Berita
MPLS Ramah di TK Cahya Mentari Ungaran, Fajar Baru di Candirejo Tempat Setiap Anak Istimewa dan Merawat Binar Mata di Hari Pertama Sekolah
Berita 2026-07-14 | 10:00:00
SEMARANG, PAUDPEDIA – Hari pertama tahun ajaran baru yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 13 Juli 2026, menandai babak baru dunia pendidikan anak usia dini. Momentum krusial ini mendapat perhatian khusus dari tim PAUDPEDIA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang turun langsung melakukan peliputan intensif di empat provinsi strategis, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Provinsi Riau. Fokus pemantauan tertuju pada implementasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, sebuah gerakan transisi edukasi yang dirancang tanpa tekanan.
Secara filosofis, MPLS Ramah adalah pendekatan pengenalan sekolah yang mengutamakan kenyamanan psikologis, kebahagiaan, dan rasa aman bagi anak-anak yang baru pertama kali memasuki dunia persekolahan formal. Konsep ini mengikis habis segala bentuk pemaksaan atau suasana kaku. Sebaliknya, MPLS Ramah mengedepankan aktivitas berbasis bermain, pengenalan emosi, serta pelibatan aktif orangtua guna menjembatani proses adaptasi lingkungan baru secara alami.
Pagi merekah di lereng Gunung Ungaran pada 13 Juli 2026, mengantarkan langkah 56 pasang kaki kecil menuju gerbang TPA/KB/TK Cahya Mentari. Hari itu, di bawah naungan Yayasan Ngudi Waluyo, kecemasan orangtua perlahan luruh menjadi senyuman hangat. Sekolah berakreditasi A ini tengah merajut kisah dalam gerakan nasional MPLS Ramah yang dipotret manis oleh tim PAUDPEDIA.
Di selasar kelas, melodi lagu menyambut setiap jiwa dengan setara. Tidak ada sekat kaku, tidak ada tekanan. Di bawah asuhan penuh kasih dari Bunda Sulistiyani, Bunda Frily, dan Bunda Annisa, sebanyak 16 guru bersiap merangkul keunikan setiap anak.
Di antara tawa yang membubung, sepuluh anak inklusi—mereka yang meniti tumbuh kembang dengan ADHD, speech delay, hingga kekurangan kromosom menggenggam erat tangan temannya dalam sebuah lingkaran besar.
Dari balik jendela, para orangtua menyaksikan transisi yang indah. Ketakutan akan dunia baru lumat oleh kehangatan edukasi makanan bergizi dan aktivitas bermain yang memerdekakan.
Saat lonceng pulang berdentang pukul 11.30 WIB, tak ada lagi air mata yang tersisa. Di tempat ini, setiap anak melangkah pulang membawa keyakinan yang sama: bahwa mereka berharga, istimewa, dan terlahir sebagai juara.
Kehangatan di Kaki Gunung Ungaran
Suasana humanis tersebut terekam jelas di Jalan Gedongsongo RT 5/RW 2, Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Di bawah naungan Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran, lembaga terpadu TPA/KB/TK Cahya Mentari yang telah mengantongi Akreditasi A ini membuka pintunya sejak pukul 06.00 WIB. Keriuhan hangat memecah keheningan pagi saat kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa 56 murid baru TK dan 40 murid baru kelas Kelompok Bermain merapat ke gerbang sekolah.
Suara petikan gitar melantunkan lagu “Hari Baru” dan “Rukun sama Teman” lamat-lamat terdengar dari halaman dalam. Di ambang pintu gerbang, para guru telah berdiri tegak dengan senyum tulus yang terkembang.
Dengan bahasa tubuh yang merunduk sejajar dengan tinggi anak, mereka menyapa lembut setiap murid baru dan mengalungkan tanda pengenal nama bermotif jenaka. Bagi anak yang masih enggan melepas jemari sang bunda, orangtua diperbolehkan mendampingi hingga sang anak merasa benar-benar nyaman beradaptasi.
Ketika jam digital tepat menunjuk pukul 07.30 WIB, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pun resmi dimulai. Anak-anak dibimbing berbaris dengan tertib untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan doa bersama. Langkah awal berdurasi lima menit ini menjadi pembiasaan pola hidup sehat spiritual sekaligus menanamkan rasa nasionalisme sejak dini.
Ruang Bagi Setiap Keunikan Anak
Suasana kaku berangsur mencair saat anak-anak diajak berkumpul membentuk lingkaran besar di dalam ruang kelas yang lapang untuk sesi "Pengenalan Diri, Teman, dan Guru" selama 25 menit. Di sekolah ini, pembelajaran dirancang khusus untuk menstimulasi perkembangan anak sesuai potensinya masing-masing.
Komitmen ini didukung oleh pilar kepemimpinan yang kuat di setiap jenjang, yakni Bunda Annisa Maulida selaku Kepala Sekolah TPA, Bunda Frily Maharatih selaku Kepala Sekolah KB, dan Bunda Sulistiyani selaku Kepala Sekolah TK.
Kekuatan utama lembaga di bawah Yayasan Ngudi Waluyo ini terletak pada rasio pendampingan yang ideal dan inklusif. Untuk mengasuh seluruh potensi anak, disiagakan 6 guru TPA, 4 guru KB, dan 6 guru TK. Dedikasi para pendidik ini diuji sekaligus dibuktikan melalui keterbukaan mereka menerima anak berkebutuhan khusus (ABK).
Pada tahun ajaran ini, terdapat 5 anak inklusi di kelas TK A dan 5 anak inklusi di kelas TK B dengan spesifikasi berkebutuhan khusus mulai dari ADHD, Speech Delay (keterlambatan bicara), hingga kekurangan kromosom.
"Di PAUD Cahya Mentari, kami percaya bahwa #SetiapAnakJuara, #SetiapAnakBerharga, dan #SetiapAnakIstimewa. Anak-anak inklusi ini adalah bagian penting dari pelangi sekolah kami. Pendampingan dilakukan secara holistik-integratif dan penuh kasih tanpa ada pemisahan sosial," ujar Bunda Sulistiyani, Kepala Sekolah TK Cahya Mentari.
Karakter yang Tumbuh dari Kebiasaan Kecil
Keseruan berlanjut pada sesi "Mengenal Aktivitas dan Jelajah Sekolahku". Anak-anak diajak berkeliling mengenalkan rutinitas harian serta melihat berbagai fasilitas ruang kelas dan Alat Permainan Edukatif (APE) yang menjadi sarana belajar mereka hingga pukul 11.30 WIB nanti.
Kegembiraan memuncak saat memasuki waktu makan sehat dan bergizi bersama selama 30 menit. Sebelum membuka bekal, anak-anak diajari antre mencuci tangan menggunakan sabun, berdoa, serta diedukasi mengenai adab makan yang baik.
Usai menyantap makanan, secara mandiri mereka merapikan kembali alat makan dan membuang sampah pada tempatnya sebuah implementasi dari misi menumbuh kembangkan karakter tanggung jawab, kemandirian, dan kejujuran sejak dini.
Setelah puas bermain ceria dan melakukan gerakan fisik ringan lewat tayangan video Jeda Ceria, kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi. Anak-anak diminta mengingat kembali apa saja yang telah mereka lakukan sepanjang hari dan memilih gambar ekspresi emosi yang mewakili perasaan mereka.
Bagi para orangtua, model pendekatan MPLS Ramah di sekolah terakreditasi A ini memberikan ketenangan luar biasa.
Kesan Bunda Safira (Orangtua Murid): "Awalnya saya khawatir Alif akan menangis atau kesulitan berbaur karena kondisinya. Tapi melihat penyambutan guru yang begitu ramah dan sabar, dia justru langsung lepas dari gandengan saya dan ikut bermain. MPLS ramah anak seperti ini membuat kami sebagai orangtua merasa tenang dan percaya menitipkan anak di sini."
Pesan Ibu Annisa (Guru Kelas): "Melihat binar mata anak-anak saat memilih gambar ekspresi senang di akhir sesi adalah kebahagiaan tertinggi kami. Harapan kami, energi positif di hari pertama ini terus terjaga. Tugas kita bersama untuk menyelaraskan pola aktivitas yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan demi merangsang seluruh potensi unik mereka."
Sebelum doa penutup dikumandangkan, anak-anak berbaris rapi mengambil tas mereka dan bersalaman hangat dengan para guru. Mereka tidak hanya membawa pulang tasnya, tetapi juga membawa pulang sebuah memori indah tentang sekolah yang ramah, hangat, dan menerima mereka apa adanya.
Peliput : Tim Peserta Didik Direktorat PAUD
Penyunting: Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya