Berita
Membangun Generasi Masa Depan, Enam Literasi Dasar Menjadi Kunci Transformasi Pembelajaran, Gunakan Skema BOSP Kinerja PAUD Secara Tepat
Berita 2026-07-09 | 10:05:00
SURABAYA PAUDPEDIA – Menghadapi tantangan kehidupan abad ke-21 yang semakin kompleks, dinamis, dan penuh ketidakpastian, sistem pendidikan nasional bergerak menata ulang fondasi pembelajaran sejak jenjang paling dasar: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Penguatan enam literasi dasar kini menjadi pilar utama transformasi tersebut, yang disosialisasikan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Calon Fasilitator Nasional Implementasi BOSP Kinerja Terbaik Region 3 Tahun 2026 di Surabaya, Selasa (8/7).
Kegiatan yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur ini diikuti 102 peserta dari unsur BBPMP dan BPMP di tujuh provinsi: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Utara. Hadir sebagai narasumber utama Widyaprada Ahli Madya BBPMP Jawa Timur, Dr. Dwi Ilham Rahardjo, M.Pd., dan Dr. Al Badrotus Tsaniyah, S.Pd., M.Pd., didampingi 16 orang moderator serta fasilitator dari lembaga yang sama.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat pemahaman calon fasilitator mengenai kebijakan, ruang lingkup, dan skema pemanfaatan BOSP Kinerja Terbaik, yang diintegrasikan dengan pendalaman materi penjaminan mutu serta transformasi pembelajaran di satuan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Dwi Ilham menegaskan, pemahaman tentang literasi di PAUD tidak boleh lagi dipersempit sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
"Literasi bagi anak usia dini mencakup tiga tingkatan: kemampuan dasar tersebut sebagai fondasi, kemampuan memahami makna informasi secara kritis, hingga keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan kreativitas," ujarnya.
Enam Fokus Literasi Dasar
Enam literasi dasar yang menjadi fokus penguatan meliputi: literasi keaksaraan untuk mengekspresikan ide dan membangun makna lewat berbahasa; literasi numerasi mengenal kuantitas, ukuran, dan pola lewat pengalaman nyata; literasi sains menumbuhkan rasa ingin tahu melalui eksplorasi langsung; literasi digital menggunakan teknologi secara sehat dan aman; literasi finansial menanam nilai hemat, menabung, dan berbagi; serta literasi budaya dan kewargaan menghargai keragaman budaya Indonesia dan menumbuhkan toleransi.
Penerapan keenam aspek ini tidak bisa dilakukan dengan cara kaku. Dr. Al Badrotus Tsaniyah mengingatkan, karakteristik anak usia dini yang unik, berkembang pesat, dan belajar paling efektif melalui pengalaman langsung harus menjadi acuan utama.
"Bagi anak, bermain bukan sekadar hiburan. Itu adalah cara mereka memahami dunia: spontan, menyenangkan, dan mementingkan proses. Setiap aktivitas bermain dapat sekaligus menstimulasi berbagai aspek perkembangan, mulai dari kognitif, karakter, kreativitas, hingga kemampuan fisik," jelasnya.
Keberhasilan penguatan literasi sangat bergantung pada peran pendidik. Diperlukan perubahan pola pikir memandang anak sebagai pembelajar aktif, ketersediaan lingkungan dan media belajar yang tepat, serta kemampuan pendidik memandu proses berpikir anak.
Penilaian pun tidak lagi mengandalkan tes hafalan, melainkan asesmen autentik berupa pengamatan langsung, catatan perkembangan, dan portofolio hasil karya anak.
Implementasi ini selaras dengan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang berpedoman pada Peta Jalan 2026–2029. Selain pembiasaan literasi harian di satuan pendidikan, peran keluarga sebagai mitra utama menjadi kunci agar nilai-nilai tersebut tertanam kuat.
Diharapkan, para calon fasilitator dapat menyebarluaskan pemahaman ini ke seluruh wilayah binaan. Tujuannya sederhana namun mendasar: memastikan setiap anak usia dini mendapatkan stimulasi yang tepat, sehingga tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Peliput: Eko B Harsono dan Firmansyah
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya