Berita
Lokakarya Membaca Nyaring “Read Aloud”, Strategi Kemendikdasmen Bangun Fondasi Literasi Sejak Anak Berusia Dini
Berita 2026-05-15 | 18:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Di sebuah ruang pertemuan di Jakarta, Rabu (13/5/2026), suasana riuh rendah mendadak senyap. Bukan karena teguran keras, melainkan karena seuntai cerita yang mengalir dari bibir seorang guru. Sebanyak 130 peserta yang terdiri atas guru, koordinator kelas, hingga perwakilan orang tua dari 31 sekolah TK dan SD di Jakarta tampak terpaku. Mereka tidak sedang belajar teori pedagogi yang rumit, melainkan kembali ke dasar: seni membacakan nyaring (read aloud) untuk memikat hati anak-anak.
Lokakarya bertajuk “Membaca Buku Menumbuhkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang digelar Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) ini menjadi oase di tengah gempuran layar gawai.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni Bulan Buku Nasional 2026, melainkan sebuah ikhtiar melawan distraksi digital yang kian menggerus fokus generasi muda.
Melawan Dominasi Layar
Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menyampaikan keprihatinan mendalam atas realita literasi hari ini. Indonesia, menurutnya, berada dalam situasi di mana masyarakatnya seolah menjadi "korban" teknologi. Statistik menunjukkan durasi penggunaan gawai di tanah air mencapai 6 hingga 7 jam per hari—salah satu yang tertinggi di dunia.
“Penggunaan gawai sudah luar biasa. Karena itu, sangat relevan ketika hari ini kita membangun budaya senang membaca, terutama kepada anak-anak dan generasi muda,” ujar Masmidah dengan nada lugas.
Bagi Masmidah, membaca nyaring adalah investasi yang tak mengenal kata terlambat.
Di balik suara yang lantang dan intonasi yang terjaga, ada proses pembangunan kognitif yang kompleks. Anak-anak yang sering dibacakan buku cenderung memiliki kemampuan berpikir terbuka, rasa ingin tahu yang tinggi, serta empati yang lebih tajam. Namun, ia menekankan bahwa budaya ini tidak bisa tumbuh secara organik tanpa intervensi orang dewasa.
“Anak perlu didampingi, diberikan contoh, dan diciptakan suasana yang menyenangkan agar mereka mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian,” tambahnya.
Akar Tradisi dan Inovasi
Semangat membangkitkan literasi melalui suara sebenarnya bukanlah barang baru di lingkungan kementerian. Menengok ke belakang, jejak serupa pernah ditorehkan saat Direktorat PAUD berada di bawah kepemimpinan Ella Yulaelawati. Kala itu, festival membaca dan bercerita gencar dilaksanakan di berbagai daerah sebagai fondasi pendidikan anak usia dini.
Kini, napas serupa ditiupkan kembali dengan cakupan yang lebih luas dan terintegrasi dalam program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menegaskan bahwa lokakarya ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada guru dan orang tua agar metode read aloud tidak terasa membosankan.
“Kami ingin menguatkan peran sekolah dan orang tua. Literasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas guru di kelas,” tegas Marlina.
Menariknya, upaya ini juga menyentuh aspek identitas melalui pelestarian bahasa ibu. Dalam beberapa sesi, ditekankan pentingnya guru bercerita menggunakan bahasa daerah. Festival berbahasa ibu menjadi jembatan agar anak-anak tidak asing dengan akar budayanya sendiri.
Saat seorang guru bercerita dengan dialek yang akrab di telinga anak, buku tidak lagi menjadi benda asing yang kaku, melainkan menjadi cermin dari kehidupan mereka sehari-hari.
Perubahan dari Langkah Kecil
Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Muhammad Yusro, mengingatkan bahwa di era informasi yang melimpah, tantangan utama anak-anak bukanlah akses terhadap data, melainkan kemampuan memilah dan memahami informasi.
“Di tengah beragam distraksi, minat membaca perlu ditumbuhkan melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan anak,” kata Yusro. Ia mengajak para pendidik dan orang tua untuk tidak menganggap remeh waktu 10 hingga 15 menit membacakan buku sebelum tidur atau di awal pelajaran.
Perubahan besar, menurut Yusro, selalu dimulai dari konsistensi hal-hal kecil. Membaca nyaring adalah pintu masuk menuju kemampuan berpikir kritis. Saat seorang anak menyimak sebuah cerita, ia sedang membangun struktur logika dan memperkaya perbendaharaan kata yang akan menjadi senjatanya di masa depan.
Lokakarya ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya gedung sekolah dan canggihnya kurikulum, ada hubungan manusiawi yang harus dijaga: interaksi hangat antara orang dewasa, anak, dan sebuah buku.
Dari 31 sekolah yang hadir hari ini, diharapkan lahir ribuan "pendongeng" baru yang siap menenun imajinasi anak-anak Indonesia, satu halaman dalam satu waktu.
“Mari kita hadirkan lebih banyak ruang membaca, lebih banyak cerita, dan lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka mengenal dunia melalui buku,” pungkas Masmidah.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber : Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
InfoTerkini
Menjaga Nadi Pendidikan dari Angka dan Realitas Dapodik, Geliat Senyap Satuan PAUD Kala 95,6 Persen Data PAUD Menyala di Pelosok Nusantara
Berita 2026-09-14 | 14:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA - Di balik papan ketik komputer di ribuan pelosok Nusantara, jemari para operator sekolah terus bergerak sabar. Mereka menyusun baris-baris angka, merapikan identit...
selengkapnyaRiset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya