Berita
Konsolidasi Nasional 2026 Hasilkan Komitmen Penguatan Lingkungan Budaya Sekolah Aman, Nyaman, dan Berwawasan Sebagai Landasan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Berita 2026-02-11 | 07:00:00
PAUDPEDIA Depok – Seperti benih yang ditanam di lahan subur, nilai-nilai keamanan, kenyamanan, dan cinta lingkungan mulai ditanamkan pada anak-anak Indonesia sejak usia dini di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggulirkan langkah strategis yang meliputi penguatan budaya sekolah aman dan nyaman sebagai landasan pendidikan bermutu, serta penerapan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang menjangkau seluruh jenjang pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 menghasilkan tiga komitmen strategis untuk memperkuat pembangunan karakter peserta didik: penguatan budaya sekolah aman dan nyaman sebagai fondasi pendidikan, perluasan Gerakan Indonesia ASRI untuk membangun kesadaran lingkungan sejak PAUD hingga SMA, serta dukungan terhadap pembiasaan hidup sehat sebagai bagian dari pembangunan manusia.
Ketiga komitmen ini menjadi arah kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
Kemendikdasmen memastikan kebijakan penguatan budaya sekolah aman dan Gerakan Indonesia ASRI akan diperkuat melalui pendampingan bimbingan konseling, peningkatan kapasitas pendidik, dan perbaikan sarana pembelajaran. Seluruh langkah ini diharapkan membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kesadaran lingkungan tinggi.
Dalam siaran pers resmi yang diterbitkan hari ini, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa budaya sekolah aman dan nyaman diwujudkan melalui ekosistem belajar yang dibangun dengan nilai, sikap, dan kebiasaan bersama untuk menjamin keamanan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan digital seluruh warga sekolah.
Kebijakan ini diatur secara resmi dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang menitikberatkan pada pencegahan perundungan dan segala bentuk kekerasan, serta mendorong pendekatan humanis, partisipatif, dan inklusif di setiap satuan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan karakter yang kuat pada peserta didik. “Kita tidak hanya fokus pada peningkatan mutu pembelajaran akademik semata. Melalui kebijakan ini, kami juga memperkuat sistem bimbingan konseling sebagai bagian integral dari upaya membentuk karakter yang tangguh dan bermoral pada setiap anak didik,” ujarnya dalam sambutan resmi acara konsolidasi.
Di jenjang PAUD, konsep keamanan dan kenyamanan diwujudkan melalui rancangan ruang bermain yang aman, metode pembelajaran yang penuh kasih, serta pembiasaan interaksi positif antar anak dan antara anak dengan pendidik. Para guru PAUD diberikan pelatihan khusus untuk mengenali tanda-tanda kekhawatiran pada anak dan menciptakan suasana yang membuat mereka merasa aman untuk berekspresi dan belajar.
Dampak Positif Tersebar di Seluruh Lapangan Pendidikan
Dampak positif kebijakan tersebut sudah dirasakan secara nyata oleh berbagai pihak di lapangan. Azela, Guru Seni Budaya SMP Negeri 23 Kota Tangerang Selatan, mengakui bahwa suasana belajar yang aman dan nyaman membawa perubahan signifikan pada proses pembelajaran di kelasnya. “Budaya sekolah aman dan nyaman sangat memengaruhi efektivitas pembelajaran. Siswa menjadi lebih terbuka, tidak takut berinteraksi dengan teman-temannya, dan lebih bersemangat untuk mengikuti setiap kegiatan pembelajaran,” jelasnya dengan penuh semangat.
Keterlibatan aktif peserta didik juga menjadi bukti nyata keberhasilan upaya tersebut. Liza Neshali Aini, siswa kelas VIII SMP Negeri 142 Jakarta Barat, menyatakan bahwa suasana yang mendukung membuat siswa merasa berani untuk menyampaikan keluhan jika ada indikasi perundungan atau masalah lain di lingkungan sekolah. “Kami sangat berani melapor jika menemukan hal yang tidak pantas, karena kami merasa didukung dan tahu bahwa suara kami akan diperhatikan. Kami ingin menjadi pelopor perubahan dan pelapor yang bertanggung jawab di sekolah,” tuturnya dengan keyakinan.
Ia juga menambahkan bahwa berbagai program yang digulirkan Kemendikdasmen, seperti Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan gerakan Rukun sama Teman, berperan penting dalam memperkuat hubungan sosial antarsiswa. “Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, kami belajar untuk bekerja sama, menghargai perbedaan, dan menjalani hari-hari di sekolah tanpa adanya perundungan atau hal-hal yang tidak menyenangkan,” ujar Liza.
Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana yang berkelanjutan turut mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. David Goverlevernabau, siswa kelas XI SMA Eben Haezar Manado, menyampaikan bahwa perubahan yang terjadi di sekolahnya sangat terasa. “Dengan adanya revitalisasi ruang pembelajaran dan digitalisasi fasilitas, kami sekarang menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik, digital, dan tentunya lebih nyaman. Ruangan yang lebih baik juga membuat kami lebih fokus dalam belajar,” ungkapnya.
Gerakan Indonesia Asri Hidupkan Kesadaran Lingkungan
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Langkah konkret diwujudkan dalam penyelenggaraan Konsolidasi Nasional 2026 yang secara tegas menghindari penggunaan minuman dalam kemasan plastik sekali pakai.
“Seluruh peserta yang hadir dalam acara ini menggunakan botol minum pribadi atau tumbler yang disediakan, sementara panitia menyiapkan dispenser air minum di berbagai titik strategis. Langkah ini bukan hanya sekadar aturan, tetapi sebagai upaya konkret untuk mengurangi timbulan sampah plastik dan membangun budaya yang peduli pada lingkungan,” ujar Menteri Mu’ti pada kegiatan yang berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Kota Depok, Senin (9/2).
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun budaya bersih, sadar lingkungan, dan berkelanjutan yang harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, bahkan dalam penyelenggaraan setiap kegiatan resmi. Di satuan pendidikan, gerakan ini diwujudkan melalui berbagai aktivitas seperti pembuatan taman sekolah, program daur ulang sampah, dan pembiasaan penggunaan barang yang dapat digunakan kembali.
Pembiasaan Sehat Jadi Pondasi SDM Unggul
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang juga menghadiri acara tersebut, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia unggul tidak dapat tercapai tanpa dasar yang kuat dari pembiasaan hidup yang aman, sehat, bersih, dan berwawasan lingkungan.
“Kesehatan, baik fisik maupun mental, merupakan pilar utama dalam pembangunan manusia berkualitas. Tanpa kondisi yang sehat dan lingkungan yang mendukung, capaian pendidikan tidak akan menghasilkan SDM yang tangguh dan siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Ia mendorong seluruh satuan pendidikan untuk aktif menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini. Di jenjang PAUD, hal ini dilakukan melalui permainan yang edukatif tentang kebersihan, penanaman tanaman kecil bersama anak-anak, dan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya. Sedangkan di jenjang sekolah dasar hingga menengah, kegiatan diperdalam dengan edukasi tentang perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan pentingnya ketahanan pangan.
“Langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah, tidak menyisakan makanan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar memiliki makna yang sangat dalam. Ini bukan hanya tentang kebersihan semata, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang bertanggung jawab dan peduli pada masa depan bumi kita,” tambah Pratikno.
Pada kegiatan Konsolidasi Nasional 2026, para peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia mendapatkan tumbler khusus sebagai cinderamata saat proses registrasi. Selain itu, dispenser air minum disediakan di berbagai sudut ruangan, dan seluruh peserta diimbau untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah disiapkan serta menjaga kebersihan area sekitar.
Melalui penguatan kebijakan yang komprehensif, pendampingan bimbingan konseling yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas pendidik di seluruh jenjang, perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran, serta penerapan nilai-nilai Gerakan Indonesia ASRI yang dimulai sejak jenjang PAUD,
Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang optimal peserta didik serta menghasilkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kesadaran lingkungan yang tinggi.
Peliput : Aldo, Wisnu dan Aufa
Penyunting : Eko Widodo dan EB Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya