Berita
Menyemai Harapan di Balik Rimba, Ketika PKBM Membawa Layanan Jenjang PAUD untuk Anak-Anak Suku Anak Dalam
Berita 2026-08-06 | 10:00:00
KABUPATEN BUNGO, PAUDPEDIA — Di bawah kanopi rimba Sumatra yang kian terkikis oleh roda zaman, riuh tawa dan gemerisik kertas membahana di permukiman Suku Anak Dalam (SAD) Pasir Putih, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Di tanah ini, pendidikan formal dahulu terasa bagaikan benteng yang mustahil ditembus—terpisahkan oleh bentang geografis yang terisolasi, ketiadaan infrastruktur, serta balutan stigma sosial yang begitu tebal.
Namun, harapan baru kini bersemi melalui wadah Pendidikan Nonformal. Melalui kelembagaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang tidak saja menggelar pendidikan Paket A B dan C tetapi juga melakukan rintisan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini hadir langsung di tengah komunitas rimba.
Di garis terdepan perjuangan literasi ini, berdiri Ibu Sumarni, seorang pendidik PKBM yang tanpa kenal lelah menyusuri jalan setapak tanah basah demi menyapa anak-anak rimba. Bersama pendamping komunitas seperti Ulvi Monica Aulia, lulusan Kehutanan Universitas Jambi yang telah mendedikasikan jiwanya sejak 2014, PKBM menjadi sentra utama dalam memfasilitasi hak belajar anak-anak yang selama ini terpinggirkan.
Dinamika Komunitas Rimba
Menjangkau masyarakat Orang Rimba memerlukan pemahaman mendalam atas tatanan sosial mereka. Komunitas SAD tidak hidup dalam satu kelompok tunggal yang kaku. Di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) saja—basis terbesar populasi SAD yang membentang lebih dari 54.000 hektar lintas Kabupaten Sarolangun, Batanghari, dan Tebo—terdapat 13 kelompok Temenggung utama yang membagi wilayah adatnya.
Bila ditotal di seluruh Provinsi Jambi, termasuk yang bermukim di hutan sekunder, perkebunan kelapa sawit, hingga sepanjang Jalur Lintas Sumatra, terdapat puluhan kelompok Temenggung, seperti rombong Temenggung Ngadap di Tebo, Temenggung Joni, Temenggung Tarib, hingga Temenggung Grip di Sarolangun.
Dalam tata hukum adat rimba, Temenggung bertindak sebagai pemimpin tertinggi yang menjaga tradisi dan memutuskan perkara. Ia dibantu oleh peranti adat seperti Wakil Temenggung sebagai penyambung lidah, Depati sebagai pengawas sengketa berat, Mangku sebagai pembuat keputusan sidang, dan Menti sebagai penyampai pesan adat.
Struktur adat yang kuat inilah yang ditembus oleh Ibu Sumarni dan tim PKBM melalui pendekatan persuasif yang santun dan menghormati nilai-nilai lokal.
"Suku Anak Dalam dahulu sangat tertutup dan canggung berinteraksi dengan masyarakat luar. Ketika anak-anak mencoba bersekolah di PAUD formal di luar komunitas, muncul rasa canggung serta stigma yang membuat orang tua kurang nyaman. Akibatnya, banyak anak langsung masuk SD tanpa kesiapan dasar belajar," tutur Ulvi Monica Aulia.
Menjangkau yang Tak Terjangkau
Melihat kondisi tersebut, kelembagaan PKBM menjadi jawaban yang paling fleksibel dan transformatif. Berbeda dengan sekolah formal bergedung megah dengan aturan kaku, PKBM mampu mengadaptasi kurikulum berbasis realitas lokal tanpa mencabut anak-anak dari akar budayanya.
Perjalanan ini berawal dari sekolah alam bersahaja di sudung-sudung (pondok kayu khas SAD), berkembang membangun perpustakaan kecil di dekat Pustu Pasir Putih, hingga melahirkan Ghumah Belajo Bhetilek Elmu (Rumah Belajar Mencari Ilmu) pada 2023.
Ghumah Belajo yang dikelola di bawah naungan PKBM inilah yang kini menjadi sentra rintisan PAUD inklusif. Di sinilah Ibu Sumarni setiap hari telaten mengajari anak-anak mengenali huruf, merangkai kata, berhitung dasar, hingga mengenal aneka warna.
Kehadiran PKBM memastikan bahwa proses belajar-mengajar diakui secara administratif oleh negara, namun tetap dijalankan dengan fleksibilitas yang ramah bagi pola hidup anak-anak rimba.
Ulvi menegaskan bahwa mendirikan PAUD berbasis PKBM langsung di dalam komunitas merupakan langkah yang sangat strategis. Anak-anak memperoleh ruang tumbuh yang aman, dekat dengan pelukan orang tua, dan tetap menghargai tradisi leluhur. Ketika nantinya mereka melanjutkan ke jenjang SD, kesiapan mental dan kemampuan dasar belajar mereka telah terasah dengan baik.
Buah Manis Gotong Royong dan Partisipasi Semesta
Setiap pagi, keceriaan memancar saat Bu Guru Sumarni membuka lembar demi lembar buku cerita di Ghumah Belajo. Dampak dari dedikasi bertahun-tahun ini terasa sangat nyata. Anak-anak SAD yang dahulunya selalu bersembunyi di balik punggung ibunya saat melihat orang asing, kini berubah menjadi pribadi yang percaya diri, berani menyapa, dan mahir berkomunikasi.
Dukungan partisipasi semesta dari pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) makin memperkokoh fondasi PKBM dalam menghadirkan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas.
Keberhasilan ini tidak berhenti di tingkat PAUD. Semakin banyak anak-anak komunitas SAD yang kini lancar menempuh pendidikan formal di jenjang SD, SMP, SMA, bahkan melangkah ke perguruan tinggi. Tahun ini, salah seorang anak perempuan dampingan PKBM tengah mengikuti proses pendaftaran kuliah di AKBID Amanah Muara Bungo.
Kisah dari Kabupaten Bungo ini menjadi bukti nyata bahwa ketika kepedulian bertemu dengan wadah yang tepat seperti PKBM, kesetaraan pendidikan bukan lagi sekadar slogan.
Dari tengah rindangnya hutan Jambi, Ibu Sumarni dan PKBM telah membuktikan bahwa cahaya ilmu pengetahuan mampu menembus rimba terpencil dan menumbuhkan harapan baru bagi anak-anak Suku Anak Dalam.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen dan wawancara PAUDPEDIA
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya