Berita
Merajut Masa Depan Sejak Usia Dini: Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Makassar Rumah Nyaman Anak Melalui PAUD HI
Berita 2026-05-27 | 12:30:00
MAKASSAR PAUDPEDIA – Gendang *ganrang* mulai bertalu magis, mengiringi langkah anggun tiga dara cilik siswi TK Negeri Rappocini Kota Makassar yang maju dengan keanggunan melampaui usia mereka. Dibalut *Baju Bodo* yang cerah, jemari lentik mereka mendekap erat *bosara* berisi kue tradisional—sebuah simbol ketulusan dan pemuliaan setinggi-tingginya untuk menyambut tamu kehormatan, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Dr. Abdul Kahar, M.Pd dan Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri.
Di bawah alunan syahdu petikan kecapi dan melodi suling yang meliuk di udara, ketiganya menari dengan takzim penuh rasa syukur. Setiap gerak lambat dan tatapan polos mereka seolah melarungkan doa keselamatan, menghidupkan tradisi luhur Bugis-Makassar yang mengakar indah di dalam jiwa bocah-bocah suci penentu masa depan bangsa.
Suara riuh rendah anak-anak TK Negeri Rappocini Kota Makassar pagi itu bukan sekadar penanda dimulainya aktivitas belajar-mengajar biasa. Di balik tawa polos mereka, sebuah ekosistem besar sedang bekerja secara simultan—memastikan setiap anak tumbuh tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga sehat fisiknya, terlindungi haknya, dan matang karakternya.
Komitmen pemenuhan hak anak secara komprehensif ini mengemuka dalam Kunjungan Identifikasi Praktik Baik Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di TK Negeri Rappocini, Kota Makassar. Acara ini menjadi panggung sinergitas yang mempertemukan pembuat kebijakan pusat, penggerak komunitas lokal, hingga praktiker pendidikan di tingkat akar rumput.
Kota Makassar terpilih menjadi satu dari tujuh lokasi nasional identifikasi praktik baik oleh Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengakuan ini menjadi bukti konkret atas keberhasilan daerah dalam menerjemahkan regulasi menjadi sebuah aksi nyata yang menyentuh ruang-ruang kelas anak usia dini.
Orkestrasi Kebijakan dan Motor Penggerak
Dalam paparannya, Titin Florintina M.Psi selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Makassar menegaskan peran krusial kelembagaan sebagai integrator lintas sektor. Sesuai mandat Peraturan Wali Kota (Perwali) No. 51 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PAUD Satu Tahun Pra-Sekolah Dasar, PAUD tidak lagi dipandang semata-mata sebagai urusan domestik sektor pendidikan.
“Tugas Pokja Bunda PAUD adalah merajut jalinan kolaborasi. Kami mempertemukan cetak biru perencanaan di Bappeda dengan aksi taktis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A),” urai Titin menjelaskan orkestrasi besar tersebut.
Strategi intervensi Pemkot Makassar bertumpu pada delapan indikator pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini. Komitmen ini dikunci secara struktural melalui penguatan kapasitas guru yang menyasar ratusan pendidik dari puluhan satuan PAUD, pemberian bantuan Alat Permainan Edukatif (APE), rehabilitasi fisik sekolah, hingga pelaksanaan seminar pola asuh (parenting) berdisiplin positif yang melibatkan orang tua secara aktif.
Tidak berhenti di situ, pemantauan tumbuh kembang guna menekan angka stunting dipadukan dengan pemenuhan hak sipil anak, seperti kepemilikan Akta Kelahiran dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Kita bergerak makro dari level kota hingga menjangkau keluarga-keluarga rentan di 15 kecamatan melalui jejaring kader komunitas,” tambah Titin.
Denyut Nadi Implementasi di Ruang Kelas
Jika Pokja Bunda PAUD bergerak di ranah kebijakan dan jejaring makro, maka TK Negeri Rappocini menjadi laboratorium hidup tempat seluruh kebijakan itu mewujud. Kepala Sekolah TK Negeri Rappocini, Zusanna Syarid, M.Pd menjabarkan bagaimana lembaganya menerjemahkan visi mewujudkan peserta didik yang beriman, sehat, cerdas, bahagia, dan berkarakter ke dalam kultur harian sekolah.
“Di tingkat satuan pendidikan, mewujudkan PAUD HI berarti menyelaraskan kurikulum dengan layanan dasar kesehatan dan pengasuhan,” ungkap Zusanna.
TK Negeri Rappocini secara konsisten mengimplementasikan delapan indikator pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini melalui langkah-langkah konkret:
- Kelas Orang Tua (Parenting) Menyelenggarakan edukasi berkala bagi orang tua mengenai pola asuh, gizi seimbang, dan simulasi tumbuh kembang anak di rumah.
- Pemantauan Pertumbuhan fisik: Mengukur secara rutin berat badan, tinggi badan, hingga lingkar kepala demi mendeteksi secara dini potensi gangguan pertumbuhan atau stunting.
- Evaluasi Perkembangan: Memantau kemajuan anak secara berkala pada enam aspek perkembangan emosional, nilai agama-moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan seni.
- Sinergi Layanan Kesehatan: Menjalin kerja sama erat dengan Puskesmas dan kader Posyandu untuk memastikan kelengkapan imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi.
- Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Membiasakan anak mencuci tangan secara benar dan mengonsumsi makanan sehat.
“Kami juga memastikan hak identitas anak terpenuhi dengan memantau kepemilikan NIK bekerja sama dengan dinas terkait,” jelas Zusanna. Melalui pendekatan yang humanis dan ekosistem belajar yang aman serta nyaman, anak-anak tidak merasa sedang diintervensi, melainkan sedang bertumbuh lewat cara yang paling membahagiakan: bermain.
Apresiasi Kemendikdasmen dan Harapan Berkelanjutan
Praktik baik yang diperlihatkan oleh Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan TK Negeri Rappocini memanen apresiasi dari Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Dr Abdul Kahar M.Pd serta Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, yang turut memantau jalannya identifikasi lapangan.
Sinergi vertikal-horizontal semacam ini dinilai menjadi kunci pemenuhan target pembangunan sumber daya manusia nasional jangka panjang.
Melalui komitmen penganggaran daerah yang proporsional serta perluasan jangkauan program, Makassar sedang mengirimkan pesan penting ke tingkat nasional: bahwa investasi terbaik sebuah bangsa tidak melulu soal infrastruktur fisik yang menjulang, melainkan pemenuhan gizi, pendidikan berkualitas, dan perlindungan yang utuh bagi anak-anak usia dini—para pemilik masa depan.
Peliput: Eko B Harsono
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya