Berita
Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di Kota Surabaya, Kejaksaan Agung RI Siap Kawal Bantuan IFP untuk 64.191 PAUD
Berita 2025-09-19 | 06:20:00
PAUDPEDIA – Sebanyak 745 Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penerima Bantuan IFP (Interactive Flat Panel) dari puluhan kabupaten/kota mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Tahap 1. Kegiatan ini diadakan serentak di tiga kota: Surabaya, Bogor, dan Padang, dari tanggal 16 hingga 19 September. Kegiatan bertujuan untuk memastikan pemanfaatan bantuan IFP berjalan optimal, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini melalui digitalisasi.
Pentingnya Pengawalan dari Kejaksaan
Dalam acara pembukaan di Surabaya, Jaksa Ahli Madya pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Bidang Intelijen, Abdullah, S.H., M.Hum., menegaskan peran Kejaksaan dalam mengawal proyek strategis nasional ini.
"Kami bermitra dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengawal penyaluran bantuan IFP ini," ujar Abdullah.
Dikatakan, bantuan ini merupakan aset negara yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kecerdasan anak didik. Dengan menjaga, merawat dan memanfaatkan teknologi canggih ini sekolah telah berperan aktif dalam menggunakan aset negara yang diamanatkan.
Abdullah juga mengingatkan para peserta mengenai beberapa hal penting terkait penggunaan dan pertanggungjawaban IFP:
- Penggunaan Terbatas: Penggunaan IFP oleh anak-anak PAUD disarankan tidak lebih dari satu jam per hari sesuai ketentuan WHO untuk meminimalkan risiko radiasi.
- Jaminan dan Perawatan: Alat IFP memiliki garansi selama tiga tahun. Jika terjadi kerusakan, kepala sekolah diminta segera melapor untuk perbaikan.
- Pengawasan dan Pengamanan: Para peserta diminta untuk menyimpan alat dengan aman dan membuat laporan pertanggungjawaban secara berkala. Kejaksaan akan membantu mengawal proses distribusi hingga ke lokasi, termasuk menghadapi kendala birokrasi atau cuaca.
Antusiasme Peserta Dalam Diskusi Interaktif
Kepala Satuan PAUD yang hadir sangat antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan dalam sesi diskusi. Ibu Lilis Suntari dari Gresik dan Zakiyah dari Jombang menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai pengamanan alat, terutama di daerah yang jauh dari pemukiman dan adanya anak berkebutuhan khusus yang mungkin merusak alat.
Abdullah merespons dengan menenangkan peserta, "Selama ibu tidak ada unsur menggelapkan, tidak perlu takut. Ini aset milik negara yang perlu disimpan dengan baik." Ia menyarankan agar setiap sekolah menyediakan tempat penyimpanan yang aman, bahkan memasang CCTV jika perlu, dan meminta bantuan Kejaksaan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Tri Agus dari Ngawi menanyakan cakupan pendampingan. Abdullah memastikan bahwa Kejaksaan akan mendampingi proses ini sampai ke tingkat daerah melalui instruksi kepada kejaksaan di setiap wilayah.
Bimtek ini tidak hanya memberikan materi teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran, makna, dan kegembiraan dalam proses belajar-mengajar. Tujuannya adalah agar guru termotivasi dan murid dapat belajar dengan rasa gembira, sehingga mutu pendidikan di Indonesia terus meningkat.
Tiga Pendekatan Bimtek
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara di Surabaya, Jayeng Baskoro, Widyaprada Ahli Utama, menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai implementasi kebijakan digitalisasi pembelajaran dari Presiden dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Presiden kita telah mengupayakan penyampaian kebijakan digitalisasi pembelajaran agar penggunaan IFP benar-benar dimanfaatkan dengan baik di satuan pendidikan,” ujar Jayeng.
“Tujuannya adalah agar mutu pendidikan terus meningkat, sehingga putra-putri kita, khususnya di PAUD, akan termotivasi tinggi dan sangat terbantu dalam proses pembelajaran.”
Jayeng Baskoro juga menekankan pentingnya tiga pendekatan dalam kegiatan Bimtek ini:
- Berkesadaran: Peserta diharapkan hadir dengan kesadaran penuh untuk menambah ilmu dan memanfaatkan setiap sesi dengan baik.
- Bermakna: Teori dan praktik yang didapatkan akan didampingi oleh narasumber ahli agar dapat diterapkan secara langsung di sekolah.
- Menggembirakan: Proses pembelajaran harus menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat belajar dengan rasa gembira.
Peliput : Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting: Eko Harsono