Berita
Membangun Pondasi Emas Anak Bangsa: Kemendikdasmen Revitalisasi 1.517 Satuan Pendidikan PAUD, Optimisme Kualitas Infrastruktur Pendidikan Dini
Berita 2025-10-10 | 15:48:00
PAUDPEDIA Jakarta – Komitmen pemerintah dalam memastikan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) terus digenjot. Salah satu program prioritas yang menjadi sorotan adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan di jenjang PAUD.
Dalam sebuah pemaparan progres report, Kasub Tim Sarana dan Prasarana Direktorat PAUD, Heru Kurniawan, memaparkan data capaian yang menunjukkan kemajuan signifikan dari program strategis ini. Heru Kurniawan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperbaharui dan memperbaiki sarana prasarana PAUD agar layak, aman, dan menunjang proses pembelajaran yang optimal.
Menurut data yang disampaikan, program Revitalisasi PAUD ini memiliki Pagu Anggaran sebesar Rp 529,534 miliar. Awalnya, sasaran Satuan Pendidikan (SP) yang direncanakan adalah 1.241 SP, namun realisasi penetapan Surat Keputusan (SK) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berhasil menjangkau 1.517 Satuan Pendidikan.
"Realisasi penetapan melebihi sasaran awal. Ini menunjukkan upaya keras dan koordinasi yang baik dalam memastikan bantuan ini tersalurkan dan dimanfaatkan secara maksimal untuk anak-anak kita," jelas Heru.
Data tersebut merinci total nilai PKS mencapai Rp 529,534 miliar, yang disalurkan melalui beberapa tahap. Selain program Revitalisasi, Direktorat PAUD juga melaksanakan program Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).
Pelaksanaan fisik di lapangan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Per September 2025, dari total 1.513 satuan pendidikan yang direvitalisasi, sebanyak 75% atau 1.134 satuan pendidikan telah mencapai progres pelaksanaan antara 0-25%. Sementara itu, 13% (204 satuan) mencapai 25-50% dan 9% (143 satuan) mencapai 50-75%.
Foto-foto progres pembangunan yang dipaparkan menunjukkan berbagai perbaikan, mulai dari Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), perbaikan toilet, hingga pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta Area Bermain dan Alat Permainan Edukatif (APE) Luar. Sebagai contoh nyata, program ini telah menyentuh TK Bahari di Kabupaten Lebak, Banten, dan TK Dharma Husada di Kota Cimahi, Jawa Barat, dengan progres yang terus berjalan.
"Meskipun tantangan lapangan selalu ada, melihat progres pembangunan RKB, toilet, dan UKS yang sudah mencapai 70% di beberapa lokasi, kami optimis bahwa sebentar lagi ribuan anak usia dini di seluruh Indonesia akan menikmati fasilitas pendidikan yang jauh lebih layak," ujar Heru dengan penuh keyakinan.
"Pendidikan di usia emas ini harus didukung oleh infrastruktur yang menginspirasi, dan itulah yang sedang kita wujudkan,” ujarnya.
Ucapan Syukur Pemangku Kepentingan
Program Revitalisasi PAUD ini disambut antusias dan penuh rasa syukur oleh para pemangku kepentingan di tingkat daerah. Kepala Sekolah TK Pertiwi 1 Kecamatan Serang, Purbalingga, Kotinah mengatakan sangat bersyukur.
“Dengan bangunan yang direvitalisasi, anak-anak kini belajar di ruang kelas dan area bermain yang jauh lebih aman dan nyaman. Ini adalah hadiah terbaik bagi masa depan mereka,” ujar Ibu Kotinah Kepala TK di salah satu penerima bantuan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal, Eko Wahyudi mengatakan program Revitalisasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam peningkatan mutu pendidikan sejak usia dini.
“Kami di daerah berkomitmen penuh mengawal pelaksanaannya agar fasilitas PAUD kita semakin merata dan berkualitas, mendukung terciptanya Generasi Emas 2045,” katanya.
Ungkapan syukur disampaikan orangtua murid. “Awalnya kami khawatir dengan kondisi bangunan lama. Sekarang, melihat sekolah anak kami menjadi bagus, hati kami tenang dan anak-anak jadi makin semangat berangkat ke sekolah. Terima kasih, Bapak/Ibu di Kemendikdasmen, atas perhatian yang luar biasa ini,” tutur Bapak Budi salah satu orang tua murid.
Program Revitalisasi PAUD oleh Direktorat PAUD Kemendikdasmen ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di jenjang paling dasar, meletakkan fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Penulis Eko B Harsono