Berita
Wamen Dikdasmen, Atip Latipulhayat Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sumedang, Tekankan Budaya Bersih dan Pemeliharaan Pasca-revitalisasi
Berita 2026-01-26 | 08:50:00
PAUDPEDIA SUMEDANG – Pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memasuki babak baru. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Prof. Dr. Atip Latipulhayat, secara resmi meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Sumedang ini menjadi tonggak penting dalam implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan setiap anak bangsa mendapatkan akses pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Fokus pada Standar Kebersihan
Dalam sambutannya yang hangat namun tegas, Prof. Atip Latipulhayat memberikan sorotan khusus pada pemeliharaan pasca-revitalisasi. Ia menekankan bahwa keindahan bangunan baru harus dibarengi dengan budaya bersih yang konsisten.
"Sebaik-baiknya pembangunan yang telah dilakukan, saya menekankan masalah kebersihan. Di Sumedang ini sudah terlihat kincrung (mengkilap/bersih). Saya berharap semua lembaga pendidikan harus bersih," ujar Prof. Atip di hadapan para tokoh dan kepala sekolah.
Wamen yang juga merupakan akademisi asal Jawa Barat ini menyebutkan bahwa kenyamanan belajar bermula dari lingkungan yang apik. Dengan dialek lokal yang akrab, ia menyebut sekolah harus terasa genah (nyaman).
"Jadi genah gitulah dipakai. Pas ditinggalkan, genah juga ditinggalkan. Terutama ukurannya, saya menggunakan mulai dari kamar mandi. Mulainya dari situ. Kalau WC-nya sudah tidak terawat, itu menunjukkan kualitas pengelolaannya," tambahnya.
Bahkan, Prof. Atip memberikan tantangan kepada Ketua Umum PP PERSIS, Ustadz Jeje Zainudin, untuk menyelenggarakan lomba sekolah bersih di lingkungan jam'iyyah PERSIS. Ia memberikan peringatan keras bahwa keberlanjutan bantuan di masa depan sangat bergantung pada bagaimana sekolah menjaga fasilitas yang telah diberikan.
"Kalau tahun depan kualitas kebersihannya menurun, tampaknya saya tidak akan merekomendasikan lagi untuk di situ. Ngeraken (memalukan) kalau tidak dijaga. Minimal harus seperti yang ada di Sumedang ini, sudah bagus-bagus semua," tegasnya.
Mekanisme Swakelola dan Transparansi Anggaran
Selain aspek estetika dan kebersihan, Prof. Atip juga membedah sisi teknis pelaksanaan program. Revitalisasi ini tidak hanya menyentuh perbaikan fisik bangunan yang rusak, tetapi juga penataan lingkungan secara menyeluruh.
Program ini mencakup rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga penyediaan toilet layak. Uniknya, skema pembiayaan dilakukan melalui mekanisme swakelola untuk memastikan efisiensi dan partisipasi publik.
"Dana revitalisasi disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Pelaksanaan teknis dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan masyarakat dan Komite Sekolah," jelas Prof. Atip.
Pendekatan mandiri ini, menurut Wamen, terbukti efektif. Hingga saat peresmian, pihaknya mengaku tidak mendapatkan laporan negatif terkait penyimpangan anggaran. "Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para kepala sekolah yang sudah melaksanakan amanah ini dengan baik. Buktinya adalah selesainya pembangunan ini dengan kualitas yang memuaskan."
Dukungan Daerah dan Sinergi Organisasi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., menyampaikan bahwa revitalisasi ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP di Sumedang. Ia optimistis program ini akan mendongkrak elektabilitas dan mutu pendidikan di wilayahnya.
"Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan yang layak. Kami berharap dampak positifnya segera dirasakan oleh para siswa dan tenaga pendidik di Sumedang," ungkap Eka.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian dan daerah, termasuk Direktur PAUD Kemendikdasmen, Dr. Nia Nurhasanah, dan Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Dari sisi organisasi, tampak hadir Ketua Umum PP PERSIS Ustadz Jeje Zainudin, Ketua Umum PP Persistri Hj. Lia Yuliani, serta pimpinan otonom lainnya seperti Pemuda Persis, Himi Persis, dan IPPI.
Hadir pula para pimpinan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen di Jawa Barat, antara lain Kepala BBPMP Ibu Komalasari, Kepala BBPPMPV BMTI Bapak Anwar Sidarta, Kepala BBGTK Bapak Sugito Adiwarsito, dan Kepala Balai Bahasa Ibu Herawati.
Prof. Atip menitipkan pesan penting kepada seluruh perwakilan sekolah yang hadir untuk menjaga amanah pembangunan ini demi masa depan anak-anak yang lebih baik.
Peresmian ditandai dengan peninjauan langsung fasilitas sekolah Unit Sekolah Baru TK PERSIS. Dengan sarana prasarana yang lebih baik, Kabupaten Sumedang kini siap menjadi salah satu motor penggerak kualitas pendidikan nasional di Jawa Barat.
Peliput : Ekho Widodo, Aldo Nurhuda dan Herry Hartawan
Penyunting: EB Harsono