Berita
Presiden Prabowo Janji Percepat Pemulihan Aceh Tamiang dan Bener Meriah, Sentuhan Pribadi Prabowo untuk Anak-anak Korban Banjir Aceh
Berita 2025-12-15 | 07:05:00
PAUDPEDIA ACEH TAMIANG — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, yang baru-baru ini dilanda bencana banjir bandang.
Presiden memastikan negara hadir dan berjanji mengerahkan seluruh kemampuan untuk penanganan bencana serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam rangkaian kunjungan kerja meninjau langsung wilayah dan posko pengungsian di tiga kabupaten tersebut pada Jumat (12/12/2025).
Peninjauan di Aceh Tamiang
Kunjungan diawali di Kabupaten Aceh Tamiang. Helikopter Kepresidenan mendarat di Lapangan Sepak Bola Bima Patra Bukit Rata, usai lepas landas dari Pangkalan TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara.
Dari helipad, Presiden dan rombongan langsung menuju posko pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang.
Sepanjang perjalanan, Presiden menyaksikan langsung dampak kerusakan parah akibat bencana, termasuk endapan lumpur tebal di badan jalan, pepohonan yang mengering, hingga puing dan barang-barang rumah tangga yang terseret arus.
“Saya datang sesuai janji saya, waktu itu Tamiang masih terputus ya. Saya janji mau nengok beliau,” ujar Presiden, merujuk pada kondisi akses jalan yang sempat terputus.
Setibanya di posko, Presiden meninjau posko kesehatan, berdialog dengan warga terdampak yang sedang berobat, dan juga menyapa tenaga kesehatan yang bertugas.
Presiden juga meninjau kawasan pemukiman warga di bawah jembatan yang mengalami kerusakan berat. Ia melihat langsung rumah-rumah yang terendam lumpur tebal, tumpukan potongan kayu, dan puing bangunan.
Dalam interaksinya dengan warga, Presiden memastikan pemenuhan kebutuhan dasar akan terus diupayakan. “Insyaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini. Pemerintah akan turun, akan membantu semuanya,” kata Presiden di Posko Pengungsian Jembatan Aceh Tamiang.
Meski demikian, Presiden mengakui adanya kendala di lapangan. Ia memohon maaf apabila masih ada layanan atau bantuan yang belum tuntas sepenuhnya, menyoroti kondisi medan yang sulit.
“Kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya. Sudah mulai? Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit. Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama,” katanya, sembari mengajak warga untuk tetap tabah dan bersemangat selama proses pemulihan.
Kunjungan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah
Rangkaian peninjauan dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di Aceh Tengah, Presiden mengunjungi posko pengungsian yang menampung sekitar 1.500 warga di Masjid Besar Al Abrar.
Presiden Prabowo kembali menegaskan kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat yang terdampak. “Memang keadaannya cukup sulit, memprihatinkan, tapi percayalah bahwa saudara-saudara tidak sendiri, kami semua bertekad, bekerja keras untuk membantu semuanya di sini, membantu meringankan kesulitan bapak-bapak, ibu-ibu semuanya,” ucapnya.
Di titik terakhir, SMPN 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, yang menampung 1.161 pengungsi, Presiden disambut antusias oleh warga.
Kepada warga di Bener Meriah, Presiden memberikan rincian lebih lanjut mengenai rencana aksi pemerintah, menekankan bahwa seluruh rencana penanganan telah disiapkan secara menyeluruh.
“Kami sudah siapkan rencana, semua jembatan akan kita perbaiki, jalan-jalan longsor akan kita tembus, listrik akan kita hidupkan semuanya. Dan kalau masih ada kekurangan kita akan segera atasi bersama. Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat, ya kita akan atasi ini bersama,” tegas Presiden.
Pengawasan Lingkungan Diperketat
Dalam sambutan-sambutannya, Presiden Prabowo turut menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi bencana di masa depan serta pentingnya perbaikan pengelolaan lingkungan dan tata ruang.
Secara spesifik, Kepala Negara memerintahkan seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak alam, seperti penebangan pohon.
“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan. Saya minta pemerintah daerah semua lebih waspada, lebih awas. Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” tandasnya, menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai salah satu fokus utama pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Suharyanto, dan sejumlah pejabat daerah termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.
Penyunting Eko B Harsono
Sumber Biro Pers Media Indonesia Sekretariat Negara
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya