Berita
Puncak Hardiknas 2026, Pemecahan Rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat dan Hidupkan Kembali Lima Pilar Ikrar Pelajar
Berita 2026-05-25 | 06:15:00
PAMEKASAN, PAUDPEDIA — Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (24/5/2026), ditandai dengan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) melalui pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) yang melibatkan lebih dari 24.000 murid.
Capaian ini sekaligus menjadi momentum krusial bagi penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta sekolah dasar sebagai fase pondasi pembentukan karakter dan mentalitas generasi emas anak Indonesia 2045.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa penataan karakter anak pada fase pondasi memerlukan ikhtiar yang sungguh-sungguh serta kolaborasi lintas sektor.
Langkah tersebut dinilai esensial guna melahirkan generasi yang kuat, tangguh, dan memiliki daya saing global demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa ikhtiar yang sungguh-sungguh. Kita harus memiliki semangat, optimisme, dan kerja keras untuk melahirkan generasi Indonesia yang kuat, tangguh, dan berdaya saing global," ujar Abdul Mu'ti saat menyampaikan sambutan di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Pamekasan, Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan menggaungkan Ikrar Pelajar Indonesia.
Kebijakan ini menekankan pentingnya lima pilar moral, yakni belajar dengan tekun, menghormati orang tua, takzim kepada guru, menjaga kerukunan antar-sesama teman, serta menumbuhkan cinta mendalam pada tanah air.
Modal Utama Indonesia Emas
Menurut Abdul Mu'ti, modal utama untuk menjadi generasi hebat mencakup pola pikir yang maju, mentalitas yang kuat, serta kesungguhan dalam belajar. Pihaknya berharap melalui integrasi aktivitas fisik dan komitmen moral sejak fase dini, wilayah Pamekasan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, melainkan juga berintegritas.
Dampak positif dari stimulasi fisik dan moral pada fase pondasi transisi PAUD ke Sekolah Dasar ini dirasakan langsung oleh ekosistem pendidikan di lapangan. Masrafah, seorang guru dari SDN Larangan Tokol 1, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menerapkan SAIH secara rutin setiap hari Jumat.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawal kelanjutan implementasi 7 KAIH saat anak berada di lingkungan rumah.
Kesaksian serupa diungkapkan oleh Wulandari Utami Putri, orang tua dari Shaquina Dynar Malaika, murid TK ABA Waru Pamekasan.
Menurut dia, pengenalan gerakan senam massal yang terstruktur sejak usia dini terbukti memberikan dampak positif bagi aspek motorik serta pembentukan mentalitas anak pada masa keemasan tumbuh kembangnya.
Di sisi lain, antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para pelajar. Adelia Rahmawati, murid SDN Larangan Badung 1, mengaku bangga dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan yang memecahkan rekor nasional tersebut karena dapat memperluas interaksi sosial sesama murid dari sekolah lain.
Pelaksanaan SAIH massal yang diikuti puluhan ribu murid se-Kabupaten Pamekasan ini secara resmi diverifikasi oleh MURI sebagai pelaksanaan senam anak dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.
Melalui capaian ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen untuk terus mendorong replikasi penguatan karakter berbasis gerak dan nilai-nilai kebangsaan secara merata di seluruh penjuru Tanah Air.
Penyunting: Eko B Harsono
Sumber: Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen