Berita
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul; “Janjang PAUD Miliki Posisi Strategis Sebagai Fase Fondasi Utama Sistem Pendidikan Nasional”
Berita 2026-08-13 | 08:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menegaskan posisi strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam arsitektur sistem pendidikan nasional. Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat menutup kegiatan Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-62 di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (11/8/2026).
Dalam sambutannya, Wamen Fajar menekankan bahwa revitalisasi PAUD tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai pembangunan infrastruktur fisik atau renovasi bangunan. Lebih jauh dari itu, program ini harus mendukung pembangunan "infrastruktur kognitif" anak. Lingkungan pendidikan yang kondusif diperlukan untuk menumbuhkan motivasi belajar intrinsik serta rasa ingin tahu anak sejak dini.
"Bagaimana kita bisa membangun pola pikir dan mental putra-putri kita sejak usia dini untuk menjadi seorang pembelajar? Tujuannya adalah mencetak pembelajar sepanjang hayat," ujar Fajar.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan jenjang PAUD memegang peran krusial dalam membentuk budaya bertanya yang lahir dari rasa penasaran (curiosity) alami anak. Dengan demikian, anak tidak hanya diajar untuk menghafal, tetapi didorong untuk memiliki dorongan internal dalam mencari ilmu.
Komitmen Pemerintah Integrasikan PAUD
Pemerintah melalui Kemendikdasmen berkomitmen mengintegrasikan PAUD sepenuhnya ke dalam ekosistem pendidikan nasional. Fajar menyatakan, PAUD bukan lagi bagian yang terpisah, melainkan pondasi dasar yang menentukan kualitas pendidikan di jenjang berikutnya. "Kami ingin meletakkan PAUD sebagai fondasi untuk sistem pendidikan nasional yang terintegrasi," tegasnya.
Menyoal implementasi teknis, Wamen Fajar mengingatkan pentingnya pelaksanaan revitalisasi yang aman, lancar, amanah, dan memenuhi standar kualitas bangunan. Ia meminta pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan, untuk aktif mengawal satuan pendidikan penerima bantuan.
Kualitas sarana prasarana dinilai vital karena PAUD merupakan "rumah kedua" bagi anak, tempat mereka mengembangkan potensi fisik, motorik, kognitif, serta sosial-emosional. "Dengan suasana yang nyaman dan aman, anak akan memiliki totalitas untuk belajar dan mengaktualisasikan dirinya," tambah Fajar.
Kegiatan yang dihadiri oleh 255 dari 259 kepala satuan PAUD yang diundang ini menandai tahap akhir perencanaan anggaran. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau, Warsita, melaporkan bahwa seluruh peserta yang hadir telah menyelesaikan finalisasi Rencana Anggaran dan Pelaksanaan (RAP). Selama kegiatan, peserta dibekali materi teknis mulai dari mekanisme belanja, penggunaan aplikasi SiLaB PAUD, hingga aspek perpajakan dan pengawasan program.
Menutup acara, Wamen Fajar berpesan kepada para pengelola PAUD untuk menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. "Bapak dan Ibu adalah orang-orang paling penting yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan," pungkasnya.
Peliput : Indra Fajar Dewanto
Penyunting : Eko B Harsono