Berita
Ketika Pak Menteri Jadi Juri Pentas Pelajar 2026, Aransemen Baru Lagu Rukun Sama Teman Jadi Perhatiannya
Berita 2026-05-25 | 06:20:00
JAKARTA PAUDPEDIA – Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta berubah menjadi panggung kreativitas dan semangat kebersamaan, Sabtu (23/5/2026).
Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar hingga menengah, berkumpul dalam ajang Pentas Pelajar 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai wujud peringatan Hari Pendidikan Nasional, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak bangsa untuk menampilkan bakat terbaik mereka lewat seni, budaya, dan karya yang bernilai luhur.
Beragam aktivitas meramaikan kawasan tersebut sepanjang hari. Mulai dari pemutaran film pendek beserta lokakarya, demonstrasi pembuatan komik digital, pameran karya seni, hingga stan jajanan pasar yang menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satu momen yang paling dinanti dan menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara hari ini adalah sesi coaching clinic atau klinik bimbingan khusus permainan gitar. Kegiatan istimewa ini menghadirkan sosok musisi ternama, Vega Antares, gitaris dari grup musik legendaris Dewa 19.
Kehadiran Vega Antares disambut dengan sukacita dan antusiasme luar biasa oleh para siswa yang telah dipersiapkan untuk tampil di panggung utama. Dengan gaya mengajar yang santai namun penuh wawasan,
Vega berbagi teknik bermain gitar, rahasia penampilan panggung, hingga pengalaman bermusik yang telah ia lalui selama berkarier. Ia tidak hanya memberikan panduan teknis mengenai nada dan irama, tetapi juga menanamkan pesan bahwa bermusik adalah cara yang indah untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan aspirasi.
Para siswa pun menyimak dengan saksama, menyerap setiap ilmu yang diberikan, dan berlatih dengan tekun di bawah bimbingan langsung sang maestro, menjadikan momen ini sebagai pengalaman berharga yang tak terlupakan bagi mereka.
14 Band Pelajar Terbaik Bersaing
Puncak acara tertuju pada Festival Band Pelajar, di mana 14 grup musik terbaik dari jenjang SMP, SMA, dan SMK hasil seleksi dari berbagai daerah bersaing dan berkarya di panggung utama. Ke-14 band ini merupakan para finalis yang sebelumnya telah mengikuti Kompetisi Gerak dan Lagu "Rukun Sama Teman" yang dibuka sejak Februari 2026.
Antusiasme masyarakat terhadap kompetisi ini sangat tinggi—tercatat lebih dari 24.000 peserta mengirimkan 3.000 lebih karya yang berasal dari 38 provinsi, termasuk partisipasi dari Sekolah Indonesia Luar Negeri.
Kali ini, seluruh peserta tampil dengan membawa aransemen baru dari lagu "Rukun Sama Teman". Lagu tersebut dipilih karena memuat pesan kuat tentang empati, kerukunan, dan persahabatan, nilai-nilai yang ingin disebarluaskan di lingkungan pendidikan.
Pak Menteri Jadi Juri
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, hadir langsung di lokasi dan bertindak sebagai juri sekaligus memberikan apresiasi atas keberanian para pelajar mengubah komposisi asli lagu tersebut.
"Poin penting yang menunjukkan kreativitas itu harus melampaui, dan kalian berani keluar dari genre musik aslinya. Itu luar biasa," ujar Abdul Mu’ti usai menilai penampilan para peserta.
Menurutnya, langkah mengaransemen ulang lagu menunjukkan bahwa potensi seni anak Indonesia sangat besar dan tidak terbatas. "Sebuah kreativitas yang sangat berani. Menurut saya ini contoh bagaimana anak-anak Indonesia punya potensi seni yang hebat," tambahnya.
Penilaian dewan juri akhirnya menempatkan SMK Negeri 10 Bandung sebagai juara pertama. Leonel, perwakilan sekolah tersebut, menjelaskan bahwa timnya sengaja mengubah lagu menjadi lebih cepat, gembira, dan berirama riang. Tujuannya agar pesan lirik dapat lebih mudah masuk dan dihayati pendengar, lalu diterapkan dalam kehidupan nyata.
"Dari liriknya kami ingin menekankan bahwa lagu ini bukan hanya untuk dinyanyikan saja, tetapi juga dihayati dan kemudian dilakukan oleh para pendengar. Hal itu bisa dikemas dengan musik yang gembira, riang, bertempo cepat. Jadi pendengar bisa lebih menghayati dan mengekspresikan semangat dari gerakan Rukun Sama Teman, untuk kemudian mengimplementasikannya," kata Leonel.
Posisi kedua diraih oleh SMA Negeri 4 Denpasar yang memilih gaya musik pop-jazz sebagai aransemen baru. Bulan, anggota grup band sekolah itu mengaku tertantang untuk mengeksplorasi pendekatan yang berbeda dari biasanya.
"Kami suka sekali mengeksplorasi sesuatu yang baru. Kebetulan kami senang dengan lagu Rukun Sama Teman, jadi kami pikir kalau dibawakan dengan gaya seperti itu juga akan bagus," ungkapnya. Sementara itu, juara ketiga jatuh ke tangan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.
Melalui ajang ini, Kemendikdasmen berharap semangat yang tertuang dalam lagu "Rukun Sama Teman" tidak berhenti di panggung pertunjukan saja. Nilai kebersamaan, saling menghargai, dan persahabatan diharapkan menjadi budaya yang tumbuh di setiap sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pelajar Indonesia.
Peliput : Tim Komunikasi Direktorat PAUD
Penyunting : Eko B Harsono
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnyaHutan Juga Rumah: Mengenalkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Ruang Artikel 2026-09-10 | 09:00:00
PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Kawan PAUD, ketika mendengar kata rumah, anak mungkin membayangkan bangunan tempat ia tinggal bersama ayah, ibu, atau anggota keluarganya. Namun, pernahka...
selengkapnya