Berita
Transformasi Satuan PAUD Melalui Revitalisasi Sarana Prasarana dan Digitalisasi Pembelajaran Jadi Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan
Berita 2026-06-12 | 16:00:00
TANGERANG, PAUDPEDIA – Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kurniawan, menegaskan bahwa transformasi pendidikan anak usia dini tidak dapat dilepaskan dari dua pilar utama: revitalisasi satuan pendidikan secara fisik dan digitalisasi pembelajaran. Pernyataan ini disampaikan di tengah gelaran Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Tahun 2026 Angkatan ke 24 yang berlangsung di Kota Tangerang, Banten.
Menurut Kurniawan, program revitalisasi bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan akses layanan pendidikan sekaligus mendukung pemerataan kualitas pendidikan sejak jenjang paling dasar.
"Revitalisasi sarana dan prasarana satuan pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan akses layanan pendidikan sekaligus mendukung pemerataan kualitas pendidikan sejak jenjang anak usia dini," ujar Kurniawan dalam sambutannya, Kamis (11/6).
Kegiatan diikuti oleh 184 satuan PAUD dari delapan provinsi ini merupakan tahapan krusial sebelum penetapan penerima bantuan revitalisasi sarana dan prasarana untuk Tahun Anggaran 2026. Para peserta, yang terdiri atas kepala satuan PAUD atau penanggung jawab lembaga dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Barat, menjalani pendampingan intensif. Tujuannya adalah memastikan dokumen perencanaan yang disusun telah memenuhi persyaratan teknis sehingga dapat segera ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan bantuan pemerintah.
Direktur PAUD menjelaskan bahwa transformasi ini sejalan dengan prioritas nasional, khususnya Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan. Program ini juga merupakan implementasi nyata dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang pendidikan. Lebih jauh, arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Namun, Kurniawan menekankan bahwa revitalisasi fisik harus berjalan beriringan dengan modernisasi metode pembelajaran. Selain program revitalisasi, Direktorat PAUD tengah menjalankan sejumlah program prioritas lain, termasuk digitalisasi pembelajaran. Langkah ini diambil untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dengan memperkuat literasi, numerasi, sains, dan teknologi sejak usia dini.
Program Prioritas Kementerian
"Selain program revitalisasi, Direktorat PAUD juga tengah menjalankan sejumlah program prioritas lain, seperti digitalisasi pembelajaran, penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, dukungan Makan Bergizi Gratis, penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta perluasan akses layanan PAUD sebagai bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun," tambah Kurniawan.
Strategi peningkatan mutu layanan PAUD juga dilakukan melalui peningkatan daya tampung satuan pendidikan dan program afirmasi bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta layanan PAUD Holistik Integratif (HI), juga menjadi fokus utama. Koordinasi lintas sektor melalui regulasi yang kuat diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia.
Saat ini, Direktorat PAUD mencatat sedikitnya 3.865 satuan PAUD masuk dalam daftar calon penerima bantuan revitalisasi tahun 2026. Setelah melalui proses verifikasi dan konfirmasi bersama dinas pendidikan kabupaten/kota, satuan-satuan pendidikan yang memenuhi kriteria ditetapkan sebagai sasaran program. Proses finalisasi dokumen yang sedang berlangsung di Tangerang ini melibatkan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, jadwal pelaksanaan, serta dokumen teknis lainnya.
Kepada seluruh peserta, Kurniawan berpesan agar kegiatan ini dimanfaatkan secara optimal. Setelah penandatanganan PKS antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan kepala satuan PAUD, lembaga pendidikan diharapkan segera mengaktivasi rekening dan melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan. Pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan pekerjaan fisik juga didorong untuk menciptakan rasa kepemilikan bersama.
"Satuan pendidikan diharapkan... memberdayakan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan pekerjaan fisik, serta menjalankan administrasi dan pelaporan secara tertib, transparan, dan akuntabel hingga penyampaian laporan akhir program," tegas Kurniawan.
Dengan finalisasi dokumen yang tepat waktu dan pelaksanaan yang akuntabel, pemerintah optimis Program Revitalisasi PAUD Tahun 2026 dapat berjalan optimal. Hal ini ultimately bertujuan mewujudkan layanan PAUD yang lebih berkualitas, aman, nyaman, dan merata bagi seluruh anak-anak Indonesia, sebagai fondasi kokoh bagi masa depan bangsa.
Peliput : Herry Hartawan dan Wisnu Aditya
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya