Berita
Wajah Baru Satuan PAUD di Nusantara: Ribuan KB dan TK Bersolek Cantik, Siap Gelar MPLS Ramah Sambut Tahun Ajaran Baru 2026-2027
Berita 2026-07-11 | 10:00:00
YOGYAKARTA, PAUDPEDIA — Ribuan satuan pendidikan anak usia dini atau PAUD di berbagai penjuru Tanah Air kini tampil bersolek dengan rona lebih cerah, cantik, dan dilengkapi sarana prasarana yang jauh lebih memadai. Transformasi fisik dan nonfisik ini terwujud menyusul guliran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran prioritas pembangunan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dengan kesiapan infrastruktur baru serta adaptasi teknologi penunjang, ribuan PAUD kini menyatakan kesiapannya untuk menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.
Menjelang fajar tahun ajaran baru menyingsing, atmosfer di berbagai lembaga PAUD tampak berbeda. Dinding-dinding kelas dicat ulang dengan warna lembut, alat permainan edukatif (APE) baru tertata rapi, dan pojok-pojok digital interaktif mulai diaktifkan. Perubahan ini memberikan energi positif bagi para pendidik maupun calon peserta didik yang akan memasuki gerbang sekolah untuk pertama kalinya dengan rasa aman dan gembira.
Pesan Pak Menteri Dari Jogyakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kunjungannya di Yogyakarta, Kamis (9/7/2026), menegaskan pentingnya momentum transisi ini. Beliau mengajak seluruh pihak menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sebagai fondasi emas bagi tumbuh kembang peserta didik usia dini.
"Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden tentang membangun gerakan budaya yang ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Maka kami mengajak semua pihak yang menyelenggarakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan spiritual, dan lingkungan intelektual. Mudah-mudahan dengan pendekatan itu, semua dapat belajar dengan gembira dan sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak kita," ujar Abdul Mu’ti.
Revitalisasi menyeluruh ini bukan sekadar urusan estetika gedung, melainkan prasyarat utama untuk menunjang transisi PAUD ke Sekolah Dasar yang menyenangkan. Lingkungan belajar yang inklusif dan sarana digital yang tepat guna dirancang untuk membangun rasa aman serta percaya diri anak sejak hari pertama mereka melangkah.
Praktik Baik TK ABA Semesta
Salah satu model implementasi nyata terlihat di TK ABA Semesta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah ini telah merancang masa adaptasi selama dua minggu penuh, di mana fokus utamanya adalah kenyamanan psikologis anak, bukan pembelajaran yang kaku atau terstruktur.
Kepala TK ABA Semesta, Shofia Amalia, memaparkan bahwa selama dua minggu pertama, anak-anak diajak bereksplorasi secara bebas. "Fokus kami adalah mengenalkan lingkungan sekolah, membangun kedekatan antara anak dan guru, serta menghadirkan berbagai kegiatan bermain. Pada masa ini, guru juga melakukan observasi awal untuk memetakan kemampuan dan karakteristik setiap anak sebagai dasar penyusunan kegiatan pembelajaran," jelas Shofia.
Narasi MPLS Ramah Anak diwujudkan dalam rangkaian kegiatan holistik selama lima hari pertama yang dirancang terstruktur namun fleksibel:
- Hari Kesatu (Pondasi Awal Pertemanan & Pengenalan Sekolah): Tradisi Salam Sapa di gerbang sekolah diiringi lagu riang, pemasangan tanda pengenal, tradisi lingkaran besar untuk pengenalan diri/emosi, jelajah ruangan/APE baru, serta pembiasaan Makan Sehat dan Bergizi (30 menit) lengkap dengan edukasi kebersihan diri dan refleksi harian.
- Hari Kedua (Eksplorasi Kreativitas Dasar): Pendampingan motorik halus lewat pembuatan karya seni sederhana fisik yang dapat dibawa pulang sebagai kebanggaan anak.
- Hari Ketiga (Penguatan Literasi Menyenangkan): Sesi mendengarkan dongeng interaktif dan pengenalan pojok baca baru hasil revitalisasi sekolah.
- Hari Keempat (Kolaborasi dan Gerak Motorik): Bermain bebas terpandu (free play) di area outdoor untuk melatih kedekatan sosial antarteman sebaya dan guru.
- Hari Kelima (Kelas Interaktif Bersama Keluarga): Peluncuran program literasi keluarga melalui inisiasi awal gerakan "Ayah Bercerita" dan komitmen bersama antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Peran Orangtua Sukseskan MPLS Ramah
Keberhasilan pelaksanaan MPLS ramah anak ini diakui tidak bisa bertumpu pada kesiapan sekolah semata. Guru TK ABA Semesta, Ani Maghfiroh, mengungkapkan betapa krusialnya peran ikatan emosional dari rumah.
"Ketika orang tuanya ikhlas melepas anak ke sekolah dan menaruh kepercayaan penuh pada pihak sekolah, maka proses transisi emosional anak akan berjalan jauh lebih mudah dan tanpa tekanan," tuturnya.
Untuk menyelaraskan ritme tersebut, kemitraan dengan orang tua diperkuat sejak awal melalui pertemuan komite sekolah sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Langkah ini membuktikan bahwa kombinasi antara wajah baru sekolah yang cantik dan memadai, serta kolaborasi hangat dari keluarga mampu melahirkan generasi emas yang memulai sekolah dengan senyuman.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya