Berita
Siaran Pers Puncak HAN ke-42 di Tanjungpinang, Teguhkan Komitmen Lindungi Anak dari Segala Bentuk Kekerasan dan Wujudkan Ruang Aman bagi Anak Indonesia
Berita 2026-07-24 | 10:10:00
TANJUNGPINANG, PAUDPEDIA — Angin laut Selat Riau berembus lembut menyapu Tugu Daun Sirih Emas, ikon kebanggaan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Di bawah naungan Tenda Sayang Anak, riak tawa dan keceriaan ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan berpadu harmonis dengan lantunan bait Gurindam 12 serta keelokan pertunjukan drama tutur Perangai Maknyong. Namun di balik kemeriahan kesenian Melayu yang memikat hati itu, tersemat makna yang jauh lebih besar: negara bersama pemerintah daerah bersatu menegakkan benteng perlindungan bagi anak Indonesia di tengah gempuran tantangan zaman yang kian kompleks.
Peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh semangat di lokasi tersebut, Kamis. Acara dihadiri langsung oleh Ibu Wakil Presiden Republik Indonesia, Selvi Ananda Gibran Rakabuming. Turut mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi.
Kehadiran jajaran pimpinan nasional itu diperkuat oleh kehadiran Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, serta Bunda PAUD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni. Kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan keseriusan seluruh elemen pemerintahan dalam menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas pembangunan di tanah Gurindam.
Sejak pagi, area sekitar Tenda Sayang Anak sudah dipenuhi antusiasme anak-anak, orang tua, dan masyarakat. Acara dibuka dengan penayangan video pembuka dan sambutan, disusul penampilan kesenian khas Kepulauan Riau. Pembacaan Gurindam oleh siswa-siswi setempat menyentuh hati seluruh hadirin, mengingatkan kembali akan pentingnya budi pekerti, moralitas, dan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Kemudian ibu Selvy Gibran Rakabuming bersama rombongan langsung berbaur dengan para siswa seluruh jenjang pendidikan menikmati 18 permainan tradisional dan berinteraksi langsung dengan para siswa dengan sukacita yang dipandu oleh Laelatul Machfudotin yang menjelaskan secara detail.
“Saya sungguh sangat berbahagia hari ini di Hari Anak Nasional ke-42 di Tanjungpinang. Tadi saya mencoba sejumlah permainan. Beberapa kali gagal tetapi mencoba lagi dan berhasil seperti permainan kelereng, congkak dan lompat tali. Kami Seruni sangat mendukung upaya pemerintah membatasi gawai di sekolah dan mengajak anak lebih banyak bermain bersama teman di sekolah sambil melestarikan permainan tradisional,” ujarnya.
Pembacaan Ikrar Pelajar dan Suara Anak Indonesia
Momen paling menyentuh terjadi saat perwakilan pelajar melangkah ke panggung untuk menyerahkan dukungan belajar, lalu membacakan Ikrar Pelajar dan 12 poin Suara Anak Indonesia (SAI). Suara mereka bergema tegas dan lugas: anak-anak merindukan sekolah yang ramah dan aman, keluarga yang hangat dan mendukung, serta dunia digital yang terlindungi dari jerat perundungan dan konten berbahaya.
Menjawab harapan dan aspirasi itu, ibu Selvi Ananda bersama para pejabat pusat dan daerah secara resmi menancapkan papan komitmen 12 poin SAI sebagai tanda pengesahan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA). Gerakan ini digagas dan digelorakan secara bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PPPA, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Anak-anak adalah fondasi utama Indonesia Emas 2045. Rumah, sekolah, dan ruang digital harus menjadi Tenda Sayang Anak yang nyata — bebas dari rasa takut dan kekerasan,” ujar Selvi Ananda Gibran Rakabuming dengan tegas namun penuh kelembutan di hadapan ribuan anak dan undangan.
Ia menegaskan perlindungan anak bukan sekadar wacana di atas kertas atau seremonial belaka, melainkan harus menjadi aksi nyata yang dilakukan setiap hari di setiap rumah tangga dan ruang kelas. “Setiap anak berhak untuk tumbuh, belajar, dan berkreasi tanpa rasa takut. Kita tidak boleh menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, psikis, maupun kekerasan di ruang siber,” tegasnya.
Data Simfoni PPA 2025-2026
Langkah penegasan komitmen ini diambil bukan tanpa alasan mendesak. Data Simfoni PPA tahun 2025/2026 mencatat lebih dari 21.352 kasus kekerasan terhadap anak di seluruh Indonesia. Kekerasan seksual menduduki angka tertinggi sebesar 46,1 persen, diikuti kekerasan fisik sebesar 19,1 persen dan kekerasan psikis 18,9 persen.
Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, ancaman kian meluas ke ruang digital: sebanyak 48 persen anak pengguna internet berisiko pernah mengalami perundungan siber. Lebih memprihatinkan, 62,19 persen anak korban kekerasan dalam 12 bulan terakhir mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Merespons kondisi memprihatinkan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyatakan pemerintah serius mendorong terciptanya ruang aman dan nyaman di setiap satuan pendidikan maupun pesantren. Maraknya kasus kekerasan psikis seperti mempermalukan murid di depan kelas, hingga kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan menjadi perhatian serius dan prioritas penanganan.
Tujuh Langkah Konkret Kemendikdasmen
Kemendikdasmen pun meluncurkan tujuh langkah konkret menuju satuan pendidikan aman dan nyaman: melakukan evaluasi mandiri sistem perlindungan anak, membentuk tim perlindungan anak yang terlatih, membangun sistem pengaduan yang ramah anak dan bebas pembalasan, menerapkan disiplin positif tanpa hukuman fisik maupun penghinaan, serta memperkuat kemitraan dengan orang tua dan masyarakat.
Gerakan RANA juga membangun kesadaran agar seluruh masyarakat memiliki “alarm otomatis” dalam menghadapi kekerasan terhadap anak: peka mendengar dan melihat tanda-tanda kekerasan, tidak berpaling wajah sekecil apa pun, mendampingi korban dengan empati, serta segera melaporkan melalui layanan SAPA 129.
Herwita Sari, siswa kelas V SDN Kota Tanjungpinang yang turut membacakan aspirasi anak di panggung, menyampaikan harapannya. “Kami merasa didengar hari ini. Kami berani menyuarakan agar tidak ada lagi teman yang menangis karena diperlakukan buruk. Sekolah dan rumah seharusnya menjadi tempat teraman bagi kami,” ucapnya dengan mata berbinar.
Arafah Khairunnisa, seorang guru SMP 05 Tanjungpinang menyambut baik komitmen bersama ini. “Kami pendidik siap menjadi garda terdepan. Aturan saja tidak cukup, kesadaran dan keteladanan setiap hari adalah kunci agar setiap anak merasa aman, dihargai, dan dicintai,” ungkapnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni menyampaikan apresiasi sekaligus tekad. “Kegiatan ini mengingatkan kami, para pengasuh anak usia dini, bahwa kasih sayang adalah perlindungan pertama dan utama. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, kami yakin anak-anak Tanjungpinang dapat tumbuh sehat, ceria, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Peringatan puncak HAN ke-42 ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata. Kehadiran para pemimpin pusat dan daerah menjadi jaminan bahwa perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama. Saat rombongan meninggalkan lokasi, senyum sumringah anak-anak masih tampak cerah di bawah bayangan Tugu Daun Sirih Emas. Di tanah Melayu ini, seberkas harapan baru telah dinyalakan — membawa Indonesia melangkah mantap menuju generasi emas yang sehat, tangguh, berdaya saing, dan merdeka dari segala bentuk kekerasan.
Peliput ; Tim Komunikasi Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen PNFI
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnyaPemerintah Revitalisasi 603 PAUD Terdampak Gempa dan Rusak di NTT pada 2026 Dengan Alokasi Anggaran Rp 232 Miliar
Berita 2026-09-10 | 08:30:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meletakkan penguatan fondasi pendidikan usia dini sebagai prioritas mendesak dalam pemulihan serta penataan infrastruk...
selengkapnya