Berita
Ketika Pak Menteri Bersukacita Menenun Ceria di Gerbang Sekolah, SPMB Ramah bagi Murid PAUD Ciptakan Rasa Nyaman Saat Anak Belajar lewat Dunia Bermain
Berita 2026-07-06 | 08:00:00
PAUDPEDIA Kudus - Suara gelak tawa anak-anak terdengar riuh memenuhi ruang orientasi di Taman Kanak-Kanak (TK) 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siang itu. Kedatangan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Dr Abdul Mu'ti ke satuan PAUD membawa sukacita kepada seluruh siswa, guru, orangtua dan masyarakat sekitar.
Ruangan yang biasanya hening kini berubah menjadi arena penuh warna. Alih-alih dihadapkan pada lembar kertas ujian, pensil, atau deretan angka yang menegangkan, sekelompok anak usia dini itu justru asyik melompat, menyusun balok kayu, dan saling berkejaran dengan riang.
Bagi anak-anak tersebut, hari itu bukanlah sebuah ujian masuk sekolah yang menentukan nasib, melainkan hari bermain yang menyenangkan. Mereka diajak berinteraksi, bernyanyi bersama, serta mengenali lingkungan calon sekolah barunya secara natural.
Sementara bagi para guru, momen cair ini menjadi jendela terbaik untuk mengamati gerak-gerik, menyelisik bakat, sekaligus mengenali karakter dasar dari setiap calon anak didik tanpa adanya tekanan psikologis.
Daftar ke PAUD Menyenangkan
Suasana hangat itu dirasakan langsung oleh Eni Uswati saat mendaftarkan putri bungsunya melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sebagai seorang ibu, ia mengaku sempat dibayangi kecemasan jika sang anak akan rewel atau takut menghadapi lingkungan baru. Namun, kekhawatiran itu seketika sirna begitu melihat pendekatan yang digunakan oleh pihak sekolah.
"Prosesnya ternyata sangat sederhana dan menenangkan. Kami hanya perlu membawa berkas administrasi dasar seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan pas foto. Setelah verifikasi selesai, kami langsung mengikuti orientasi bersama anak. Anak-anak diajak bermain dalam asesmen awal, sehingga guru bisa tahu karakter mereka sejak dini tanpa si anak merasa sedang diuji," tutur Eni sembari tersenyum lega.
Kepercayaan Eni kepada institusi ini tumbuh bukan tanpa alasan kuat. Tiga anak sebelumnya juga menempuh pendidikan di tempat yang sama dan tumbuh dalam ekosistem belajar yang ramah anak.
Melalui bimbingan para guru yang sabar, Eni menyaksikan sendiri transformasi buah hatinya yang semula terlampau aktif menjadi lebih terarah, fokus, mandiri, dan mulai terbiasa menjalankan ibadah sehari-hari.
Baginya, pondasi agama dan ilmu pengetahuan yang ditanamkan sejak dini adalah bekal terbaik bagi masa depan anak. Pengalaman serupa dirasakan oleh Fathur Rohman.
Setelah putra sulungnya menyelesaikan masa Kelompok Bermain di sekolah yang sama, Fathur tidak ragu untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang TK di tempat ini.
Baginya, esensi sejati dari pendidikan anak usia dini (PAUD) bukanlah tentang seberapa cepat anak bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung), melainkan tentang pembentukan watak.
"Kami merasa proses penerimaan di sini sangat humanis. Orangtua diberikan penjelasan mendalam mengenai pola pengajaran, sementara anak-anak diperkenalkan dengan sekolah lewat kegiatan yang menyenangkan. Harapan kami sederhana, ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat," kata Fathur.
Langkah Humanis Sekolah
Langkah humanis yang diterapkan di sekolah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa fase usia dini merupakan tiang pancang utama bagi seluruh perkembangan anak pada jenjang pendidikan selanjutnya.
Menurut pandangan berbagai teori pendidikan universal, tujuh tahun pertama dalam kehidupan manusia merupakan golden age atau masa keemasan yang paling menentukan masa depan.
Oleh karena itu, pemerintah kini secara resmi memasukkan PAUD ke dalam program Wajib Belajar 13 Tahun. Komitmen ini diperkuat dengan perluasan bantuan fiskal melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik TK dari keluarga sasaran, serta program peningkatan kompetensi guru secara masif.
Abdul Mu'ti mengingatkan dengan tegas agar seluruh satuan pendidikan tidak menjebak anak-anak dalam beban target akademik yang melampaui usia perkembangan mereka.
“Jangan membebani anak-anak TK dengan tuntutan akademik yang berlebihan. Pendidikan di usia dini adalah ruang bagi anak untuk bermain, bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, melatih motorik, menanamkan kebiasaan baik, dan membangun karakter," pesan Abdul Mu'ti.
Keterbukaan Informasi
Kepala TK 'Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Ami, menegaskan bahwa keterbukaan informasi sejak masa SPMB merupakan fondasi awal untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan orangtua.
"Kami selalu menyampaikan visi sekolah dan pola kolaborasi sejak hari pertama pendaftaran. TK bukanlah arena pacuan untuk berlomba agar anak paling cepat bisa membaca, melainkan tempat menumbuhkan fondasi akhlak, karakter, dan kecintaan untuk belajar," jelas Ami.
Guna memberikan kenyamanan penuh, Ketua Panitia SPMB, Lelly, menambahkan bahwa sistem pendaftaran didesain sangat fleksibel. Orangtua dapat memilih jalur tatap muka langsung, daring, hingga komunikasi instan via WhatsApp. Layanan ini memastikan setiap orangtua terlayani dengan tenang dan teliti tanpa hambatan birokrasi yang kaku.
Pada akhirnya, jalinan keceriaan di Kudus ini memberikan refleksi mendalam bahwa penerimaan murid baru bukanlah sekadar urusan berkas di atas meja. Ia adalah langkah awal sebuah kolaborasi sakral antara sekolah, keluarga, dan negara demi memeluk masa depan anak dengan penuh kasih sayang, kenyamanan, dan kegembiraan.
Penulis : Eko B Harsono
Sumber Siaran Pers BHKM Kemendikdasmen
InfoTerkini
Riset Ungkap Kesenjangan Asupan Gizi Mikro Murid Capai 100 Persen, SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti Ilmiah untuk Murid
Berita 2026-09-11 | 07:00:00
JAKARTA, PAUDPEDIA — Hasil studi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition membeberkan adanya kesenja...
selengkapnyaFinalisasi PKS Revitalisasi PAUD Angkatan ke-76, Djayeng Baskoro: Kesiapan Dokumen Perencanaan Jadi Kunci Tepat Sasaran Revitalisasi PAUD
Berita 2026-09-11 | 05:00:00
JAKARTA PAUDPEDIA — Pemerintah mempercepat penyiapan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia sej...
selengkapnya