Berita
Revitalisasi PAUD Angkatan 62 Dimulai, Pemerintah Targetkan Layanan Berkualitas 259 Satuan PAUD Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Berita 2026-08-12 | 07:00:00
BATAM, PAUDPEDIA – Pemerintah resmi memulai tahap finalisasi perencanaan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk Program Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Angkatan 62 Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (10-12 Agustus 2026), di Hotel Aston, Batam, Kepulauan Riau.
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai provinsi, termasuk Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, S.S., M.Pd., mewakili Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian integral dari transformasi pendidikan nasional.
"Revitalisasi PAUD kita kuatkan, demi generasi unggul Indonesia," ujar Warsita membacakan pantun pembuka arahan Direktur PAUD, mengisyaratkan semangat optimisme pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar.
Pemenuhan Sarpras PAUD Terukur
Tahun 2026 menjadi tahun krusial bagi Direktorat PAUD dengan beberapa program prioritas yang sedang digulirkan. Fokus utama tahun ini adalah pemenuhan dan perbaikan sarana serta prasarana pendidikan secara bertahap dan terukur. Langkah ini sejalan dengan program prioritas nasional mengenai Revitalisasi Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan yang Berkualitas.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan akses layanan pendidikan dari jenjang PAUD hingga menengah, sekaligus menyediakan fasilitas esensial yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik.
Selain aspek fisik, pemerintah juga mendorong digitalisasi pembelajaran sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Percepatan digitalisasi diharapkan dapat mendongkrak kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Tidak kalah penting, penguatan pendidikan karakter dan kesehatan sekolah juga menjadi sorotan utama. Hal ini diwujudkan melalui penanaman "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program pendukung seperti "Pagi Ceria" dan dukungan Makanan Bergizi Gratis juga terus diperkuat melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Direktur PAUD juga menyoroti strategi pemerataan kesempatan pendidikan melalui Wajib Belajar 13 Tahun, dengan penekanan pada perluasan akses satu tahun pra-SD. Berbagai strategi ditempuh, mulai dari peningkatan daya tampung melalui model PAUD-SD Satu Atap, hingga program afirmasi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) seperti guru kunjung dan penyediaan pojok baca. Peningkatan mutu juga dilakukan melalui akreditasi satuan PAUD, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan literasi, numerasi, sains, dan teknologi sejak usia dini.
Dalam kegiatan di Batam ini, para peserta yang terdiri dari kepala satuan PAUD diminta untuk memfinalisasi dokumen usulan bantuan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Detail Gambar Kerja, serta Rencana Kerja dan Syarat. Tahapan selanjutnya melibatkan penandatanganan PKS dan kuitansi.
Instruksi Setelah PKS Dilakukan
Pemerintah memberikan instruksi tegas terkait pengelolaan dana bantuan. Setelah kembali ke daerah masing-masing, satuan pendidikan diwajibkan segera mengaktivasi rekening, menerima dana sesuai nilai yang disetujui, dan melaporkan penerimaannya.
Pelaksanaan pekerjaan fisik harus melibatkan pemberdayaan masyarakat dan disertai dokumentasi pembelanjaan, pembukuan, serta pelaporan perpajakan yang rapi. Seluruh arsip pekerjaan wajib disimpan minimal selama 10 tahun untuk keperluan audit dan akuntabilitas.
Dengan dibukanya secara resmi kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama mewujudkan PAUD yang bermutu, berkelanjutan, dan mampu mencetak generasi emas Indonesia di masa depan.
Kegiatan fasilitasi bimtek revitalisasi merupakan salah satu tahapan dalam pelaksanaan program revitalisasi yang bertujuan untuk memberikan pembekalan, pemahaman terkait pelaksanaan program bagi para pelaksana program di sekolah yaitu P2SP,memberikan pendampingan dalam penyusunan perencanaan program dan anggaran, serta melakukan penandatanganan dokumen perjanjian kerjasama pelaksanaan program revitalisasi sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan program ini di sekolah
Program revitalisasi sekolah PAUD bertujuan untuk:
- Meningkatkan akses layanan pendidikan dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah; dan
- Menyediakan sarana dan prasarana esensial bagi pendidikan yang berkualitas, aman, dan nyaman.
259 Satuan PAUD Angkatan ke-62
Kasubdit Fasilitasi Sarana dan Prasarana Direktorat PAUD, Syahda Sukma Indira dalam laporannya mengatakan untuk jenjang PAUD, sasaran Program Revitalisasi pada tahun 2026 adalah 3.865 dengan anggaran sekitar kurang lebih Rp 1,4 T, dimana satuan yang menjadi sasaran adalah sekolah yang telah memenuhi kriteria berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berdasarkan data DAPODIK.
Dan sasaran Program Revitalisasi PAUD di tahun 2026 ini ditambah melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebanyak 16.075 Satuan PAUD.
Pada kegiatan ini, kami mengundang sebanyak 259 Kepala Satuan PAUD di 50 Kab/Kota yang merupakan calon penerima bantuan pemerintah Revitalisasi PAUD, yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara
Peliput: Fajar Indra
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya