Berita
Sekjen Kemendikdasmen Tutup Forum Diskusi ASEAN-SEAMEO Roadmap ECCE Periode 2026-2030, Pentingnya Kolaborasi Antar Negara ASEAN
Berita 2026-04-10 | 10:35:00
JAKARTA, PAUDPEDIA – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ir. Suharti, M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung pembangunan teknologi dan pengembangan potensi anak secara menyeluruh. Hal ini disampaikannya dalam sambutan penutupan sebuah acara yang berlangsung pada Jumat (10/4).
Suharti menekankan bahwa pendidikan saja tidak cukup untuk memaksimalkan potensi anak. Diperlukan juga dukungan dari berbagai aspek lain, seperti kesehatan, nutrisi, keselamatan, serta peran aktif orang tua. "Untuk menggunakan pendidikan sendiri tidak cukup. Kami harus lanjutkan seperti kesehatan, nutrisi, keselamatan, dan dukungan parental agar setiap anak selama bertahun-tahun benar-benar berbakat," ujarnya.
Dalam sambutannya, Suharti juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarnegara di kawasan ASEAN dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyebutkan bahwa meskipun setiap negara memiliki tantangan yang berbeda, namun solusi yang dibutuhkan seringkali bersifat universal. Oleh karena itu, kerja sama dan berbagi pengalaman menjadi sangat penting.
"Perbicaraan kami hari ini telah menunjukkan bahwa tantangan pendidikan bisa terlihat cukup berbeda dari satu negara ke lain. Namun, kami juga telah mengetahui bahwa banyak alasan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan khusus adalah, sebenarnya, universal," katanya.
Suharti juga mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan mitra kerja, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyebutkan bahwa mereka adalah pemimpin utama yang berperan penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
"Anak-anak, orang tua, dan guru-guru dalam menghasilkan kualitas pendidikan, mereka adalah pemimpin utama kami. Mereka adalah orang-orang yang memberikan pendidikan kepada anak-anak setiap hari, dan itulah sebenarnya mengapa kami harus mendukung mereka secara berbeda-beda," tambahnya.
Acara ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan pencapaian yang telah diraih dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mewujudkan pendidikan yang lebih baik di kawasan ASEAN. Suharti berharap, dengan adanya kerja sama yang kuat dan komitmen yang tinggi, visi untuk memberikan masa depan yang cerah bagi anak-anak dapat terwujud.
Inisiatif Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) atau Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini di Asia Tenggara. Acara peluncuran yang berlangsung di The Sultan Hotel and Residence, Jakarta, ini menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya mewujudkan standar pendidikan anak usia dini yang berkualitas di kawasan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Atip Latipulhayat, serta jajaran pejabat tinggi Kementerian. Turut hadir pula perwakilan organisasi regional dan internasional, antara lain Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosio-Budaya, H.E. San Lwin, Direktur Sekretariat SEAMEO, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim, serta Direktur UNESCO Kantor Jakarta, Maki Katsuno Hayashikawa. Acara ini juga dihadiri oleh anggota Dewan Pengurus SEAMEO CECCEP dari berbagai negara anggota dan mitra strategis lainnya.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Menteri Abdul Mu’ti membuka acara dengan pantun interaktif yang memadukan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, mengajak seluruh hadirin menyatukan visi untuk kemajuan anak-anak Asia Tenggara.
"Mekar melati di taman kota, Harum semerbak ke seluruh negara, Sebelas negara satu cita, Majukan PAUD di Asia Tenggara!" seru Menteri Abdul Mu’ti, disambut sorakan antusiasme dari seluruh peserta.
Komitmen Berkelanjutan Indonesia
Peluncuran peta jalan ini merupakan tindak lanjut dari pengesahan yang dilakukan oleh seluruh 11 negara anggota ASEAN dan SEAMEO pada tahun 2025. Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan konsistensi Indonesia dalam memimpin agenda pendidikan kawasan. Sebelumnya, Indonesia berhasil mempelopori lahirnya ASEAN Leaders’ Declaration on ECCE pada tahun 2023. Kini, melalui dokumen teknis Peta Jalan Bersama ini, komitmen politik tersebut diterjemahkan ke dalam langkah-langkah operasional yang nyata untuk periode 2026–2030.
"Peta Jalan Bersama ini bukan sekadar dokumen, melainkan seruan untuk aksi kolektif. Ini mengajak kita semua untuk memperkuat koherensi kebijakan, memperdalam kemitraan, memobilisasi sumber daya, dan terus belajar dari satu sama lain," tegas Abdul Mu’ti.
Beliau menambahkan bahwa investasi pada anak usia dini adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang inklusif, tangguh, dan sejahtera. Oleh karena itu, dokumen ini dirancang tidak hanya sebagai referensi strategis, tetapi juga panduan praktis yang dapat dikontekstualisasikan di tingkat nasional masing-masing negara.
Tujuh Pilar Strategis
Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO ini dirancang sebagai kerangka kerja kolektif untuk memajukan kualitas ECCE di kawasan. Terdapat tujuh area intervensi utama yang menjadi fokus utama selama lima tahun ke depan, yaitu:
- Perluasan Akses: Memperluas akses yang merata terhadap layanan PAUD, terutama bagi anak-anak di daerah tertinggal dan terpinggirkan.
- Peningkatan Kualitas: Meningkatkan kualitas program dan pengalaman belajar yang berbasis bermain dan berpusat pada anak.
- Pengembangan SDM: Memperkuat kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependudukan PAUD.
- Tata Kelola & Kemitraan: Memperbaiki tata kelola dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
- Pemberdayaan Keluarga: Memberdayakan orang tua dan pengasuh untuk mendukung tumbuh kembang anak.
- Pemanfaatan Teknologi: Memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran.
- Pembiayaan: Memobilisasi sumber daya keuangan yang berkelanjutan untuk inisiatif PAUD.
Langkah Nyata Menuju Masa Depan
Direktur SEAMEO Secretariat, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim, menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Indonesia. Menurutnya, dokumen ini sangat penting seiring dengan meningkatnya momentum global dan regional dalam memajukan pendidikan anak usia dini, sejalan dengan komitmen Transforming Education Summit dan Deklarasi Tashkent 2022.
Sementara itu, perwakilan ASEAN menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan regional dengan implementasi nasional. Peta jalan ini mencakup pendekatan bertahap mulai dari analisis situasi, pengembangan kebijakan, implementasi, hingga pemantauan dan evaluasi serta berbagi pengetahuan.
Melalui peluncuran ini, diharapkan seluruh negara anggota dapat segera mengadopsi dan menyesuaikan strategi yang ada dalam peta jalan tersebut ke dalam program nasional masing-masing. Indonesia berharap kolaborasi yang terjalin ini dapat memastikan bahwa setiap anak di Asia Tenggara memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan dan pengasuhan berkualitas, sehingga potensi mereka dapat berkembang secara optimal.
Acara yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini ditutup dengan harapan agar kerjasama yang terjalin dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi generasi masa depan kawasan.
Peliput : Eko Widodo dan Aldo Nurhuda
Penyunting : EB Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya