nyata dan terencana.
Peliput : Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting : Eko B Harsono