Berita
Kisah Pemenang Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif, Dari Malang hingga Papua Lahir Generasi Inovator Peduli Anak Usia Dini
Berita 2025-12-04 | 11:00:00
PAUDPEDIA Jakarta – Gelombang transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) mencapai puncaknya pada awal Desember 2025, ditandai dengan suksesnya Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD Tahun 2025. Acara ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah perayaan dan workshop kolaboratif yang menghimpun para inovator pendidikan dari seluruh penjuru negeri, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang aman, bermutu, dan interaktif bagi anak-anak Indonesia.
Puncak apresiasi dan kolaborasi ini diwujudkan melalui Workshop Media Pembelajaran Interaktif (MPI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, di Luminor Hotel Jakarta, pada 1 hingga 3 Desember 2025.
Sebanyak 56 pemenang karya inovatif lahir dalam lomba ini, meski 150 karya potensial harus diperbaiki. Para peserta juga diminta menyusun modul ajar berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).
Menjawab Tantangan Generasi Digital Native
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Dr. Gogot Suharwoto, M. Pd, Ph. D, dalam arahannya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah respons kritis terhadap karakteristik anak masa kini yang merupakan generasi digital native. Kelompok individu ini tumbuh dengan teknologi digital sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, menuntut strategi pembelajaran yang jauh berbeda dari masa sebelumnya.
"Mendidik generasi native digital dengan karakternya tentu memerlukan strategi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Pembelajaran yang dihadirkan guru di kelas seharusnya bukan lagi pembelajaran yang konvensional namun harus berubah dengan pelibatan teknologi informasi yang sudah umum dikenal anak-anak," ujar Dirjen Gogot Suharwoto.
Pentingnya kehadiran konten digital yang relevan dan aman didukung oleh data yang mengkhawatirkan. Data BPS 2024 mencatat bahwa 39,71% anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler. Lebih lanjut, Studi UNICEF menyatakan bahwa 50,3% anak telah terpapar konten yang tidak sesuai usia, bahkan konten seksual.
Fakta ini menunjukkan bahwa kehadiran konten pembelajaran digital interaktif yang selaras dengan perkembangan anak usia dini menjadi sebuah kebutuhan mendesak untuk melindungi mereka dari paparan konten tidak sesuai yang dapat menghambat perkembangan motorik, komunikasi, dan sosial emosional.
Lomba ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menguatkan ekosistem digitalisasi pembelajaran bagi anak usia dini di Indonesia, sejalan dengan fokus transformasi pendidikan di bawah Asta Cita Presiden, yaitu transformasi karakter, sarana prasarana, dan pembelajaran, yang intinya mencakup digitalisasi pembelajaran, penguatan computational thinking, dan pembelajaran mendalam.
Dirjen Gogot menegaskan, teknologi hadir untuk memperkaya proses belajar, bukan menggantikan peran sentral guru.
Partisipasi Lintas Profesi dan Lintas Wilayah
Antusiasme terhadap lomba ini sungguh luar biasa. Direktur PAUD, Dr. Nia Nurhasanah, M. Pd, dalam laporannya, menyampaikan bahwa lomba ini berhasil menjaring 636 karya. Partisipasi datang dari berbagai kalangan, menunjukkan semangat gotong royong dalam pendidikan.
Peserta tidak hanya datang dari guru PAUD, tetapi juga tenaga kependidikan lintas jenjang (SD, SMP, SMA), mahasiswa, dosen, ibu rumah tangga, penulis, konten kreator, hingga desainer grafis. Jangkauan peserta melintasi batas geografis, tersebar di beragam wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua Barat Daya.
Karya-karya yang masuk terbagi dalam tiga bentuk inovatif: buku digital interaktif, video interaktif, dan gim edukasi.
Setelah melalui seleksi administrasi dan substansi yang ketat, terpilihlah 56 pemenang, yang terdiri atas Juara Umum 1, 2, dan 3; Juara Favorit Buku Digital Interaktif; Juara Favorit Video Interaktif; Juara Gim Edukasi; serta 50 Juara Inspiratif. Seluruh konten terbaik ini telah siap untuk diunggah ke Platform Ruang Murid Rumah Pendidikan, tempat yang kini telah menyediakan 219 konten digital interaktif PAUD.
Testimoni Kisah Petualangan Sikepi dan Kebanggaan Sang Guru
Salah satu bintang dalam gelaran ini adalah Intan Dwi Permanasari, seorang Guru PAUD Anak Cerdas Ceria dari Malang, Jawa Timur. Intan berhasil meraih Juara Umum II dan menjadi representasi nyata dari inovasi pendidik di daerah.
"Sebenarnya dari awal tidak menyangka, tapi Alhamdulillah bisa masuk nominasi dan meraih juara dua," ujar Intan dengan rasa syukur. Keterkejutannya ini mencerminkan semangat tulus para pendidik yang berkreasi bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi demi memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.
Konten digital yang diciptakan Intan berjudul Petualangan Sikepi, sebuah video interaktif yang dirancang untuk mudah digunakan oleh anak-anak tanpa perlu banyak arahan dari guru. Desain yang sederhana menjadi kunci efektivitasnya: di awal terdapat cerita yang menarik, diikuti dengan kuis sederhana di bagian akhir.
"Anak-anak bisa langsung mencoba dan menekan tombol dengan mudah. Menu-nya juga sudah sederhana sehingga bisa dioperasikan sendiri oleh anak-anak," jelas Intan.
Desain ini sangat esensial karena konten digital harus memuat aktivitas interaktif seperti drag and drop, puzzle, memilih gambar, atau menebak suara, yang memungkinkan anak terlibat langsung dan menstimulasi perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional mereka.
Intan menuturkan harapannya agar kontennya dapat terus dikembangkan dan diperbaiki, terutama agar lebih sesuai dengan rencana pembelajaran harian dan dapat memberikan konten-konten yang lebih bermanfaat lagi di berbagai media.
Semangat Village to Raise a Child dan Ekosistem Digital Berkelanjutan
Keseruan Workshop MPI tidak hanya terfokus pada 56 pemenang. Direktorat PAUD juga mengundang 150 peserta lomba lainnya yang karyanya dinilai memiliki substansi yang baik dan menarik, namun masih memerlukan perbaikan format agar sesuai dengan kriteria Ruang Murid Rumah Pendidikan.
Kegiatan yang berpusat pada perbaikan konten ini berlangsung selama tiga hari penuh (1-3 Desember 2025), menunjukkan komitmen untuk berkolaborasi dan meningkatkan kualitas, bukan sekadar menyeleksi.
Direktur Jenderal Gogot Suharwoto menegaskan semangat kolaborasi ini dengan mengutip pepatah, "It takes a village to raise a child (butuh satu desa untuk membesarkan seorang anak)," yang berarti partisipasi aktif semua pihak—pemerintah, pendidik, praktisi, hingga masyarakat umum—sangat diperlukan untuk menyediakan konten pembelajaran digital interaktif yang masif, aman, dan mudah diakses.
Melalui upaya sinergis ini, Direktorat PAUD menargetkan akan menghasilkan total 206 konten digital interaktif baru dari workshop ini. Secara keseluruhan, Direktorat PAUD juga sedang memproses pengembangan konten tambahan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, sehingga jumlah konten digital interaktif di Rumah Pendidikan ditargetkan mencapai minimal 499 konten.
Selain pengayaan konten, Direktorat PAUD juga berfokus pada penguatan kapasitas pendidik. Dalam workshop ini, dilakukan penyusunan modul ajar berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) untuk memastikan pendidik mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan saat memanfaatkan konten digital.
Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif 2025 telah terbukti menjadi wadah yang monumental, bukan hanya merayakan kemenangan individu, tetapi menggemakan semangat kolektif untuk mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua, didukung dengan ekosistem digital yang kuat, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan esensial anak usia dini.
Peliput Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penulis Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnyaRevitalisasi Satuan PAUD: Semua Sekolah Memiliki Kesempatan yang Sama dan Setara, Syarat Akses Bantuan Satuan PAUD Imbau Perbaiki Dapodik Secara Jujur dan Akurat
Berita 2026-09-10 | 08:45:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mematangkan pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. Seluruh satuan Pe...
selengkapnya