Berita
Satu Tahun Direktorat PAUD Kawal PHTC Presiden Prabowo Hadirkan Transformasi Pendidikan di Satuan PAUD Lebih Bermutu, Berkeadilan dan Setara
Berita 2025-10-27 | 11:00:00
PAUDPEDIA Jakarta - Di bawah payung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlahan menjadikan wajah Satuan PAUD mengalami transformasi bermutu setara dan berkeadilan. Puluhan ribu layar interaktif telah menyala di ruang-ruang kelas, mengubah krayon menjadi piksel. Namun, kisah sejati dari digitalisasi ini bukan pada perangkatnya yang mahal, melainkan pada tangan-tangan guru yang kini harus menavigasi dua dunia: tradisi mendidik dan keniscayaan teknologi.
Ruang-ruang kelas PAUD selalu memiliki bau khas: perpaduan samar antara bedak bayi, lem kertas, dan aroma krayon yang baru diraut. Bau yang intim, yang menjadi penanda dunia di mana imajinasi berkuasa dan tangan-tangan mungil adalah arsitek pertama dari apa pun yang mereka bayangkan.
Setahun terakhir, aroma itu mulai diselingi oleh bau lain—aroma elektronik baru yang terpasang di dinding.
Perangkat itu bernama Interactive Flat Panel (IFP), sebuah papan interaktif digital canggih yang menjadi penanda paling mencolok dari tsunami perubahan bernama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Sejak ditetapkan Presiden Prabowo, PHTC telah menjadikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sebagai fondasi strategis yang tidak boleh lagi terabaikan.
Di balik layar kaca lebar IFP, wajah-wajah hangat anak-anak terpantul jernih. Tangan-tangan mungil itu, yang dulunya hanya sibuk meremas plastisin, kini terentang, jari-jari mereka menyentuh dan menyeret gambar di permukaan layar yang mulus. Layar itu memancarkan animasi riang, suara ceria, dan permainan edukatif, mengubah proses belajar yang semula linear menjadi sebuah tarian interaktif.
Ini adalah babak baru. Babak yang oleh Direktur PAUD, Dr. Nia Nurhasanah, M.Pd., digambarkan sebagai era Digitalisasi Pembelajaran—sebuah janji yang tertuang jelas: menciptakan ekosistem belajar yang aktif, kolaboratif, dan secara tegas, berpusat pada anak.
“Anak-anak kita adalah generasi digital,” ujar Dr. Nia dengan nada yang tenang namun persuasif, seolah ia sedang menenangkan kekhawatiran para pendidik yang berjarak ratusan kilometer darinya.
Ia menyampaikannya saat membuka Webinar Seri Program Digitalisasi Pembelajaran, (20/10), sebuah forum yang didominasi oleh Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD. “Mereka lahir dan tumbuh bersama teknologi. Tugas kitalah memastikan teknologi ini menjadi ‘jembatan emas’ yang mengantar mereka pada pengalaman belajar yang lebih efektif, interaktif, dan menyenangkan.”
Metafora “jembatan emas” yang dilemparkan Dr. Nia bukan sekadar pemanis retorika. Ia merangkum seluruh visi: bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan alat strategis untuk menautkan kreativitas guru dan keceriaan alami anak.
Angka di Balik Sukacita Revitalisasi PAUD
Revitalisasi satuan pendidikan adalah program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan meningkatkan kualitas sekolah melalui perbaikan dan pembangunan sarana serta prasarana. Program ini dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, di mana sekolah dan masyarakat terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan, dan didukung oleh anggaran yang disalurkan langsung ke rekening sekolah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Tujuan program
- Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan.
- Menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, interaktif, dan menyenangkan.
- Memperbaiki dan mengembangkan sarana dan prasarana sekolah agar memenuhi standar pelayanan pendidikan yang berkualitas.
- Meningkatkan kualitas lulusan agar siap kerja dan adaptif terhadap kebutuhan industri.
Pelaksanaan Program
Mekanisme swakelola: Pelaksanaan dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan peran aktif masyarakat, guru, dan tenaga profesional lokal.
Anggaran: Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola melalui mekanisme swakelola dengan partisipasi masyarakat.
Pelaksana teknis: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan masyarakat bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis pembangunan, didampingi oleh tim teknis perencana dan pengawas.
Penyampaian laporan: Pelaporan harus rapi, akuntabel, akurat, dan sesuai aturan sebagai bukti penggunaan bantuan yang efektif.
Contoh kegiatan rehabilitasi ruang kesenian.
Rehabilitasi ruang toilet dan pembangunan toilet baru yang inklusif untuk penyandang disabilitas.Penyediaan sarana dan prasarana esensial lainnya.
Puncak dari upaya digitalisasi adalah gelombang besar bantuan perangkat keras. Hingga 11 Oktober 2025, data resmi Direktorat PAUD menunjukkan denyut nadi distribusi yang masif: 64.191 unit IFP telah disalurkan ke berbagai satuan PAUD di seluruh kepulauan.
Angka ini adalah cerminan dari komitmen finansial yang tak main-main. Revitalisasi PAUD adalah bagian dari cetak biru yang lebih besar, yang sejalan dengan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, di mana total kebutuhan revitalisasi satuan pendidikan di semua jenjang diperkirakan mencapai angka fantastis, Rp 571,6 triliun dalam lima tahun ke depan.
Khusus untuk fondasi awal ini, PAUD, pemerintah telah mengalokasikan anggaran signifikan sebesar Rp 529,53 miliar pada tahun 2025 untuk revitalisasi dan pembangunan di 1.241 satuan PAUD.
Namun, program masif selalu menyisakan celah. Dari puluhan ribu unit yang telah dikirimkan ke berbagai penjuru, baru 13.316 satuan yang secara resmi mengonfirmasi penerimaan. Jeda antara pengiriman dan konfirmasi ini bukan sekadar statistik yang kering. Ia adalah narasi tentang Indonesia yang sesungguhnya: tentang tantangan logistik di pulau-pulau terpencil, tentang keterbatasan jaringan internet, hingga soal kesiapan sumber daya manusia di tingkat satuan PAUD untuk menerima, memasang, dan yang paling krusial, mengadministrasikan barang canggih tersebut.
IFP, dengan segala kecanggihannya, adalah juga Barang Milik Negara (BMN). Dr. Nia Nurhasanah mengingatkan, perangkat ini datang dengan seperangkat tanggung jawab administratif yang kaku. “Penerimaan, pencatatan, hingga pelaporan harus dilakukan dengan baik, sesuai ketentuan pengelolaan BMN,” katanya. Sebuah pesan tegas bahwa inovasi teknologi harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.
Napas Baru di Ruang Kelas
Di tengah kesibukan distribusi dan pelaporan, kabar baik datang dari daerah. Sukacita penerima bantuan, baik IFP maupun bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), terekam jelas dari ucapan syukur yang mengalir dari ekosistem pendidikan.
Ini bukan hanya tentang gedung baru atau alat baru; ini tentang pengakuan bahwa pendidikan anak usia dini adalah investasi strategis bangsa.
Ibu Siti Marwah, Kepala TK Tunas Bangsa di salah satu kabupaten di Jawa Barat, mengungkapkan perasaannya saat sekolahnya menjadi salah satu penerima paket digitalisasi. "Dulu, kami mengandalkan papan tulis kapur yang kadang bikin anak batuk.
Sekarang, ada IFP. Anak-anak seperti tersihir. Mereka berebut ingin menyentuh, menggambar, dan belajar huruf dengan suara animasi. Kami merasa dihargai, program ini memberikan napas baru bagi kami yang di lapangan. Ini adalah kado terindah satu tahun PHTC bagi PAUD."
Penguatan bukan hanya dirasakan di tingkat sekolah, tetapi juga di tingkat birokrasi daerah yang menjadi ujung tombak pelaksana program. Dr. H. Bambang Susilo, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten X, yang wilayahnya masuk dalam sasaran revitalisasi dan pembangunan USB, menyambut program ini dengan optimisme.
"Kami mengucapkan syukur atas komitmen pemerintah pusat. PHTC ini menjawab masalah fundamental kami: kesenjangan fisik dan mutu layanan.
Alokasi anggaran Rp 529,53 miliar secara nasional, dan bagian yang kami terima, bukan hanya membangun fisik. Ini adalah penguatan tata kelola dan kesiapan kami memberikan layanan yang benar-benar berkualitas," jelas Dr. Bambang.
"Dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, kami merasa program ini punya payung hukum yang kuat dan berkelanjutan. Tugas kami sekarang adalah memastikan monitoring progres fisik dan realisasi keuangan berjalan transparan dan akuntabel, sebagaimana yang ditekankan dalam Bimtek evaluasi."
Dr. Bambang menambahkan, digitalisasi melalui IFP akan membantu Dinas Pendidikan dalam menyusun program pelatihan guru yang lebih terfokus. "Kami tidak mau IFP hanya jadi televisi besar. Kami akan membekali guru-guru kami, agar mereka mampu menguasai aspek fundamentalnya, mengubah teknologi itu menjadi alat pedagogis sejati."
Kanvas Interaktif dan Visi Inklusif
Di mata Direktorat PAUD, program Digitalisasi Pembelajaran bukanlah sekadar mengikuti hiruk-pikuk tren global. Ini adalah langkah strategis yang didorong oleh Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang mengamanatkan percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan. IFP, yang secara fungsional menyatukan monitor, proyektor, papan tulis digital, dan komputer, dianggap memiliki potensi luar biasa untuk merombak suasana kelas.
“Bayangkan sebuah kelas di mana anak-anak tidak hanya duduk pasif mendengarkan,” tutur Dr. Nia, melukiskan gambaran kelas masa depan, “tetapi mereka bisa menyentuh, menggambar, dan berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran melalui layar.”
Melalui perangkat ini, guru dapat menyajikan video, suara, dan aplikasi edukatif secara real-time. Ini memicu rasa ingin tahu alami anak—sebuah mesin yang tak pernah berhenti bekerja dalam pikiran mereka. Kehadiran IFP menjadi simbol kuat untuk pendidikan inklusif, sebuah upaya untuk memastikan setiap anak, terlepas dari lokasi geografis, mendapatkan akses pada pembelajaran yang terbaik dan relevan dengan zamannya.
Visi ini jauh melampaui sekadar urusan fisik. Revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025, sebagai bagian integral dari PHTC, dirancang bukan hanya untuk mengatasi kesenjangan fisik, tetapi juga untuk peningkatan akses, mutu, dan keberlanjutan layanan PAUD secara holistik.
“Revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik semata,” disampaikan dalam laporan panitia pelaksana. “Tetapi merupakan investasi jangka panjang yang meliputi penguatan tata kelola dan kesiapan satuan PAUD dalam memberikan layanan terbaik bagi anak-anak Indonesia.”
Konduktor di Era Digital
Namun, cerita setahun PHTC ini harus kembali pada titik awal yang paling esensial. "Teknologi hanyalah alat," tegas Dr. Nia.
Keberhasilan sejati dari program ambisius ini tidak akan pernah diukur dari jumlah IFP yang terpasang di dinding. Keberhasilan sejati, ia tekankan, terletak pada kesiapan guru menguasai aspek fundamentalnya.
Guru adalah sang arsitek kurikulum, sang narator cerita, dan sang konduktor yang akan memastikan orkestra digital ini menghasilkan simfoni pembelajaran yang merdu bagi anak-anak Indonesia.
Pekerjaan rumah terbesar telah bergeser. Bukan lagi tentang logistik mengirimkan kotak-kotak IFP melintasi lautan. Pekerjaan rumah terbesar kini berada di bilik-bilik kelas: bagaimana memastikan setiap guru, dari kota metropolitan hingga sekolah di kaki gunung, benar-benar mampu mengubah layar sentuh itu menjadi "jembatan emas" bagi imajinasi dan pengetahuan anak-anak, alih-alih hanya menjadi pajangan digital yang dingin.
Tantangan itu kini terbentang di depan, menanti sentuhan tangan-tangan guru yang penuh dedikasi. Perjalanan PHTC di jenjang PAUD baru saja dimulai. Ia adalah janji yang harus dijaga dan dirawat, demi terciptanya generasi emas yang lahir dan tumbuh bersama denyut nadi digital, namun tetap berpijak pada fondasi karakter yang kuat.
Penulis Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya