Berita
Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Menjadi Ajang Kreativitas dan Praktik Baik Generasi Emas Anak Indonesia
Berita 2025-10-03 | 07:45:00
PAUDPEDIA Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), secara resmi menyelenggarakan Sayembara Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Acara ini merupakan sebuah ajang nasional yang bertujuan untuk menginspirasi penerapan kebiasaan baik pada anak-anak Indonesia, yang sangat penting dalam membentuk generasi emas yang berkarakter.
Peluncuran sayembara ini bertepatan dengan Webinar SOLUSI (Sosialisasi dan Diskusi) Sayembara 7 KAIH pada Selasa, 30 Oktober, yang diselenggarakan secara daring. Webinar ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pendidik, orang tua, Sahabat Karakter, serta pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Indonesia. Kehadiran perwakilan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, Unit Pelaksana Teknis Kemendikdasmen, serta satuan pendidikan dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, menunjukkan betapa pentingnya acara ini.
Selain itu, penyelenggaraan sayembara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bahasa yang diperingati setiap bulan Oktober, serta menyambut Hari Ayah (12 November) dan Hari Ibu (22 Desember). Ketiga momentum ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi, memperkuat budaya bahasa, serta meneguhkan rasa cinta dan hormat anak kepada orang tua sebagai teladan keluarga Indonesia.
Tema Sayembara Menginspirasi
Sayembara 7 KAIH menghadirkan dua tema utama yang sangat relevan dengan tujuan pembentukan karakter anak:
- Cerita Praktik Baik di Satuan Pendidikan dan Pemerintah Daerah: Tema ini mengajak satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk berbagi inovasi dan praktik baik dalam menerapkan Gerakan 7 KAIH di tingkat sekolah maupun pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota). Dengan berbagi pengalaman, diharapkan akan muncul inspirasi dan motivasi bagi pihak lain untuk melakukan hal serupa.
- Bakti dalam Warna dan Kata: Karya Anak untuk Ibu dan Ayah: Tema ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui karya gambar dan tulisan sebagai bentuk cinta dan hormat kepada orang tua. Karya-karya ini diharapkan dapat menjadi wujud nyata dari internalisasi nilai-nilai 7 KAIH dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Kolaborasi dan Ekspresi
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sayembara, melainkan bagian dari gerakan budaya untuk memperkuat karakter bangsa. "Sayembara 7 KAIH adalah ruang berbagi inspirasi, praktik baik, serta ekspresi cinta anak kepada orang tua. Kami mengajak sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk bersama menumbuhkan kebiasaan baik sebagai budaya sehari-hari, sehingga lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter," ujarnya.
Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, juga menambahkan bahwa sayembara ini merupakan wadah kolaborasi dan ekspresi bagi seluruh pihak. "Sayembara 7 KAIH merupakan langkah nyata untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus mendorong lahirnya generasi Indonesia Emas 2045," ungkapnya.
Mekanisme Pendaftaran dan Apresiasi
Pendaftaran sayembara dibuka mulai 1 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dan akan ditutup pada 26 Oktober 2025. Informasi lengkap mengenai panduan teknis, ketentuan lomba, serta detail kegiatan dapat diakses melalui laman resmi Puspeka.
Selain kesempatan untuk berbagi inspirasi dan berekspresi, peserta juga berkesempatan meraih penghargaan nasional yang menarik:
- Cerita Praktik Baik: Akan dipilih satu karya terbaik dari setiap kategori satuan pendidikan, yang berhak memperoleh hadiah sebesar Rp1.000.000 (belum dipotong pajak) dan piagam penghargaan.
- Bakti untuk Ibu dan Ayah: Dari setiap kategori akan ditetapkan sepuluh karya terbaik. Setiap karya terbaik berhak memperoleh hadiah sebesar Rp1.000.000 (belum dipotong pajak) dan sertifikat penghargaan.
Karya-karya terbaik dari kategori Cerita Praktik Baik akan dikompilasi menjadi Buku Praktik Baik 7 KAIH, yang akan disebarluaskan sebagai referensi inspiratif bagi masyarakat luas. Selain itu, karya terbaik dari Bakti untuk Ibu dan Ayah kategori menggambar akan ditampilkan pada Ruang Murid di Rumah Pendidikan.
Melalui Sayembara 7 KAIH, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, orang tua, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menumbuhkan kebiasaan baik sebagai budaya bangsa.
Dengan demikian, gerakan ini akan terus berkembang, meluas, dan memberikan dampak nyata bagi lahirnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Penyunting Eko Harsono
Sumber Siaran Pers Puspeka Kemendikdasmen
InfoTerkini
Hutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnyaPemerintah Revitalisasi 603 PAUD Terdampak Gempa dan Rusak di NTT pada 2026 Dengan Alokasi Anggaran Rp 232 Miliar
Berita 2026-09-10 | 08:30:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meletakkan penguatan fondasi pendidikan usia dini sebagai prioritas mendesak dalam pemulihan serta penataan infrastruk...
selengkapnyaPISA 2025: Akses dan Kesetaraan Pendidikan Indonesia Melonjak, Capaian Tingkat Atas Masih PR
Berita 2026-09-09 | 07:15:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dinamika menarik sekaligus tantangan berumpak dalam lanskap pendidikan nasional. D...
selengkapnyaEnam Dekade Hari Aksara Internasional: Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi Hadapi Era Kecerdasan Artifisial, Dari Baca-Tulis ke Berpikir Kritis
Berita 2026-09-09 | 07:05:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Enam dekade setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memproklamasikan Hari Aks...
selengkapnya