Berita
Melampaui Ekspektasi, Direktorat PAUD Raih Capaian Kinerja 126 Persen di Tahun 2025 dan Sabet Penghargaan Terbaik I SAKIP, Tata Kelola Semakin Transparan dan Akuntabel
Berita 2026-01-29 | 09:00:00
PAUDPEDIA JAKARTA – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah kepemimpinan Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd., resmi merilis Laporan Kinerja tahun 2025 dengan hasil yang impresif. Di tengah transisi menuju visi Indonesia Emas 2045, instansi ini berhasil mencatatkan rata-rata capaian fisik sebesar 126,08% dari target yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja (PK) 2025.
Keberhasilan ini didukung oleh realisasi anggaran yang sangat tinggi, mencapai Rp2.917.353.671.803 atau sekitar 96,98% dari total pagu jumbo sebesar Rp3,007 triliun. Angka ini mencerminkan efisiensi yang signifikan, di mana capaian output fisik jauh melampaui persentase penyerapan anggaran.
Salah satu lonjakan kinerja paling mencolok terlihat pada indikator pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Sarana dan Prasarana. Dari target awal sebesar 5,63%, Direktorat PAUD berhasil merealisasikan angka 10,51%, atau mencapai efektivitas sebesar 186,68%.
"Tingginya capaian ini didorong oleh implementasi kebijakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui revitalisasi satuan pendidikan dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) secara masif," ungkap Dr. Nia Nurhasanah dalam keterangannya.
Sepanjang 2025, program prioritas ini telah menyalurkan bantuan kepada 1.515 satuan PAUD, melampaui sasaran awal sebanyak 1.241 satuan. Bantuan tersebut mencakup pembangunan 37 USB, 342 ruang kelas baru, hingga 951 area bermain luar ruang (APE). Intervensi fisik ini dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas akses layanan PAUD, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penguatan Kualitas: PAUD Holistik Integratif dan Kurikulum
Bukan hanya sekadar membangun fisik, Direktorat PAUD juga melaporkan keberhasilan dalam standarisasi kualitas layanan. Persentase Kabupaten/Kota yang menerapkan PAUD Holistik Integratif (PAUD-HI) mencapai 87,55% dari target 64,79% (capaian 135,13%).
PAUD-HI menjadi instrumen strategis pemerintah dalam intervensi gizi sensitif dan stimulasi psikososial untuk menurunkan angka stunting. Program ini mencakup delapan indikator esensial, mulai dari kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan, hingga pemberian makanan bergizi.
Di sisi kurikulum, sebanyak 96,76% satuan PAUD tercatat telah menerapkan kurikulum yang berlaku, melampaui target 79,05%. Keberhasilan ini diklaim sebagai hasil dari fleksibilitas pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang berfokus pada pengalaman bermakna bagi anak, bukan sekadar administrasi.
Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital
Tahun 2025 menjadi tahun "anggaran raksasa" bagi Direktorat PAUD. Pagu awal yang semula hanya Rp227 miliar membengkak menjadi Rp3 triliun melalui beberapa kali revisi DIPA untuk mendukung program digitalisasi dan pembangunan fisik.
Meskipun mengelola dana triliunan, Direktorat PAUD melaporkan efisiensi sebesar Rp179,3 miliar.
Langkah ini dilakukan melalui penghematan belanja perjalanan dinas hingga 50% dan optimalisasi teknologi informasi dalam bimbingan teknis.
Dalam hal inovasi, Direktorat meluncurkan:
- SILAB PAUD (Sistem Informasi Layanan Bantuan): Platform berbasis web untuk memudahkan akses dan transparansi pelaporan bantuan.
- PAUDPEDIA Digital: Pembaruan aplikasi Android/iOS yang kini menyertakan fitur Festival Anak Indonesia Hebat, guna menekan biaya percetakan materi ajar.
Tantangan Data dan APK
Meski mayoritas indikator melampaui target, laporan tersebut mencatat dua poin yang belum mencapai hasil optimal. Pertama, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD berada di angka 36,19 dari target 36,61 (98,85%).
Hambatan utama APK ditemukan pada perbedaan metodologi perhitungan. BPS saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi data layanan non-formal seperti Kelompok Bermain (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) dalam variabel perhitungan nasional.
Selain itu, sinkronisasi data Dapodik dengan kondisi riil di lapangan masih menjadi tantangan besar karena rendahnya pemahaman sebagian satuan pendidikan mengenai pentingnya integritas data.
"Dapodik seringkali masih dianggap sebagai kewajiban administratif semata, padahal itu adalah landasan utama pengambilan kebijakan," tulis laporan tersebut.
Komitmen Tata Kelola (SAKIP AA)
Di level manajemen, Direktorat PAUD berhasil mempertahankan predikat AA pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai 93,35. Prestasi ini diperkuat dengan penghargaan sebagai Terbaik I Kategori Unit Organisasi Eselon II Pusat di lingkungan Kemendikdasmen.
Sebagai bagian dari Reformasi Birokrasi, instansi ini juga terus mematangkan status Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas layanan publik.
Menutup laporan tahun 2025, Direktorat PAUD menetapkan empat strategi utama untuk tahun mendatang:
- Penguatan Komunikasi: Mendiseminasikan standar teknis hingga ke pelaksana tingkat akar rumput.
- Sinkronisasi Data: Menyempurnakan sistem verifikasi Dapodik dan Sulingjar (Survei Lingkungan Belajar).
- Akselerasi Wajib Belajar 13 Tahun: Memastikan transisi PAUD ke SD berjalan lancar melalui gerakan Wajar 1 Tahun Prasekolah.
- Digitalisasi Berkelanjutan: Memastikan perangkat digital yang telah dibagikan (Interactive Flat Panel) benar-benar dimanfaatkan untuk pedagogi, bukan sekadar perangkat keras.
Dengan capaian yang solid di tahun 2025, Direktorat PAUD optimis tahun 2026 dapat memperkuat fondasi pendidikan nasional sejak usia dini, demi mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di kancah global.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber : Laporan Kinerja Direktorat PAUD Tahun 2025 dan Berita PAUDPEDIA